Today's on It's Me...
ini untukmu, sebuah catatan di sore hari...
andai aku bisa menyampaikan dengan bahasa yang paling sederhana, dengan cara yang paling sederhana, betapa aku merindukanmu akhir-akhir ini. begitu banyak hal-hal yang tanpa sadar kulakukan untuk mengkaitkan aku dengan kenangan-kenangan yang pernah kita goreskan. hal yang kulakukan bahkan kadang membuatku seperti kehilangan nalar.
betapa aku menjadi orang yang bodoh tiap kali melintasi jalan di tempat mana dulu kita pernah bertemu, sambil mendesiskan namamu. menyebutkan namamu dengan intonasi yang dalam dan bisikan yang tegas, seolah aku ingin menggetarkan relung hatimu dengan getaran keinginanku ketika mendesahkan namamu. entahlah apakah itu suatu bisikan, panggilan untuk sukmamu atau semacam doa agar apa yang keluarkan dari bibirku sampai ke telingamu, atau mungkin juga hatimu.
ya, akhir-akhir ini aku merindukanmu.
dan aku terjebak dalam kekosongan karena menyadari kita tak lagi ada. entah siapa yang memulainya (barangkali aku), kita makin jauh dari hari ke hari. meski bayangmu tak pernah bisa benar-benar berhenti menggelayuti sekat-sekat memori di benakku, kita makin merasakan keasingan satu sama lain. entah karena tekadku yang terlanjur kuguratkan diketeguhan hati, atau mungkin karena gengsi kita yang sama-sama tak terkalahkan, kita tak lagi saling menyapa. dan membiarkan semua kebersamaan dan kenangan kita lebur dalam keheningan. entah kapan kita bisa kembali dan menghidupi semua yang saat ini terpendam, entah masih hidup atau mungkin sudah mati.
ya, inilah aku. terjebak dalam -entah kebodohan atau ketegasan keputusanku. yang jelas aku tak bisa lagi mengabarkan setiap keinginan dan kerinduan yang menjelma dan hadir tiap kali tentangmu berkelebat dalam benakku. tiap kali aku teringat akan kamu. ahh, andai kamu tahu betapa ini menyakitkan. dan andai aku punya keberanian untuk mengalahkan gengsi yang terlanjur kuhidupkan.
andai aku bisa mengatakannya dengan sederhana, maka akan kusampaikan padamu bahwa saat ini aku merindukanmu.. entah karena apa.
andai aku bisa...
May 12, 2006
May 11, 2006
Bahwa kau begitu istimewa!
Today's on It's Me...
Dear You...
aku harap kamu tidak akan bosan jika aku bilang aku merindukanmu. karena sesungguhnya aku tak pernah memiliki setitik pun rasa jemu untuk selalu mengingatmu, bahkan diluar sadarku.. dan aku tahu aku tak pernah kehilangan hasrat untuk merindukan sukma yang padanya jiwaku selalu merasa lekat, sukmamu yang memikat.
mungkin ribuan kali telah kukatakan tentang rindu padamu yang selalu datang dengan pasti, sepasti mentari esok hari, dan pergi dengan enggan seperti sore yang enggan tergantikan oleh kegelapan malam. atau tak terhitung bilangnya kisah tentangku ketika malam datang menyergap dan aku tenggelam dalam-dalam di semerta kesendirian, menghitung gemerlap bintang-bintang yang selalu kupersonifikasikan sebagai wujud kehadiranmu, agar rindu tak terlalu membelenggu.
mungkin belum pernah kukatakan kepadamu, bahwa cinta tentangmu adalah semerta darah yang mengalir dan menghidupiku. dan rindu tentangmu adalah nafas yang kuhirup menggantikan resah yang kuhembuskan. mungkin masih ada yang kusimpan dibalik kesombonganku untuk mengakui apa yang sebenarnya terkandung di kedalaman ruang sadarku, sesuatu tentangmu yang entah kapan bisa kujelaskan dengan gamblang. dengan satu bahasa yang sederhana.
tapi malam ini semua menjadi jelas dan kusadari betapa semua itu sia-sia, mengekang keinginanku menumpahkan semua yang kurasa tentangmu. meski aku tahu mengatakannya kepadamu tak mungkin bisa merubah apa yang telah tersurat, setidaknya aku 'tak akan membiarkannya menjadi cerita yang hanya mengiang di kebisuan benakku secara berulang-ulang.
ada kisah tentangmu.
kisah bisu yang terentang begitu panjang, sepanjang paruh usia yang telah kulewati.
entah kapan, hari ini, besok, lusa, nanti, seribu tahun lagi, andai aku tak pernah sempat menceritakannya, mungkin cerita ini akan sampai kepadamu pada akhirnya. meski pada akhirnya akan sia-sia, tapi setidaknya ada satu gambaran tentangmu padaku yang bisa kau tahu..
bahwa kau begitu istimewa buatku!
Dear You...
aku harap kamu tidak akan bosan jika aku bilang aku merindukanmu. karena sesungguhnya aku tak pernah memiliki setitik pun rasa jemu untuk selalu mengingatmu, bahkan diluar sadarku.. dan aku tahu aku tak pernah kehilangan hasrat untuk merindukan sukma yang padanya jiwaku selalu merasa lekat, sukmamu yang memikat.
mungkin ribuan kali telah kukatakan tentang rindu padamu yang selalu datang dengan pasti, sepasti mentari esok hari, dan pergi dengan enggan seperti sore yang enggan tergantikan oleh kegelapan malam. atau tak terhitung bilangnya kisah tentangku ketika malam datang menyergap dan aku tenggelam dalam-dalam di semerta kesendirian, menghitung gemerlap bintang-bintang yang selalu kupersonifikasikan sebagai wujud kehadiranmu, agar rindu tak terlalu membelenggu.
mungkin belum pernah kukatakan kepadamu, bahwa cinta tentangmu adalah semerta darah yang mengalir dan menghidupiku. dan rindu tentangmu adalah nafas yang kuhirup menggantikan resah yang kuhembuskan. mungkin masih ada yang kusimpan dibalik kesombonganku untuk mengakui apa yang sebenarnya terkandung di kedalaman ruang sadarku, sesuatu tentangmu yang entah kapan bisa kujelaskan dengan gamblang. dengan satu bahasa yang sederhana.
tapi malam ini semua menjadi jelas dan kusadari betapa semua itu sia-sia, mengekang keinginanku menumpahkan semua yang kurasa tentangmu. meski aku tahu mengatakannya kepadamu tak mungkin bisa merubah apa yang telah tersurat, setidaknya aku 'tak akan membiarkannya menjadi cerita yang hanya mengiang di kebisuan benakku secara berulang-ulang.
ada kisah tentangmu.
kisah bisu yang terentang begitu panjang, sepanjang paruh usia yang telah kulewati.
entah kapan, hari ini, besok, lusa, nanti, seribu tahun lagi, andai aku tak pernah sempat menceritakannya, mungkin cerita ini akan sampai kepadamu pada akhirnya. meski pada akhirnya akan sia-sia, tapi setidaknya ada satu gambaran tentangmu padaku yang bisa kau tahu..
bahwa kau begitu istimewa buatku!
Tik.. tok.. tik.. tok..
Today's on It's Me...
Dear Blogger...
tik.. tok.. tik.. tok..
waktu berlalu. detik demi detik. tak pernah diam. membawaku pergi dari sesaat lalu hingga tiba di saat ini... dan terus mengajakku menuju saat nanti. begitu cepat. seakan tak menyisakan sedetik pun kesempatan untukku berdiam diri. sesaat saja aku terhenti, seketika aku menjadi bagian dari masa lalu. tertinggal oleh perubahan yang bergerak dengan pasti.
rasanya baru kemarin aku menghabiskan malam pergantian tahun 2004 dengan melakukan refleksi apa-apa yang telah aku lakukan. apa saja yang telah aku peroleh. apa saja yang ingin kuraih ditahun itu. lalu tiba-tiba saja aku dihadapkan pada satu kesadaran bahwa aku baru saja melewati satu lagi malam pergantian tahun. tahun baru 2006! dan sekarang sudah emmasuki bulan ke lima, hampir separuh perjalananku di tahun 2006 ini.
jadi apa yang telah kuperoleh tahun 2005 yang lalu? 2004 yang makin jadi sejarah.. hari ini??? ah, aku bahkan tak mampu mengingat satu pun hal positif yang bisa aku banggakan yang telah aku raih. begitu cepatnya perubahan terjadi. begitu cepatnya waktu berjalan. dan aku masih tenggelam dalam keasyikan berleha-leha dan tak tahu ingin melakukan apa. bahkan merencanakan pun aku tak sempat. begitu banyak yang ingin kuraih, namun begitu sempit waktu yang ada.
padahal saat ini pun aku baru saja ingin merebahkan kepala sekedar melepas kepenatan. mengumpulkan kembali nafas dan semangat yang tercerai berai.
Dear Blogger...
tik.. tok.. tik.. tok..
waktu berlalu. detik demi detik. tak pernah diam. membawaku pergi dari sesaat lalu hingga tiba di saat ini... dan terus mengajakku menuju saat nanti. begitu cepat. seakan tak menyisakan sedetik pun kesempatan untukku berdiam diri. sesaat saja aku terhenti, seketika aku menjadi bagian dari masa lalu. tertinggal oleh perubahan yang bergerak dengan pasti.
rasanya baru kemarin aku menghabiskan malam pergantian tahun 2004 dengan melakukan refleksi apa-apa yang telah aku lakukan. apa saja yang telah aku peroleh. apa saja yang ingin kuraih ditahun itu. lalu tiba-tiba saja aku dihadapkan pada satu kesadaran bahwa aku baru saja melewati satu lagi malam pergantian tahun. tahun baru 2006! dan sekarang sudah emmasuki bulan ke lima, hampir separuh perjalananku di tahun 2006 ini.
jadi apa yang telah kuperoleh tahun 2005 yang lalu? 2004 yang makin jadi sejarah.. hari ini??? ah, aku bahkan tak mampu mengingat satu pun hal positif yang bisa aku banggakan yang telah aku raih. begitu cepatnya perubahan terjadi. begitu cepatnya waktu berjalan. dan aku masih tenggelam dalam keasyikan berleha-leha dan tak tahu ingin melakukan apa. bahkan merencanakan pun aku tak sempat. begitu banyak yang ingin kuraih, namun begitu sempit waktu yang ada.
padahal saat ini pun aku baru saja ingin merebahkan kepala sekedar melepas kepenatan. mengumpulkan kembali nafas dan semangat yang tercerai berai.
Subscribe to:
Posts (Atom)