Showing posts with label #Words. Show all posts
Showing posts with label #Words. Show all posts

Jan 20, 2018

Kisah Seorang Dokter

Copas dari WA Group Teman

Kisah SEORANG DOKTER

Sejak pulang dari itikaf di masjid selama tiga  hari bersama jamaah dakwah, dokter Agus menjadi pribadi yang berbeda. Sedikit-sedikit bicaranya Allah, sedikit-sedikit bicaranya Rasulullah.

Cara makan dan cara tidurnya pun berbeda, katanya itulah cara tidur Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

Rupanya, pengalaman itikaf dan belajar di masjid betul-betul berkesan baginya. Ada semangat baru.

Namun beliau juga jadi lebih banyak merenung. Dia selalu teringat-ingat dengan kalimat yang dibicarakan amir jamaah.

“Obat tidak dapat menyembuhkan, yang menyembuhkan adalah Allah.

Obat bisa menyembuhkan berhajat kepada Allah, karena sunnatullah.

Sedang Allah menyembuhkan, tidak berhajat melalui obat.

Allah bisa menyembuhkan dengan obat atau bahkan tanpa obat.

Yang menyembuhkan bukanlah obat, yang menyembuhkan adalah Allah.”

Dia-pun merenung, bukan hanya obat, bahkan dokter pun tidak punya upaya untuk memberi kesembuhan. Yang memberi kesembuhan adalah Allah.

Sejak itu, sebelum memeriksa pasiennya, ia selalu bertanya.

“Bapak sebelum kesini sudah izin dulu kepada Allah?” atau “Sudah berdoa meminta kesembuhan kepada Allah?” atau “Sudah lapor dulu kepada Allah?"

Jika dijawab belum (kebanyakan memang belum), beliau meminta pasien tersebut mengambil air wudhu, dan shalat dua rakaat di tempat yang telah disediakan

Jika memberikan obat, beliau pun berpesan dengan kalimat yang sama. “Obat tidak bisa menyembuhkan, yang menyembuhkan adalah Allah. Namun berobat adalah sunnah dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan sebagai ikhtiar dan sunnatullah, agar Allah mau menyembuhkan”.

Ajaib! banyak pasien yang sembuh.

Jika diperiksa dengan ilmu medis, peluang sehatnya hampir tidak ada, ketika diberikan terapi “Yakin” yang diberikan beliau, menjadi sehat.

Pernah ada pasien yang mengeluh sakit, beliau minta agar orang tsb untuk shalat dua rakaat (minta ampun dan minta kesembuhan kepada Allah), ketika selesai shalat pasien tersebut langsung merasa sehat dan tidak jadi berobat.

Rudi, Asistennya bertanya, kenapa dia langsung sembuh?
Dr. Agus katakan, bisa jadi sumber sakitnya ada di hati, hati yang gersang karena jauh dari Allah.

Efek lain adalah pasiennya pulang dalam keadaan senang dan gembira. Karena tidak hanya fisiknya yang diobati, namun batinnya pun terobati.

Hati yang sehat, membuat fisik yang kuat. Dan sebaik-baik obat hati adalah Dzikir, Al-Quran, Wudhu, Shalat, Do'a dan tawakal pada Allah.

Pernah ada pasien yang jantungnya bermasalah dan harus dioperasi.

Selain “Yakin”, beliau juga mengajarkan terapi cara hidup Rasulullah. Pasien tersebut diminta mengamalkan satu sunnah saja, yaitu sunnah tidur. Sebelum tidur berwudhu, kalau bisa shalat dua rakaat, berdoa, berdzkir, menutup aurat, posisi kanan adalah kiblat, dan tubuh miring ke kanan.

Seminggu kemudian, pasien tersebut diperiksa. Alhamdulillah, tidak perlu dilakukan operasi. Allah telah memberi kesembuhan atasnya.

Ada juga pasien yang ginjalnya bermasalah. Beliau minta agar pasien tersebut mengamalkan sunnah makan dan sunnah di dalam WC. Makan dengan duduk sunnah sehingga posisi tubuh otomatis membagi perut menjadi 3 (udara, makanan, dan air). Kemudian buang air kecil dengan cara duduk sunnah, menguras habis-habis kencing yang tersisa dengan berdehem 3 kali, mengurut, dan membasuhnya dengan bersih.

Seminggu kemudian, saat diperiksa ternyata Allah berikan kesembuhan kepada orang tersebut.

Rudi pernah sedikit protes. Sejak melibatkan Allah, pasiennya jadi jarang bolak-balik dan berisiko mengurangi pendapatan beliau.
Namun Dr. Agus katakan bahwa rezeki adalah urusan Allah. Dan beliau jawab dengan kalimat yang sama dengan redaksi yang berbeda, bahwa “Sakitnya pasien tidak dapat mendatangkan rezeki, yang memberi rezeki adalah Allah. Allah juga bisa mendatangkan rezeki tanpa melalui sakitnya pasien”.

Enam bulan berikutnya seorang pasien yang pernah sembuh karena diminta shalat oleh beliau, datang ke klinik, mengucapkan terima kasih, dan berniat mengajak dokter serta asistennya umroh bulan depan.

Dr. Agus kemudian memanggil Rudi ke dalam ruangan. Sebenarnya beliau tahu bahwa Rudi ingin:  sekali berangkat umrah. Namun kali ini beliau ingin bertanya langsung dengannya.

“Rudi, bapak ini mengajak kita untuk umrah bulan depan, kamu bersedia?”

Rudi tidak menjawab, namun matanya berbinar, air matanya tampak mau jatuh.
“Sebelum menjawab, saya izin shalat dulu pak,” ucapnya lirih. Ia shalat lama sekali, sepertinya ini shalat dia yang paling khusyu'.

Pelan, terdengar dia terisak-isak menangis dalam doanya.
------
Demikian mudah-mudahan kisah yang di bagikan membawa banyak manfaat Amien

محي الدين زينوالدين

Dec 11, 2017

"KAMI TIDAK TAKUT! PASUKAN MUHAMMAD AKAN KEMBALI!"

"KAMI TIDAK TAKUT! PASUKAN MUHAMMAD AKAN KEMBALI!"

@liaasani_

Kalimat "kami tidak takut! Pasukan Muhammad akan kembali!" Adalah yel-yel anak-anak Palestina saat mereka kehilangan ibunya, kehilangan ayahnya, kehilangan kakaknya, adiknya, seluruh keluarganya ketika zionis Israel membantai mereka tanpa ampun.

Dengan penuh harapan mereka tak lelah menunggu sampai saat itu tiba, seperti saat pasukan khalifah Ummar Bin Khattab membebaskan bumi Syam dari kaum Yahudi, dan menyerahkannya pada ummat muslim yang kemudian wasilah Khalifah Ummar bin khattab itu dijaga oleh kekuasaan Islam dihampir 13 abad.

Percaya pasukan Muhammad Akan Kembali adalah salah satu kekuatan terbesar mereka bertahan disana untuk menjaga tanah suci Masjidil Aqsa. Tentu semua itu karena iman yang luar biasa, disaat mereka gadaikan seluruh hidupnya untuk agama, beriman bahwa Allah akan menolong mereka.

Ketika banyak dari mereka berguguran, mereka terus berjuang dengan harapan generasi selanjutnya yang akan merasakan kebebasan dibawah naungan Islam yang Allah janjikan. Mereka tak pernah lelah menunggu, tidak sama sekali. Walau entah kapan semua itu berakhir.

Jika saja mereka ingin mengungkapkannya, yakinlah mereka menaruh harapan besar kepada saudara-saudaranya yang seiman, seaqidah, sesama ummat Rasulullah. Namun enggan rasanya, karena mereka tau, kita yang disini sudah nyaman, sudah terlena bahkan banyak yang tak perduli.

Khalifah Nuruddin Zenki, saat mendengar suatu wilayah didzolimi serta dijajah, dan disana terdapat beberapa ummat Islam, ia segera mengirim pasukan dengan jumlah hampir seluruh yang dimilikinya, dan tidak dapat fokus dalam hal apapun selain memikirkan "apakah saudara muslim ku yang disana baik-baik saja?" Dan kembali tersenyum ketika didapatinya kemenangan.

Khalifah Syaifuddin Qutuz, khalifah shalih pada masa khilafah Abbasiyyah yang ketika hampir seluruh wilayah Islam dijajah oleh pasukan Mongol, yang ia fikirkan pertama kali untuk dibebaskan adalah Gaza Palestina. Karena tanah itu adalah tanah yang pertama kali diamanahkan oleh khalifah Ummar bin khattab. Dengan 20 ribu pasukan, Gaza dapat dibebaskan.

Kini, sudah berapa lama tanah syam dijajah? Ummat didzolimi, dilecehkan dan dibombardir tanpa sedikitpun belas kasihan, namun yang lain masih tenang-tenang saja, pemimpin-pemimpin muslim masih tertidur lelap, hanya kecaman selama puluhan tahun yang sedikitpun tidak berarti apa-apa bagi sang adidaya.

Pasukan Muhammad yang mereka tunggu adalah yang tidak akan kembali sebelum tanah syam dibebaskan, yang pantang mundur sebelum amanah tertunaikan. Tapi kapan? sedang ummat masih sibuk dengan nasionalisme nya. Kini Al -Aqsa hampir diratakan secara terang-terangan, masihkah mau diam?

Setidaknya, berdakwah lah untuk persatuan, hingga kita meraih kekuasaan, ketika kekuasaan itu ada di tangan ummat, pasukan Muhammad Akan Kembali. Jika tidak mau berdakwah, maka jangan menghalangi, karena mereka bukan menunggu kesadaran kalian yang hatinya membatu, mereka butuh saudaranya yang belum disadarkan namun kalian halangi dakwah kami.

"....dan apabila datang saat hukuman bagi (kaum Yahudi) yang kedua, (Kami datangkan pasukan Muhammad) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid(Al-Aqsa), sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai." (QS.17:7)

#YerusalemMilikPalestina
#AlAqsaMilikUmmatIslam
#KembalikanKejayaanIslam
#RevivingTheGoldenAge
#PasukanMuhammadAkanKembali
#KhilafahMinhajjinubiwwah

Dec 9, 2017

*BACALAH AGAR TIDAK MENJADI ABU JANDA !*

Dicopas dari group WA sebelah...

Dunia maya mengharu biru dengan kritikan-kritikan pedas terhadap Arya Permadi, atau yang lebih dikenal dengan Abu Janda Al Bolliwudi karena penampilan buruknya dalam debat ILC di TVone.  Debat dalam acara ini memang menghadirkan dua kubu: pendukung dan penentang gerakan 212.

Pendukung 212 diwakili oleh Fahri Hamzah, Fadli Zon, Felix Siauw dan Rocky Gerung. Penentang 212 diwakili oleh Abu Janda, Aan Anshori, dan Deny Siregar (Desi).

Namun sayang, debat antara dua kubu ini nggak imbang. Fadli Zon dan Rocky Gerung berbicara dengan intelektualitas yang tajam. Fahri Hamzah dan Felix beretorika dengan bahasa yang sangat fluent, logis dan rasional, menyentuh substansi persoalan yang sedang dibahas. Rocky Gerung jauh lebih dalam lagi menggali krisis nilai dan visi dalam kepemimpinan nasional kita.

Sebaliknya, Abu Janda gagal dalam menelisik substansi persoalan dalam diskusi. Bahkan Abu Janda sering salah dalam memilih diksi. Misalnya, dia salah ketika dia bilang bahwa lawan debatnya terjebak dalam “Logical Fallacy” karena peserta 212 memakai bendera hitam. “Kenapa tidak, merah, kuning…?”, katanya. Kalau Anda belajar tentang ‘logical fallacy’ baik dalam diskursus tulis menulis maupuan komunikasi verbal, bukan seperti ini pemaknaan logical fallacy.

Abu Janda juga melakukan ‘contradictio interminis’ ketika bilang: “Saya bukan ustadz dan tak tahu tentang hadits”. Tapi anehnya, dia mempersoalkan hadits tentang bendera yang diungkapkan oleh Felix Siauw. Ngaku nggak tahu, tapi masih juga berpendapat tentang sesuatu yang dia nggak tahu. Sebuah ‘ignorance’ yang sempurna !

Deny Siregar tak kalah menyedihkan.  Dia gagal membawa substansi persoalan kedalam arena diskusi. Dia hanya bicara masalah permukaan dan gagal memberikan perspektif yang cerdas atas aksi 212.

Saya kira Deny Siregar itu cerdas. Ternyata dia tak mampu melakukan ‘discourse analysis’ atas gerakan 212. Gerakan 212 itu sejaitnya adalah sebuah ‘teks sosial’ yang sebenarnya menarik untuk diberikan persepsi secara sosial, politik dan kebudayaan. Analisa yang mendalam dalam perkara-perkara ini yang saya tunggu dari Deni Siregar. Tapi cara ngomong Deny Siregar ternyata ‘mak plekenyik’ nan ecek ecek.

MASYARAKAT YANG JARANG BACA

Pertanyaannya, mengapa bangsa kita melahirkan gimik-gimik sosial seperti Abu Janda dan Deny Siregar yang gagap dalam menelaah persoalan secara mendalam? Dan mengapa masih banyak pengikut mereka yang masih memujanya? Lucunya lagi, mengapa ada ormas yang mengundang Abu Janda memberi ceramah dan pelatihan? Weka weka weka ! 

Jawaban saya singkat: Karena mereka tidak banyak membaca !

Memang, datangnya zaman now yang oleh Alvin Tofler disebut sebagai gelombang ketiga melahirkan banyak gadget. Informasi makin mudah didapat. Diseminasi informasi semakin massif.

Anehnya, ketersediaan informasi dan pengetahuan tak lantas membuat orang-orang zaman now gemar membaca. Banyak penelitian yang menemukan fakta bahwa kelemahan generasi milenial adalah malas membaca. Kesukaan mereka adalah informasi-informasi pendek yang sifatnya instan.

Akibatnya fatal. Generasi yang nggak banyak baca kehilangan critical thinkingnya, tak mampu menelaah, gagal menganalisa dan melakukan sintesa, gagal melihat persoalan dari berbagai sudut pandang.

Tak usah heran kalau generasi malas baca menjadi generasi yang tidak bisa berpikir independent. Kalau dia sudah suka sama satu tokoh politik, dia akan selalu menyanjungnya, sebrengsek apapun tokoh tsb. Dia tak bisa menerima kebenaran dari  tokoh politik lain yang dianggap musuhnya. Informasi yang dia cari pun adalah informasi yang mendukung opininya. Mindset nya adalah “either….’or’….Perspektifnya model kacamata kuda. Tak heran jika masih banyak yang suka Abu Janda.  Inilah model kaum yang mengalami stagnasi dan keterjajahan pikiran.

SOLUSINYA: BACALAH, AGAR TIDAK MENJADI ABU JANDA

Ray Bradbury, seorang sastrawan Amerika, berujar: “You don’t have to burn books to destroy a civilization. Just get people to stop reading them”. Tak perlu membakar buku untuk menghancurkan sebuah peradaban. Cukup suruh manusia-manusianya berhenti membaca.

Ketika anak-anak bangsa berhenti membaca, runtuhlah peradaban tersebut.

Dalam konteks individu, manusia-manusia pembaca akan tercerahkan. Luas wawasannya. Jauh pandangan cakrawala pengetahuannya. Bernas kata-katanya. Mendalam analisa-analisanya. Kokoh argumentasinya.

Manusia-manusia pembaca mampu membangun kemampuan dalam berpikir kritis dan analistis. Diskusi dan perdebatannya menjadikan ilmu dan hikmah makin kaya.

Sebaliknya, rendahnya budaya membaca menghasilkan manusia-manusia  yang dangkal pengetahuannya. Rabun jauh cakrawala pengetahuannya. Lemah argumentasinya. 
Manusia-manusia yang malas membaca cenderung menjadi kaum ‘nyinyirun’. Ujaran-ujaran di media sosial penuh ‘kenyinyiran’, “baper”, miskin argumentasi, tak bisa move on secara intelektual, sosial, politik dan budaya.

Oleh karenanya, Fran Lebowitz, seorang penulis dan pembicara publik, memberi nasehat: “Think before you speak. Read before you think”. Berpikirlah sebelum bicara dan membacalah sebelum berpikir, agar apa yang engkau bicarakan menjadi bernas, berbobot dan bermakna.

Ayo baca, biar tidak seperti Abu Janda !

Dec 8, 2017

Copas dari WA group tetangga

Seorang Profesor di Jepang melakukan Riset yang Mengejutkan...
.
1. *Maag* bukan hanya diakibatkan karena kesalahan pola makan, tapi justru lebih didominasi karena *stress*

2. *Hypertensi* bukan hanya diakibatkan oleh terlalu banyak konsumsi makanan yang asin, tapi lebih dominan karena kesalahan dalam me manage *emosi*.

3. *Kolesterol* bukan hanya diakibatkan oleh makanan berlemak, tapi rasa *malas berlebih* yang lebih dominan menimbun lemak.

4. *Asthma* bukan hanya karena terganggunya suplai oksigen ke paru-paru, tapi sering merasa *sedih* yang membuat kerja paru-paru tidak stabil.

5. *Diabetes* bukan hanya karena terlalu banyak konsumsi glucousa, tapi sikap *egois dan keras kepala* yang mengganggu fungsi pankreas.

6. Penyakit *liver* bukan hanya karena kesalahan pola tidur, tapi sifat *Suudzon* kepada orang lain yang justru merusak hati kita.

7. *Jantung koroner* bukan hanya diakibatkan oleh sumbatan pada aliran darah ke jantung, tapi *Jarang Sedekah* membuat jantung kita kurang merasakan ketenangan, sehingga detaknya tidak stabil.

Faktor penyebab penyakit adalah karena masalah- :
*Spiritual* 50%-
*Psikis* 25%-
*Sosial* 15%-
*Fisik* 10%

Jadi kalau kita ingin selalu sehat, perbaiki:

*Diri kita,*
*Pikiran kita,*
terutama hati kita dari segala jenis penyakit hati :
*hasad, hasud, iri, dengki, pendendam, fitnah, ghibah, riya, ujub, benci, amarah terpendam, sombong, pelit, su'udzon, egois, keras kepala, sedih, malas, dan lainnya*.

Perbanyak *istighfar dan mudah memaafkan.*

Lembutkan hati dan ikhlas kan yang sudah terjadi.

Banyak *bersyukur dan nikmati kebahagiaan sekecil apapun.*

Jalin persaudaraan yang mengajak dan selalu mengingatkan dalam kebaikan.

Serap ilmu dari arah mana saja. Dari kawan maupun lawan.

Karena seringkali ada hikmah tersembunyi dari kejadian yang menimpa orang-orang di sekitar kita.

SEMOGA BERMANFAAT

Dr. Dicky MSc MPH

.

Nov 9, 2017

Darurat Kristenisasi

https://www.nahimunkar.org/darurat-kristenisasi

*Darurat Kristenisasi*

“Perkembangan Kristen terpesat di dunia ada di Indonesia. 140 persen selama lima tahun. dan pemurtadan besar-besaran Muslim ada di negara Muslim terbesar di dunia, itulah Indonesia. Dua juta pertahun murtad..!” .

Pernyataan tersebut diucapkan Brigjen Pol (purn) Anton Tabah, anggota Komisi Hukum dan HAM Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, saat menghadiri soft launching Badan Koordinasi Penanggulangan Penodaan Agama (Bakorpa) di Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (15/4/2016).

Menurut Anton presentase penduduk Muslim di negri kita tercinta saat ini mengalami penurunan drastis. Menurut data yang dilansir, Muslim Indonesia saat ini hanya tinggal 73 persen. Bandingkan dengan tahun 1950 yang sebanyak 99 persen, 89 persen paska lengsernya Suharto dan terus menurun  sejak adanya reformasi.

http://www.nugarislurus.com/2016/04/polemik-temuan-data-2-juta-muslimin-indonesia-murtad-setiap-tahun.html

Pakar Kristenisasi kenamaan, ustad Munzir Situmorang, menegaskan kabupaten Sukabumi, Cianjur,  Ciamis dan sekitarnya sejak beberapa tahun belakangan telah menjadi target kristenisasi para misionaris. Di kabupaten Cianjur, tak jauh dari tempat wisata Taman Bunga Cipanas, berdiri sebuah tempat wisata ziarah Kristen terbesar di Asia tenggara. Di tempat ini ratusan pasien setiap hari datang untuk berobat gratis untuk kemudian dimurtadkan.

Sedangkan untuk Sumatra, ustad Munzir mendapat informasi bahwa Lampung, Jambi, Bengkulu dan Palembang  adalah daerah yang masuk target pemurtadan. Bahkan Aceh yang selama ini dikenal dengan julukan Serambi Mekah dan Sumbar yang dikenal sebagai gudangnya para ulama, tak luput dari sasaran kristenisasi ! Naudzubillah min dzalik.

Ustad asli Medan ini juga mengingatkan betapa para pemuda Muslim di negri mayoritas Muslim ini amat sangat rentan di murtadkan. Keimanan yang tipis dan pengetahuan keislaman minim adalah penyebab utamanya.

“Berapa banyak lulusan S2 luar negri namun jadi imam shalat jenazah orang-tuanya saja tidak mampu. Bahkan tidak sedikit shalat Subuh saja terlewat. Ironisnya, orang-tuanya tidak menganggap sebagai masalah serius !”, keluh ustad Munzir.

“Jangankan shalat Subuh berjamaah, cobalah tengok sekeliling bapak-ibu sekalian, adakah anak muda di ruangan ini ???  “, tanyanya lagi, getir.

Kegelisahan ustad Munzir tampaknya sangat beralasan. Benteng keimanan terkuat adalah keluarga. Sekalipun miskin, iming-iming bantuan keuangan maupun pelayanan kesehatan gratis yang menjadi ujung tombak misionaris, tapi bila keimanan kuat tentu tak mudah pemurtadan terjadi. Ironisnya, pemurtadan tak jarang dilakukan oleh umat Islam sendiri !

Bahkan belakangan muncul pula ulama-ulama NU nyleneh yang kerap membuat pernyataan menyimpang, seperti yang diakukan Said Aqil Siraj, yang belakangan terindikasi beraliansi dengan Syiah. Terakhir ia menyatakan bahwa pemimpin kafir yang baik lebih utama dari pada seorang Muslim tapi dzalim. Untuk itu ia nekad mengajak dan mempromosikan Hari Tanoe kepada para santri suatu pesantren. Di tempat tersebut konglomerat non Muslim sekaligus politikus yang dikenal kerap berpindah dari satu partai ke partai lain tersebut, disambut bak seorang ulama besar. Para santri berebut bersalaman dan mencium tangannya.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim”. (Terjemah QS. Al-Maidah (5):51).

Ayat di atas menunjukkan bahwa dzalim menurut kriteria Allah swt adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani. Jadi bagaimana mungkin seorang Said Aqil bisa mengatakan hal yang bertolak belakang. Anehnya ia bisa berhasil kembali terpilih sebagai ketua umum PBNU meski banyak tokoh NU menolaknya. Hingga akhirnya lahir NU garis lurus untuk menunjukkan bahwa ada NU yang tidak lurus alias melenceng.

Belum lagi tokoh-tokoh JIL ( Jaringan Islam Liberal) yang dengan ringannya suka menafsirkan ayat-ayat suci Al-Quran sesukanya tanpa mengacu hadist shoheh, dan seenaknya menyamakan semua agama adalah sama. Dengan lihainya mereka bertutur bahwa Injil maupun Al-Quran sama-sama diturunkan oleh  Sang Pencipta, Allah Azza wa Jala, Tuhannya semua orang, tanpa menerangkan terjadinya penyimpangan terhadap kitab yang dibawa nabi Isa as tersebut. Tentu bagi Muslim yang cetek ilmunya terdengar mengesankan, sekaligus menyesatkan!

Ini makin membuktikan bahwa JIL dan Syiah memang bukan Islam, dan sedang berusaha menghancurkan Islam dari dalam.

Menjadi pertanyaan besar, mungkinkah JIL dan Syiah adalah bagian dari “ The Grand Design New World Order Dajjal Si Mata Satu”?? Seperti juga penyebar isu Islam adalah teroris, penggagas ISIS yang jauh dari Islam dll, yang menjadi penyebab lahirnya Islamophobia akut. Ironisnya, korbannya bukan hanya non Muslim yang tidak pernah mengenal ajaran Islam tapi juga kaum Muslimin itu sendiri. Yaitu dengan munculnya rasa tidak percaya diri terhadap ke-Islam-annya … 😦

Ntahlah, yang pasti, Kristenisasi bukan isapan jempol belaka. Para misionaris tidak main-main dengan “ Gerakan Penuaian Jiwa dan Transformasi 2005-2020”, sebuah program kristenisasi yang terdiri atas W10/40  dan W4/14. W10/40 atau Window 10/40 adalah sebuah kode untuk kawasan yang terbentang dari 10 sampai 40 derajat Lintang Utara garis Khatulistiwa. Itulah negara-negara dari Afrika Barat sampai Asia Timur. Negara-negara  mayoritas berpenduduknya Muslim ini adalah sasaran misionaris untuk pemurtadan.

Sedangkan W4/14 atau Window/14 adalah rentang anak usia 4 hingga 14 tahun yang disasar misionaris untuk   digarap menjadi ujung tombak Kristenisasi. Mengapa 4 hingga 14 ? Karena itu adalah usia rentan dimana anak mudah diiming-imingi “kesenangan sesaat”. Diantaranya melalui hiburan seperti game online, mainan boneka, permen dan aneka permainan lain. Apalagi dengan kondisi saat ini dimana kedua orang-tua sibuk bekerja mencari nafkah dan mengejar karir.

Mereka menargetkan kedua program tersebut sepanjang tahun 2005-2020. Dapat dibayangkan bila sekarang saja, yaitu tahun 2016, mereka telah berhasil memurtadkan 2 juta Muslim pertahun, dan membuat persentase Muslim merosot hingga menjadi 73 persen, bagaimana pada tahun 2020 nanti ???  Alangkah mengerikannya !! Sementara kita tahu di Barat masyarakat, sebagian besar ilmuwannya pula, justru berbondong-bondong memeluk Islam.

Mungkin ada benarnya apa yang dikatakan Junaidi Salat, pemeran film tahun 70-an “ Ali Topan anak jalanan” yang menikahi gadis Batak kemudian murtad dan kini menjadi pendeta. Dengan lancang ia mengatakan bahwa sebagian besar orang Islam itu bodoh hIngga dengan mudahnya bisa dimurtadkan.  Pendeta ini menyatakan bahwa gereja tempat ia berdakwah, ditargetkan menjadi gereja yang diisi seluruhnya oleh jamaah mantan Muslim.

“Mantan Muslim yang jadi jamaah saya awalnya hanya 5 orang, Sekarang sudah mencapai ratusan”, aku pendeta yang suka memalsukan ayat-ayat Quran itu, dengan bangga.

http://www.kabarmakkah.com/2016/04/inna-lillahi-pdt-junaedi-palsukan-ayat.html

https://www.youtube.com/watch?v=AOnFr1SJ1PM

Video diatas memperlihatkan bagaimana seorang murtad memurtadkan teman dan keluarganya sendiri tanpa dalil yang jelas. Naudzu’billah min dzalik …

Berikut adalah ayat 30 – 36 surat Maryam yang menunjukkan Isa as hanyalah seorang nabi seperti juga nabi Muhammad saw, nabi Musa as, nabi Ibrahim as dll.

Berkata Isa:

“Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup, dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.

Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya:

“Jadilah”, maka jadilah ia. Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus”. 

Yang juga memprihatinkan adalah peran pemerintah yang terkesan tidak peduli terhadap fenomena ini. Salah satu contohnya adalah Fauzi Bowo. Mantan gubernur  DKI ini di akhir jabatannya malah meletakkan batu pertama pembangunan sebuah gereja raksasa seluas 6000m2 dengan kapasitas 6000 jamaah. Padahal penghuni area yang meliputi 5 kelurahan di Cipayung Jakarta Timur tersebut bukan mayoritas Kristen. Tentangan dari warga sekitar yang masih terus terjadi hingga detik ini sama sekali tidak digubris.

Bandingkan dengan apa yang terjadi di Papua ketika kaum Muslimin ingin membangun rumah ibadah meski hanya sekedar mushola, bukan masjid. Dengan beringas dengan celurit di tangan warga menghancurkan dan membakar mushola sederhana tersebut. Tidak hanya itu, bahkan Persekutuan Gereja resmi menolak adanya pembangungan masjid di Papua. Namun adakah media main stream yang menyoroti hal tersebut ? Dimana suara Komnas  HAM??

http://islamedia.id/komnas-ham-membisu-melihat-umat-islam-papua-dilarang-membangun-masjid/

Mungkin inilah saatnya para ulama dan pendakwah harus bersatu, menjauhkan perbedaan dan merekatkan persamaan. Bukan lagi saatnya mempermasalahkan perbedaan kecil apalagi hanya di cabang. Aqidah umat harus diperkuat. Dakwah harus dari segala arah, disesuaikan dengan yang didakwahi. Anak-anak muda sudah waktunya mendapat perhatian khusus, didakwahi dengan materi dan cara yang sesuai dengan perkembangan jiwa dan kebutuhan mereka. Merekalah yang kelak akan  meneruskan perjuangan dakwah yang makin lama makin berat.

Yang juga patut diingat, Islam bukan melulu agama langit yang mengabaikan kesejahteraan kehidupan dunia. Artinya zakat infak sedekah harus benar-benar mengena sasaran yaitu menghilangkan kemiskinan. Karena kemiskinan beresiko melunturkan keimanan. Oleh karenanya masjid harus dikembalikan fungsinya bukan sekedar sebagai tempat shalat tapi juga sebagai pelayanan bantuan rakyat miskin, baik untuk bantuan keuangan maupun kesehatan.

Kristenisasi lewat perut yaitu mereka yang miskin harta dan aqidah, layanan kesehatan dan anak-anak muda yang lemah iman memerlukan perlawanan dan persatuan dari seluruh komponen Islam. Islamphobia harus segera diatasi agar rasa tidak percaya diri kaum Muslimin yang imannya sejak awal memang sudah tipis tidak makin menjadi tipis bahkan pudar dan hilang.

Untuk itu diperlukan tokoh panutan demi mengembalikan rasa percaya diri mereka. Para ulama harus dapat meyakinkan umatnya perlunya mempelajari dan memperdalam ilmu agama, tidak hanya puas sebagai Islam terlahir. Pentingnya ber-akhlak mulia, menjaga silaturahmi, hormat kepada orang-tua dll.

Akhir kata, semoga Allah swt ridho menjaga kita dan keluarga kita dari fitnah akhir zaman yang sungguh mengerikan tersebut. Semoga Allah Azza wa Jalla memberi kita kekuatan dan kesabaran di tengah keterasingan  seperti terasingnya para sahabat 14 abad silam, aamiin Allahumma aamiin …

“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim).

Wallahu’alam bish shawwab...😢😢😢

Sep 28, 2017

Tiga Musibah Setiap Hari

*TIGA MUSIBAH SETIAP HARI*

Pada dasarnya....
Ada tiga musibah setiap hari
Yang menimpa kita sebagai hambaNya.

Tetapi sayang...
Sebagian besar kita tidak menyadari,
Bahkan sebagian besar kita tidak bisa mengambil hikmahnya.

*Musibah pertama......*

Setiap hari jatah usia kita terus berkurang
Tetapi berkurangnya usia ini lepas dari perhatian.

Sementara itu....
Ketika harta yang berkurang
Perhatian kita sangatlah luar biasa,
Padahal harta yang hilang bisa diganti
Sementra umur yang hilang tidak akan ada gantinya.

*Musibah ke dua.....*

Setiap hari kita hidup dengan rizki dari Nya
Sementara kita lalai dan lalai....,
Bahwa setiap rizki yang ada
Kelak akan dihisab oleh Nya.

Apabila rizki itu halal
Kelak akan ditanya....
Sudahkah kita mensyukurinya ?.

Apabila rizki itu haram.....
Maka Alloh Subhanahu Wa Ta'ala kelak mengadzab kita.

*Musibah ke tiga.....*

Disadari atau tidak,
Setiap hari kita melangkah mendekati akhirat,
Sebagaimana juga kita terus melangkah menjauhi dunia.

Tetapi perhatian kita terhadap akhirat yang kekal
Tidak sebesar perhatian kita terhadap dunia yang fana.

Sementara kita tidak tahu
Bagaimana akhir perjalanan kita kelak,
Apakah akan menjadi penghuni surga
Dengan segala keindahan dan kenikmatannya,
Ataukah menjadi penghuni neraka
Tempat segala adzab dan siksanya.

Sebanyak apapun harta dunia terkumpul,
Atau sebanyak apapun penghargaan dan jabatan teraih,
Semua tidak seindah kenikmatan yang menjadi impian
Dan dambaan Nabi Yusuf Alaihi Salaam :

توفني مسلماً وألحقني بالصالحين

_"Yaa Allah aku memohon padaMu...._
_Agar engkau mewafatkanku dalam keadaan Islam_
_Dan kumpulkanlah aku di surgaMu_
_Bersama hamba-hambaMu yang sholeh."_
_(QS. Yusuf : 101)._

*Sungguh !*
*Alangkah sedihnya hati ini....*
*Mendengar ungkapan Syeikh Muhammad Bin Sholeh Al Utsaimin :*
_"Apabila engkau merasa malas melakukan ketaatan,_
_Maka waspadalah......_
_Bisa jadi Alloh tidak suka kepada ibadahmu."_

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

وَلَٰكِن كَرِهَ اللَّهُ انبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ 

_"Allah benci terhadap ibadah mereka (orang-orang munafik)...._
_Dengan sebab itu Allah palingkan mereka dari ibadah tersebut."_
_(QS. At Taubat : 46)._

*_Yaa Allah......._*
*_Jangan engkau jadikan dunia ini impian terbesar kami,_*
*_Dan jangan pula dunia ini menyita waktu kami..._*

*_Ya Allah......._*
*_Jangan jadikan neraka sebagai akhir dari perjalanan kami,_*
*_Dan jadikan surgaMu sebagai rumah peristirahatan terakhir kami....._*

آمِيّنْ آمِيّنْ آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن

*SEMOGA BERMANFAAT*😢😢👳‍♀👨‍✈

Sep 27, 2017

#CerdasBermedsos

بسم الله الرحمن الرحيم
السلآم عليكم ورحمة الله وبركا ته

Oleh : Dimaz Fathroen, Praktisi Anti Hoax, Alumnus TI-ITB

To all forces...
.
.
Terlihat sejak bulan September 2017, JASMEV (Jokowi Ahok Social Media Volunteer) yang sudah kita tumbangkan lewat Aksi Bela Islam, kini mengubah strategi untuk melawan kita.
.
Mereka berpura-pura untuk menjadi MCA, lalu memposting fitnah tentang Rezim Jokowi. Supaya kita ikut terpancing  membagikan postingan mereka.
Tujuannya untuk merusak citra Muslim Cyber Army, supaya MCA dibenci oleh masyarakat dan ditindak secara hukum.
.
Jadi, untuk menyikapi itu. Ada beberapa hal yg mesti kita perhatikan:
-Jangan sembarangan membagikan postingan orang lain.
-Periksa terus profil akun yang membuat postingan itu.
.
Silahkan copas postingan saya ini, lalu posting di beranda mu. Supaya tidak ada lagi yang terjerat strategi mereka.
.
.
Aksi Bela Islam..
Allah Allahu Akbar..

Berangkat dari keprihatinan akan banyaknya berita hoax tersebar di media sosial, silakan simak 4 langkah berikut untuk mengecek berita, hoax atau bukan.

*Pertama*

Waspadalah bila berita memiliki 5 tanda berikut, karena ada kemungkinan hoax :

1. Ada kata2 :  Sebarkanlah! Viralkanlah! (dan sejenisnya).

2. Artikel penuh huruf besar dan tanda seru.

3. Merujuk ke kejadian dengan istilah kemarin, dua hari yang lalu, seminggu yang lalu, tanpa ada tanggal yang jelas.

4. Ada link berita asal, tapi waktu ditelusuri, beritanya sama sekali beda atau malah link sudah mati.

Tugas kita : cek dulu link yg ada di info tsb.

Contoh ketika ada berita Sri Mulyani antri Nike Great Sale berjam-jam. Ternyata nama sama, tapi bukan Menkeu, hehehe..

Untuk nomor 4 ini bisa juga ada link berita asal sangat umum, misalnya, sumber mui.or.id tanpa disertai link langsung ke beritanya.

5. Link berita asal lebih merupakan opini seseorang, bukan fakta. Beda opini dan fakta? Silakan dicari di google yaaa..

*Kedua*

Coba cari di google tema berita spesifik yang ingin dicek, diikuti dengan kata hoax di belakangnya. Biasanya kalau memang hoax, akan ketemu pembahasannya.

Contoh berita viral ttg rape drug progesterex yg membuat mandul.

Coba cari di google progesterex diikuti dengan kata hoax. Ketemu insya Allah.

Jadi tugas kita : cari di google dengan kata kunci yang  spesifik/unik.

*Ketiga*

Ini agak perlu ekstra niat. Kalau ada gambar beserta berita, save gambarnya, kemudian cari gambar sejenis di https://images.google.com/ (harus desktop mode, tidak bisa mobile mode).

Kadang ketemu artikel2 lain dengan gambar sejenis.

Kadang ketemu artikel lama yang sama sekali beda yang memakai gambar yang sama.

Cara mencari berdasarkan gambar (search by image) ada di link berikut :
https://www.google.com/intl/en-419/insidesearch/features/images/searchbyimage.html

*Keempat*

Sekarang sudah ada juga aplikasi untuk mengecek hoax:
http://hoaxanalyzer.com/

Silakan dicoba dan mari kita bebaskan media sosial dari berita hoax.

#cerdasbermedsos
#waspadahoax

❀••┈•❀••┈•📚🌺📚••┈•❀••┈•❀

www.muhyaproperty.tk

Sep 15, 2017

AHAD

Share ulang :

Kronologis kata "AHAD" diganti "MINGGU"

Alkisah; Sebelum Tahun 1960, tak pernah dijumpai nama hari yg bertuliskan "MINGGU" selalu tertulis hari "AHAD".

Begitu juga penanggalan di kalender tempo dulu,

masyarakat Indonesia tidak mengenal sebutan "Minggu".
Kita semua sepakat bahwa kalender atau penanggalan di Indonesia telah terbiasa dan terbudaya utk menyebut hari "AHAD" di dalam setiap pekan (7 hari) dan telah berlaku sejak periode yg cukup lama.

- Bahkan telah menjadi ketetapan di dalam Bahasa Indonesia.

- Lalu mengapa kini sebutan hari Ahad berubah menjadi hari Minggu?

- Kelompok dan kekuatan siapakah yang mengubahnya?

- Apa dasarnya ?

- Resmikah dan ada kesepakatankah?

Kita ketahui bersama bahwa nama hari yang telah resmi dan kokoh tercantum ke dalam penanggalan Indonesia sejak sebelum zaman penjajahan Belanda dahulu adalah dgn sebutan :

1. "Ahad" (al-Ahad = hari kesatu),

2. "Senin" (al-Itsnayn=hari kedua),

3. "Selasa" (al-Tsalaatsa' = hari ketiga)

4. "Rabu" (al-Arba'aa = hari keempat),

5. "Kamis" (al-Khamsatun = hari kelima),

6. "Jum'at" (al-Jumu'ah = hari keenam = hari berkumpul/berjamaah),

7. "Sabtu" (as-Sabat=hari ketujuh).

Nama hari tersebut sudah menjadi kebiasaan dan terpola di dalam semua kerajaan di Indonesia.

- Semua ini adalah karena jasa positif interaksi budaya secara elegan dan damai serta besarnya pengaruh masuknya agama Islam ke Indonesia yang membawa penanggalan Arab.

Sedangkan kata "MINGGU" diambil dari bahasa Portugis, "Domingo" (dari bahasa Latin Dies Dominicus yang berarti "Dia Do Senhor", atau "HARI TUHAN KITA").

=> Dalam bahasa Melayu yang lebih awal, kata ini dieja sebagai "Dominggu" dan baru sekitar akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, kata ini dieja sebagai "Minggu".

Jadi, kita pasti paham siapa yang dimaksud "TUHAN KITA", bagi yg beribadah di hari minggu.

Bagaimana ini bisa terjadi?

- Ada yang mengatakan dengan dana yang cukup besar dari luar Indonesia, dibuat membiayai monopoli pencetakan kalendar selama bertahun-tahun di Indonesia.

- Percetakan dibayar agar menihilkan (0) kata "AHAD" diganti dengan "MINGGU".

- Setetah kalender jadi, lalu dibagikan secara gratis atau dijual obral (sangat murah).
Dampaknya adalah:

- Masyarakat Indonesia secara tak sadar, akhirnya kata *Ahad* telah terganti menjadi *Minggu* di dalam penanggalan Indonesia.

Pentingkah?
Jawabannya :

"SANGAT PENTING" untuk upaya mengembalikan kata "Ahad" .

Bagi umat Islam adalah penting, karena :

- Kata "Ahad" mengingatkan kepada nama "Allah عزوجل " yg Maha "Ahad" sama dengan "MahaTunggal"/ "Maha Satu" / "Maha Esa".

- "Allah" tidak beranak dan tidak diperanakkan

- Kata "Ahad" dalam Islam adalah sebagai bagian sifat "Allah عزوجل " yang penting dan mengandung makna utuh melambangkan "ke-Maha-Esa-an Allah عزوجل ".

Oleh karena itu :

- Mari kita ganti "MINGGU" menjadi "AHAD".

- Apabila dalam 7 (tujuh) hari biasa disebut "SEMINGGU", yang tepat adalah disebut dengan "SEPEKAN", dan bukan "minggu depan", tapi "pekan depan".

Semoga hari ini penuh berkah buat kita dan keluarga.

Amin Ya Robbal 'Alamin.

Share ke teman sebanyak-banyaknya,
Mari mulai sekarang kembalikanlah hari *AHAD*

Sep 14, 2017

Sejarah Rohingya - Kasus Burma

🌔 SEJARAH ROHINGYA 🌔

##Kasus Burma##

Dr. Umar Abdul Kaafiy
(Profesor Theologi Islam dan Pengasuh Lembaga Pendidikan Al Qur'an International di Dubai)

Tidak mengapa kita memberikan 90 Menit dari waktu kita untuk mengetahui apa sebenarnya kasus tragedi Burma dan ummat Islam yang ada didalamnya.

Ringkasan Kisah:

Sebuah Negara tersendiri namanya Arakan dengan penduduk muslim sebanyak tiga juta jiwa.

Dimulai dari Masa mereka tersebarnya Islam di negara bersebelahan, namanya negara Burma dengan memiliki mayoritas penduduknya adalah beragama Budha.

Pada tahun 1784 atau sebelum 230 tahun yang lalu Kaum Budha sangat membenci Kaum Muslimin di Arakan dan memerangi mereka serta mereka membunuh kaum Muslimin yang ada didalamnya dan mereka (budha) memperlakukan mereka (kaum muslimin) seperti Boneka Mainan dan mereka (Budha) merebut Arakan menggabungkannya dengan Burma dan merubah namanya menjadi Myanmar.

Dan jadilah Arakan bagian dari Burma, dan jadilah Kaum Muslimin yang sebelumnya adalah didalam negaranya sendiri (sebelum direbut oleh budha) akhirnya menjadi Minoritas (jumlah mereka 3 atau 4 juta jiwa) sedangkan Kaum Budha jumlah mereka 50 Juta jiwa.

Kaum Muslimin menggabungkan desa-desa mereka yang terpisah dan hidup didalamnya, mereka berniaga didalamnya, dan didalamnya ada organisasi-organisasi yang membiayai para da'i dan masjid-masjid mereka.

Kemudian terjadilah Mereka orang-orang Burma yang beragama Budha menyerang desa-desa Kaum Muslimin untuk mengusir mereka dari rumah-rumah mereka.

Dan belum lama ini terjadilah pembantaian yang sangat mengerikan. Sekelompok Kaum Budha   membajak sebuah Bus yang membawa 10 orang da'i dari para penghafal Al Quran yang mana mereka berkeliling ke desa-desa Muslim mengajarkan mereka menghafal Al Quran dan mendakwahkan meraka kepada Alloh Ta'alaa, menikahkan mereka, dan mengajarkan mereka urusan-urusan agama mereka (Islam).

Yang sangat menyedikan, kelompok ini (Budha) yang membajak Bus para Da'i. Mereka menangkap para Da'i dan mengeluarkan mereka dari Bus, mereka memukuli para Da'i dengan pukulan yang keras kemudian menjadikan mereka (para da'i) permainan dengan melukai tubuh-tubuh mereka (para da'i) dengan berbagai jenis senjata tajam.

Kemudian mereka (Budha) mengikat Lidah-lidah para da'i dengan satu ikatan dan memotong lidah mereka sampai terpisah dari leher mereka tanpa ampun dan tanpa belas kasihan. Semua itu hanya karena untuk menyiksa mereka karena mereka selalu menyeru kepada Robb nya dan mengajarkan manusia agama islam dan al quran.

Kemudian... mereka (Budha) memotong-motong tubuh para da'i dengan senjata tajam mereka, memotong tangan-tangan dan kaki-kaki para da'i sehingga akhirnya mereka gugur  satu persatu. 🔪

Jadilah kaum Muslimin melakukan pembelaan terhadap para da'i, Imam Masjid, dan para Khotib mereka.

Kaum Budha menyambut pembelaan mereka (mengkondisikan perang) dan mulailah mereka (Budha) melakukan pembakaran desa, membakar rumah (kaum muslimin) satu demi satu sampai rumah yang dibakar berjumlah 2600 rumah. Terjadi gugurlah dalam peristiwa itu (kaum muslimin) dan gugur dalam usaha melarikan diri serta mengungsi dari desa tersebut 90.000 pengungsi melalui jalan laut dan darat, dan  pembantaian serta pembunuhan terhadap kaum muslimin masih saja terus berlangsung tidak berhenti.

Anak-anak Perempuan dan Istri-istri mereka diperkosa sampai mati dihadapan orang tua dan didepan mata keluarga mereka, dan mereka dibawah ancaman hunusan senjata tajam!

*kemudian, kemana hilangnya rasa marah kita..?!*

*setiap kita hanya bisa bertanya kepada diri sendiri apa yang harus aku lakukan untuk mereka..?!*

Kewajiban mu atas penderitaan mereka sekarang ada dua perkara:

*Pertama, Berdoalah untuk Mereka..!*

*Kedua, sebarkanlah berita tentang tragedi mereka sehingga manusia mengetahuinya!*

*DAN INI ADALAH SELEMAH-LEMAHNYA IMAN!*

Jika anda selesai membaca tulisan ini... lakukan perbuatan nyata apa saja yang dapat anda lakukan dengan hati nurani anda.. ini pun apabila anda masih memiliki hati nurani yang hidup..!!

Hasbunalloh wa ni'mal wakiil..

Sebarkanlah agar orang-orang arab dan kaum muslimin lainnya dapat mengetahui tragedi ini..

Jun 1, 2017

MEDIA KUNO BELANDA: FANATISME ISLAM DAN KHILAFAH, AKAR UTAMA PERLAWANAN NUSANTARA

*MEDIA KUNO BELANDA:* *_FANATISME ISLAM DAN KHILAFAH, AKAR UTAMA PERLAWANAN NUSANTARA_*

Tulisan berikut merupakan lanjutan dari bedah media massa kuno Belanda yang diterbitkan secara resmi oleh pemerintah Belanda pada artikel seraamedia sebelumnya. Perpustakaan Kerajaan Belanda telah merilis di internet surat kabar lama Belanda tahun 1618-1995. Surat kabar lama tersebut bisa memberikan informasi tentang peristiwa-peristiwa bersejarah yang ditulis pada saat peristiwa tersebut terjadi, sebelum ada pihak yang sempat duduk dan memikirkan bagaimana peristiwa tersebut ingin diingat oleh sejarah. (baca ulasan sebelumnya: Perjuangan Bangsa Indonesia Melawan Penjajah dalam Pandangan Media Kuno Belanda)

*Deskripsi Belanda tentang perlawanan di Indonesia*

Bertentangan dengan apa yang diklaim oleh buku-buku sejarah Belanda hari ini, Belanda menghadapi perlawanan secara terus-menerus selama periode 1859 – 1930. Mengenai kenyataan perlawanan ini, buku-buku sejarah ini mengklaim bahwa perlawanan di Indonesia disebabkan oleh nasionalisme. Dikatakan bahwa beberapa orang Indonesia menginginkan negara mereka sendiri dan karenanya memberontak melawan Belanda.

Namun klaim tersebut dibantah oleh apa yang diberitakan oleh surat kabar Belanda pada periode 1850 – 1930. Selama masa itu, pendapat umum yang muncul adalah Islam-lah yang menyebabkan Indonesia memberontak.

_Surat kabar Belanda pada periode 1850 – 1930 menungkap bahwa pendapat umum yang muncul saat itu adalah Islam-lah yang menyebabkan Indonesia memberontak._

Misalnya surat kabar Algemeen Handelsblad mengatakan pada tahun 1859 mengenai pemberontakan di Bandjarmasin yang telah disebutkan di atas:

“Kami ingin mempertimbangkan kembali penyebab kejadian di Bandjarmasin, berkaitan dengan kejadian pemberontakan lainnya di wilayah lain. Kami telah melihat bahwa, menurut laporan yang diterima oleh mister Van Twist dari sumber yang sangat andal, pemberontakan di bagian tenggara Kalimantan dapat ditandai sebagai Mohammedan, atau anti-Eropa”.

Dengan kata lain, menurut surat kabar Algemeen Handelsblad, kesamaan antara pemberontakan di Bandjarmasin, pemberontakan di Kalimantan, dan pemberontakan di bagian lain Indonesia, adalah bahwa semuanya disebabkan oleh keIslaman orang Indonesia.

Ketika melihat kasus-kasus perlawanan Indonesia lainnya melawan penguasa kolonial Belanda, surat kabar-surat kabar Belanda juga menuduh Islam sebagai akar permasalahannya. Misalnya pada tahun 1864 surat kabar Algemeen Handelsblad menulis tentang pemberontakan di Tegal: “Troeno (…) mencoba untuk membuat orang-orang Tegal memberontak melawan peraturan Eropa. (…) Ternyata dia menggunakan fanatisme sebagai alat untuk ini”. Kata fanatisme dalam surat kabar pada waktu itu berarti Islam.

Pada tahun 1885 surat kabar Het Nieuws van den Dag bahkan mengatakan bahwa orang Indonesia memandang perlawanan mereka sendiri sebagai Jihad, sebuah motivasi yang murni Islam. Jihad diterjemahkan menjadi prang sabil dalam bahasa Indonesia: _“Di Sukabumi, masyarakat sekarang memiliki lima tempat di mana kelompok-kelompok agama bisa berkumpul. (…) Orang-orang yang menjadi anggota kelompok ini, para fanatik, tetap bersama setelah sholat Jumat untuk membahas prang sabil, Perang Suci. (…) Lihat apa yang sedang terjadi di Sukabumi. Apakah ini tidak cukup berbahaya?”._

Sulit dibayangkan sebuah bukti yang lebih jelas yang menunjukkan bahwa perlawanan Indonesia melawan penjajahan Belanda dimotivasi oleh Islam.

Pada tahun 1894 surat kabar Algemeen Handelsblad bahkan menyatakan bahwa tidak ada penjelasan lain selain Islam yang bisa menjelaskan perlawanan terhadap Belanda:

“Ras yang berkuasa sangat toleran terhadap orang lain, pemberontakan di Pulau Lombok kemungkinan besar, menurut mereka yang akrab dengan mereka seperti Mr. Willemsen, disebabkan oleh fanatisme Muhammad.”

Dan ketika surat kabar tersebut Het Nieuws van den Dag menulis adanya hubungan antara perlawanan orang Indonesia dan bulan Ramadhan, maka ini hanya bisa dipahami bahwa perlawanan umat Islam Indonesia dimotivasi oleh Islam mereka: “Kemarin (…) di dekat Anak-Guleng ( …) terjadi penembakan yang signifikan. (…) Puasa telah dimulai dan seorang jahat yang meninggal selama masa ini di prang sabil pasti akan masuk surga.” Belanda menggunakan istilah “jahat” (evil person) untuk Muslim yang mati syahid .

Selama bertahun-tahun, surat kabar Belanda terus menyalahkan Islam sebagai motivator perlawanan di Indonesia. Misalnya pada tahun 1904, surat kabar Het Nieuws van den Dag menulis:

_“(…) Pada saat itu, seseorang memberi tahu dia bahwa benturan kekerasan telah terjadi di Sukabumi, yang menunjukkan kemiripan dengan pemberontakan di Sumedang dan Sidoarjo. Dia menganggap bahwa sumber dari pemberontakan ini adalah fanatisme.”_

Dan di tahun yang sama surat kabar ini menulis tentang pemberontakan di tempat lain:

_“Kekuatan disertai dengan fanatisme adalah sesuatu yang harus benar-benar kita pertimbangkan. (…) Akhir-akhir ini, kekuatan ini begitu besar, seperti yang bisa dilihat di Jambi, Korintji, Kepulauan Gaju. Tragedi di Tjilegon, seruan fanatisme di tempat lain, dan sekarang pemberontakan di Gedanggan, semuanya menjadi bukti. Keributan di Sidoarjo, yang pada dasarnya berada di bawah hidung dua pasukan kita, menunjukkan akan [berbahayanya] kekuatan ini. “_

Pada tahun 1907, penyebab perlawanan tidak berbeda, menurut surat kabar Het Nieuws van den Dag:

_“Di Serang, bahkan sebenarnya di seluruh wilayah Bantan, banyak orang yang bicara tentang pemberontakan yang terjadi baru-baru ini di Barong (…). Hal ini dapat dengan mudah dijelaskan, karena bukan rahasia lagi, bahwa orang-orang ini mempraktikkan fanatisme dan bahwa tidak banyak yang dibutuhkan untuk memulai terjadinya gerakan perlawanan yang lain.”_

Pada tahun 1908 juga sama:

_“Sekarang kita tahu bahwa (…) lagi-lagi Sekte Mohammedan, Satria, yang berada di balik semua ini, yang sekali lagi memberikan bukti bahwa pemerintah Indonesia bertindak kurang begitu tegas terhadap fanatisme ini yang mendapat motivasi dari barat, yang merongrong kekuasaan kita, dan menyebabkan bahaya yang terus menerus terhadapnya. (…) Perang Suci melawan “kuffar” terus didakwahkan, dan hampir sama sekali tak terduga sebelumnya, pada pertengahan bulan ini lagi, sebuah perlawanan yang sangat serius meletus.”_

Pada tahun 1910 surat kabar Sumatra Post menyalahkan Islam atas pemberontakan di Padang:

_“Sejak hari-hari [Pemberontakan] itu, tanda-tanda fanatisme mulai banyak muncul, dan betapa banyak di daerah Priaman, di Negara Bagian Bawah Tanah Padang, yag menjadi tempat berkembang biaknya orang-orang fanatik Mohammed dari sekte Satria—yang menurut laporan resmi, juga bertanggung jawab atas perlawanan bersenjata pada tahun 1908.”_

*_"Komentar-komentar di surat kabar Belanda mengenai kasus perlawanan di Indonesia memperjelas tentang adanya konsensus di Belanda bahwa keIslaman orang Indonesia adalah penyebab semua ini. Islam dipandang Belanda sebagai akar permasalahan. Mereka bahkan tidak menyebutkan tentang nasionalisme._*

Ini berarti bahwa buku sejarah hari ini di Belanda tidak hanya meremehkan perlawanan—ketika mereka mengatakan bahwa perlawanan hanya terjadi secara sporadis—Tapi mereka juga menggambarkannya dengan tidak tepat saat mereka mengatakan bahwa sumber utama perlawanan adalah karena aspirasi nasionalistik. Dan hal yang sama dapat dikatakan mengenai buku sejarah Indonesia saat ini: mereka menggambarkan perlawanan Indonesia melawan kolonialisme Belanda secara tidak benar ketika mereka mengatakan ini berasal dari aspirasi nasionalistik.

*Pandangan Belanda tentang perlawanan Indonesia: “Khilafah adalah penyebabnya”*

Pada periode 1850 – 1930 sebagian besar analis di surat kabar Belanda berpendapat bahwa masalah orang Belanda di Indonesia dimulai dengan hajinya Muslim Indonesia ke Mekkah. Misalnya pada tahun 1859 seorang analis di surat kabar Algemeen Handelsblad menulis:

_“Pendapat umum yang ada adalah bahwa penyebab pemberontakan sebagian besar dapat ditemukan di: (…) kedua, dalam peningkatan jumlah peziarah ke Mekkah, yang menyebabkan meningkatnya fanatisme, karena penduduk asli Indonesia termotivasi untuk memberontak melawan kekristenan dan dominasi Eropa.”_

Dan pada tahun 1866 surat kabar De Locomotief menulis:

_“Bahaya bagi keselamatan orang Jawa biasa meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah peziarah. Namun hal ini banyak diremehkan. Bahaya ini adalah sebuah fakta, tanpa bayangan keraguan.”_

Analis lain kemudian menjelaskan mengapa haji menjadi sumber semua masalah bagi Belanda di Indonesia. Surat kabar De Locomotief menulis pada tahun 1877:

*_“Semakin banyak jamaah haji pergi ke Mekkah, semakin meningkat fanatismenya.”_*

Dengan kata lain, Belanda melihat hubungan antara haji dan kekuatan keyakinan Islam di antara orang Indonesia. Ini karena haji, bagi jamaah haji, juga merupakan kesempatan untuk belajar lebih banyak tentang Islam. Pada periode 1850 – 1924, Khilafah masih ada. Hijaz, daerah sekitar Mekkah dan Madinah yang dikunjungi para peziarah, masih merupakan bagian dari kekhalifahan.

Jadi ketika orang Indonesia pergi haji, dia pergi ke sebuah negara yang didirikan berdasarkan Islam, di mana studi tentang Islam memiliki kedudukan besar di masyarakat, dan di mana orang dimotivasi oleh negara untuk belajar tentang Islam. Orang Indonesia membawa apa yang mereka pelajari di sana ke Indonesia, dan berbagi dengan sesama Muslim di Indonesia.

Lalu, apa yang dikhawatirkan oleh Belanda tentang pengetahuan keIslaman di kalangan orang Indonesia?

Jawaban atas pertanyaan ini adalah apa yang oleh Belanda disebut “pan-Islamisme”. Misalnya sebuah analisis di surat kabar Nieuwe Rotterdamsche Courant pada tahun 1915 mengatakan:

_“Di masa lalu, mungkin saja kita khawatir dengan keinginan berlebihan orang-orang Mohammedan di Indonesia untuk pergi haji, karena berbagai alasan. (…) Beberapa di antara mereka mendapat pengaruh pan-Islamisme di sana, dan kemudian ketika mereka kembali, memiliki pengaruh atas orang-orang sebangsanya.”_

Seorang analis yang menulis untuk surat kabar Het Nieuws van den Dag pada tahun 1911 mengatakan:

_“Kita tidak perlu lagi membicarakan tentang fanatisme di antara sebagian besar peziarah yang kembali. Ini sudah sangat terkenal, bahkan lebih berbahaya lagi di zaman kita saat ini. Saat ini, pan-Islamisme (…) mencoba membuat terobosan di mana-mana.”_

Dengan kata lain, ceramah tentang pan-Islamisme adalah masalah yang muncul dari pendidikan Islam di Mekkah dan Madinah. Apa yang dimaksud  dengan istilah pan-Islamisme? Pertanyaan ini dijelaskan oleh surat kabar Nieuw Tilburgsche Courant pada tahun 1900:

_“Istilah pan-Islamisme dipahami oleh orang Eropa sebagai ‘aspirasi diantara umat Islam untuk bersatu dalam satu negara. (…) Dimanakah ide pan-Islamisme ini berakar? Dalam hukum Mohammedan ortodoks, (yang mengatakan) bahwa semua pengikut Mohammad (Mohammedan), terlepas dari bangsanya, terlepas dari bahasa yang digunakan, harus menjadi satu komunitas ideal; Dan bahwa semua penguasa Mohammedan harus mengakui satu penguasa tertinggi. (…) Apa akibatnya? Bahwa penguasa yang kafir, sebagai masalah prinsip, tidak akan pernah diterima oleh orang-orang Mohammed ortodoks sebagai penguasa mereka yang sah. (…) Ini adalah suatu bahaya yang tak terbantahkan, untuk negara Kristen mana pun yang menjadikan Islam sebagai subjeknya, dalam tingkat yang lebih rendah atau lebih tinggi.”_

Atau seperti yang dikatakan oleh surat kabar Algemeen Handelsblad pada tahun 1910:

_“Para penceramah menjelaskan bahwa bagi orang-orang Mohammedan hanya aturan Khalifah—Sultan Turki—yang merupakan aturan yang sah. Mereka melihat bahwa semua aturan lainnya tidak sah, termasuk aturan kita di Indonesia. Karena itu, ajaran tentang Khilafah adalah elemen yang sangat berbahaya.”_

Dengan kata lain, Belanda menyadari bahwa Khilafah adalah pilar Islam. Dan Belanda menyadari bahwa pilar Islam ini memotivasi umat Islam Indonesia untuk terus menerus melawan penjajahan Belanda. Inilah yang dikatakan oleh surat kabar Het Nieuws van den Dag pada tahun 1897:

_“Pemerintah kita bisa mendapat banyak masalah dari ini. Karena, bagi kita, pan-Islamisme juga adalah musuh terbesar dan terhebat bagi perdamaian di wilayah koloni kita, sama seperti untuk semua negara Eropa lainnya yang menjadikan orang-orang Mohammedan sebagai subjek atau pihak yang mereka tundukkan.”_

Pemerintah Belanda menyadari hal ini, seperti yang ditunjukkan oleh sebuah laporan di surat kabar Nieuw Tilburgsche Courant tahun 1898:

_“Saat diskusi mengenai anggaran untuk pemerintahan kolonial di Indonesia pada tahun 1899, Mr. De Waal Malefijt mengungkapkan keprihatinan atas meningkatnya Mohammedanisme di Indonesia, yang menyebabkan pengaruh pan-Islamisme meningkat.”_

https://www.seraamedia.org/2017/05/23/media-kuno-belanda-fanatisme-islam-dan-khilafah-akar-utama-perlawanan-nusantara/

May 19, 2017

Ada Apa Dengan Tito Karnavian???

*ADA APA DENGAN TITO KARNAVIAN (KAPOLRI)*???

*HNW minta DPR segera panggil Kapolri*

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid menilai, sikap Polri dalam mengusut kasus-kasus pidana beberapa waktu belakangan sering menimbulkan pertanyaan besar. HNW menjelaskan, kasus-kasus seperti kasus makar, penistaan agama, dan teror terhadap penyidik KPK ditangani polisi dengan cara yang menurutnya tidak berdasarkan prinsip keadilan.

"Ketika pada umat Islam begitu agresif, demo hanya bisa hingga pukul 18.00, kalau yang dukung Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) sampai jam 2 pagi pun dibiarkan. Untuk mereka yang baru menyuarakan tentang 212 dan 313, langsung dilakukan penangkapan-penangkanpan, tapi Minahasa yang jelas-jelas deklarasikan kemerdekaan, justru tidak dilakukan apa pun," katanya saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (16/5).

Tidak hanya itu, HNW melanjutkan, contoh kasus pengusiran Gubernur Kalimantan Barat saat berkunjung ke Aceh dan membandingkannya dengan kasus penolakan Fahri Hamzah di Manado.

Pada saat kejadian di Aceh, kata dia, sebagian warga melakukan demonstrasi atas kedatangan gubernur Kalimantan Barat dan langsung dilakukan penangkapan.

"Sementara mereka yang melakukan anarkis di Bandara Manado, tapi tidak ada ditangkap apa pun," katanya.

Tidak hanya kasus konflik yang melibatkan massa, menurut HNW, yang patut ditanyakan juga terkait penembakan rumah ketua fraksi PKS yang kelanjutannya justru tragedi bunuh diri seorang anggota Brimob. Anggota Brimob ditemukan tewas bunuh diri karena stres setelah dilakukan pemeriksaan terkait dengan penembakan rumah Jazuli.

"Saya pikir ini patut dipanggil Kapolri dan harus dituntaskan, sebab ini aneh sekali rumah pak Jazuli itu ditembak, kemudian polisi yang melakukan pemeriksaan intensif, malah diperiksa dan bunuh diri. Apakah ada indikasi memang ada pihak kepolisian yang melakukan tindakan sehingga kemudian melibatkan Brimob, dan bunuh diri," jelasnya.

HNW berharap *Komisi III DPR RI melakukan tindakan tegas terhadap Kapolri* karena sikapnya terkait beberapa kasus tersebut.

"Tentu patut ditanyakan sikap polisi belakangan ini yang sebagiannya menimbulkan pertanyaan besar. Agar tidak menimbulkan spekulasi yang berkepanjangan sebaiknya komisi III memanggil Kapolri untuk menanyakan banyak hal," katanya.

Mari kita SEBARKAN, supaya Institusi POLRI di Indonesia *BEBAS DARI PENYALAHGUNAAN WEWENANG & DAPAT BETUL2 MENEGAKKAN KEADILAN...!

May 18, 2017

Tegakkan Tauhid, Berantas Syirik dan Bid'ah

MUTIARA HIKMAH dari para SALAFUS SHALIH

1.) 'ABDULLAH BIN MAS'UDرحمه الله

Beliau رحمه الله mengatakan, "Barang siapa yang ingin mengambil teladan, maka jadikanlah para sahabat Nabi sebagai teladan. Karena mereka adalah orang-orang yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling sedikit pembebanan diri, paling lurus dalam meniti hidayah, dan paling baik keadaannya. Mereka adalah sekelompok kaum yang telah Allah pilih untuk mendampingi Nabiصلى الله عليه وسلم. Maka kenalilah keutamaan mereka, ikutilah atsar-atsar mereka karena sesungguhnya mereka berada dalam petunjuk yang lurus.
(Jami' Bayanil 'ilmi wa fadhlih (no.1810), oleh Ibnu 'Abdil Barr)

2.) 'UMAR BIN 'ABDIL 'AZIZرحمه الله

Beliauرحمه الله berkata. "Rasulullah صلى الله عليه وسلم menganjurkan agar mengambil petunjuk para imam yang mempunyai ilmu, sebagai Sunnah yang kita ambil karena membenarkan Al-Qur'an dan sebagai bentuk taat kepada Allah سبحانه وتعالى serta menguatkan agama-Nya.

Barang siapa yang beramal dengannya, maka ia akan mendapat petunjuk, dan yang membelanya, maka dia akan di tolong.

Barang siapa yang menyelisihinya, maka ia telah mengikuti jalan selain jalanya para sahabat. Maka Allah akan palingan kemana ia berpaling, akan Allah campakkan kedalam neraka, dan Neraka adalah sejelek-jeleknya tempat kembali.
(Al-Muwafaqaat(IV/460), As-Syathibi, tahqiq: Masyhur Hasan Salman)

3.) IMAM ABU HANIFAHرحمه الله

Beliauرحمه الله berkata. "Wajib bagi kalian berpegang pada atsar dan jalannya para salaf. Waspadalah kalian dari setiap perkara yang baru, Karena sesungguhnya itu adalah bid'ah."
(Shaunul Manthiq(no,322), As-Suyuthi)

4.) IMAM MALIKرحمه الله

Beliau رحمه الله berkata, "Tidak akan baik akhir umat ini melainkan dengan apa yang telah baik oleh generasi pertama."

5.) IMAM ASY-SYAFI'Iرحمه الله

Beliau رحمه الله berkata، "Bid'ah itu adalah apa-apa yang menyelisihi Al-Qur'an atau As-Sunnah atau Atsar dari sebagian sahabat Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Maka, jadikan-lah setiap apa yang menyelisihi ucapan para sahabat adalah bid'ah."
(I'lamul Muwaqqi'iin(I/119))

6.) IMAM AHMAD BIN HANBALرحمه الله

Beliau  رحمه الله berkata, "pokok ajaran Sunnah menurut kami adalah: Berpegang teguh dengan apa-apa yang telah di tempuh oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم, Meneladani Beliau, serta meninggalkan bid'ah. Dan stiap bid'ah adalah kesesatan."
(Ushuulus Sunnah/ hlm.19)

7.) IMAM ABU MUHAMMAD AL-BARBAHARIرحمه الله

Beliauرحمه الله mengatakan, "Al-Haqq(kebenaran) adalah apa-apa yang datang dari sisi Allah عزوجل. Sunnah itu adalah Sunnahnya Rasulullah  صلى الله عليه وسلم, dan Jama'ah adalah apa-apa yang para sahabat Rasulullah berkumpul, dari para Khalifah Abu Bakar, 'Umar, dan Utsman. Barang siapa yang mencukukpan dirinya dengan Sunnahnya Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan apa-apa yang ditempuh para sahabat, maka ia akan beruntung, menang atas ahli Bid'ah, badannya akan tenang, dan agamanya akan selamat. Insyaa Allah.
(Syarhus Sunnah: hlm.105-106)

8.) IMAM ASY-SYATHIBIرحمه الله
Beliauرحمه الله mengatakan, "Setiap apa-apa yang datang menyelisihi petunjuk para As-Salafush shalih, maka itu adalah kesesatan yang nyata."
(Al-Muwafaqaat: lll/284)

Tegakkan Tauhid Berantas Syirik Dan Bid'ah

May 17, 2017

Dari Group WA tetangga sebelah

*Penting .. !!!*
Bacalah supaya mempersiapkan langkah antisipasi, *bergerak tapi tak terpancing*

Malam ini, kami mendapatkan informasi adanya *pertemuan beberapa kepala lembaga penegak hukum,* ada beberapa hal yang akan kami ungkap
*Aksi dukung Ahok akan dibuat saling berhadapan dgn aksi tandingan anti Ahok, dengan mengatasnamakan ormas* baik dipusat ataupun di daerah.               *TERKAIT DENGAN ADANYA AKSI SERENTAK YANG DI ADAKAN PADA TANGGAL 20 MEI MENDATANG* KAMI *MCB , FPI , LPI , GNPF-MUI BESERTA SAYAP JUANG, DAN ORMAS ISLAM LAIN NYA  *MENEGASKAN KEPADA SELURUH UMAT MUSLIM DI TANAH AIR AGAR TIDAK MENGIKUTI AKSI TERSEBUT & MEMBAWA ATRIBUT ORGANISASI MCB , FPI , LPI , GNPF-MUI MAUPUN BENDERA SAYAP JUANG ORMAS ISLAM*

*KARNA -: Simpul simpul intelejen penegak hukum yang memiliki massa di dalam ormas buatan* diminta untuk berkumpul Senin pagi pukul 11 siang.

*Simpul simpul intelejen akan membangun serta memobilisasi massa anti Ahok* dengan memanfaatkan issue issue yang berkembang
Kaops dan simpul kekuatan massa anti Ahok yang dimobilisasi, diharapkan bisa membawa bendera bendera ormas tertentu terkait anti Ahok.
Diharapkan kesiapan ditingkat resort dan sektor, *akan terjadinya aksi bentrokan kedua massa dan beberapa media telah dikondisikan*

Aksi tandingan mengatasnamakan anti aksi dukungan Ahok didatangkan dari silang antar daerah misal untuk Jakarta berasal dari Lampung
*Operasi ini untuk bertujuan meruntuhkan kepercayaan masyarakat kepada kekuatan aksi bela Islam*
Akan ada upaya pnggiringan secara massif dan sistematis dalam mbuat label negatif kpd aksi bela Islam dgn alasan kekerasan dan intimidasi.

Aksi dengan massa yang dimobilisasi ini adalah upaya penciptaan image negatif, dgn settingan bentrokan aksi kekerasan kpd massa pro ahok.

*Massa 'siluman' mengatasnamakan bagian dari kekuatan massa aksi bela Islam, akan diopinikan massa anarkis, kasar dan intimidatif*

Atas informasi yang kami terima tersebut, diharapkan untuk semua pihak mampu mengendalikan diri dan tidak mudah terpancing settingan
Berita tentang bentrokan, *aksi kekerasan serta intimidatif akan sengaja diciptakan adlh upaya tuk memancing prhatian dunia internasional*.
_Playing victim_ dan menempatkan massa pro ahok adalah korban dari kekerasan kekuatan mayoritas (disetting dan digambarkan)

Demikian informasi yang kami ungkap, brdasarkan pertemuan malam ini antara beberapa kepala lembaga penegak hukum termasuk didalamnya BIN.

*Mereka sedang berusaha membuat skenario bentrokan antara dua massa pro dan anti, sementara faktanya mereka sendiri yg buat.*

Hari Senin esok, mereka akan mulai memobilisasi massa anti Ahok *_(berasal dari rekrutan mereka sendiri dari ormas milik mereka)_*

Tingkatkan kewaspadaan *jangan mau diadu domba,* mareka sengaja melepaskan umpan dan pancingan.

Jangan sampai kita terpancing genderang perang yg sengaja mrk buat, *semua adalah pancingan,* sejak *kepolisian mmbiarkan aksi sampai malam*
Sejak mereka secara *sengaja melakukan aksi dengan tanpa ijin,* dan secara sengaja untuk menarik perhatian.

Semua dilakukan demi menarik kekuatan umat masuk ke gelanggang, demi penggiringan dan pembentukan opini versi mereka.

Karena kekuatan umat tak terpancing selama satu pekan ini, maka *mereka sengaja membentuk dan mmobilisasi massa siluman yang siap dipakai*
*Untuk membenarkan tuduhan, dan menyebarkan fitnahan keji* kepada umat yang justru tenang dan tak terpancing permainan mereka.

Umat yang aslinya sdng tenang tak tpancing issue apapun, justru dibuat sebagai pihak yang dipersalahkan akibat bentrokan yg diskenariokan.

Aksi penolakan terhadap aksi dukung Ahok akan menyebar ke seluruh daerah, dengan *skenario dan settingan bentrokan kekerasaan*

Semua itu demi opini negatif dan melegitimasi keburukan kpd kekuatan umat Islam sbg kekuatan mayoritas yg sejak awal mereka dengungkan..

*Ibu Pertiwi menangis melihat anak negeri sedang di adu domba oleh para pengkhianat negeri*, sampai kapan ini terjadi...

Sumber:
*MUHAMMAD FARHAN ALFATHIR*

KETUA *MCB

(SEBARKAN Secara bersamaan)

Sultan Brunei Kecam Aung San Suu Ki Yang Bela Ahok

*Sultan Brunei Kecam Aung San Suu Ki Yang Bela Ahok*

Eramuslim.com – Aung Sa Suu Ki tanpa malu melakukan kecaman terhadap perkara yang dia tidak kuasai yang terjadi di Indonesia mengenai penistaan agama yang dilakukan Ahok. Dengan seenak jidatnya dia mengecam Indonesia dan mengatakan hukum di Indonesia atas kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok tidak adil. Hal ini tidak saja memicu kegeraman bangsa Indonesia, namun juga kegeraman Sultan Brunei dan juga pemerintahan Diraja Malaysia.

Sultan Brunei Hassanal Bolkiah menanggapi pernyataan Myanmar dengan penuh amarah.

“Mereka munafik kelas berat yang buta mata dan hatinya. Bagaimana mereka mengecam Indonesia dengan begitu dahsyat sementara ribuan nyawa etnis Rohingya melayang sia-sia,” kecam Sultan Brunei

Sultan Brunei juga menjadi salah satu tokoh yang dibenci media barat setelah menerapkan Undang-Undang Islam di kerajaannya. Bahkan media dari Australia pernah memfitnah habis-habisan Sultan Brunei sebagai maniak seks yang otoriter setelah melarang kaum LGBT tinggal di Brunei.

“Dalam negara saya, kami mempraktikkan kemelayuan, Islamik, sistem Monarki dan kami akan mula mengamalkan Undang-undang Islam, Undang-undang Syariah. Islam berada di dalam Perlembagaan kami, identiti negara kami, hak kami, aturan cara hidup kami,” lanjut Sultan Brunei tegar, beda sekali dengan pemimpin di negara tetangga yang bisanya cengar-cengir kuda gak jelas.

“Saat kamu mendengar bahawa Islam dan Muslim membuat pendirian dan meneguhkan kepercayaan mereka, kamu menghakimi, kamu memboikot, kamu katakan ianya salah, ianya bodoh, ianya kejam. Sekali lagi, pergilah kepada kebimbangan yang kamu patut tumpukan pada yang telah saya beritahu sebelum ini,” akhir Sultan Brunei menanggapi Suu Kyi.

Sultan Brunei Kecam Aung San Suu Ki Yang Bela Ahok https://www.eramuslim.com/berita/nasional/sultan-brunei-kecam-aung-san-suu-ki-yang-bela-ahok.htm

Menangis Karena Takut Kepada Allah SWT

❤     *      *      *     *     *     *     ❤

*السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ .*

*MENANGIS KARENA TAKUT PADA ALLAH SWT*

Menangis adalah karunia Allah Subhannahu wa Ta'ala yang sangat besar yang diberikan kepada manusia. Setiap orang yang menangis tentu memiliki alasan-alasan yang berbeda antara satu dengan yang lain. Bisa jadi seseorang menangis karena takut pada sesuatu, karena bahagia, karena terharu, bisa jadi juga seseorang menangis karena iba, karena menderita, karena kehilangan sesuatu, kematian, musibah dan sebagainya. 

Namun ada satu tangisan yang sangat disenangi dan dipuji oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala , yaitu seseorang yang mengingat Allah Subhannahu wa Ta'ala lalu air matanya bercucuran karena merasa takut kepada-Nya. Dan sungguh luar biasa keutamaan yang akan diberikan Allah Subhannahu wa Ta'ala kepada orang yang bisa mencucurkan air mata karena takut pada-Nya. 

Keutamaan Menangis karena Takut kepada Allah Ta'ala. 

Menangis karena takut kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala memiliki kedudukkan yang sangat tinggi dan mulia di sisi Allah, sebagaimana ditegaskan dalam nash-nash Al-Qur'an maupun Hadits-hadits Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , diantaranya: 

Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala , artinya, 
"Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan kekhusyuan mereka bertambah". (QS. 17:109) 

Firman-Nya yang lain, artinya, 
"Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Rabbnya Yang tidak tampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar" (QS. 67:12) 

Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya, 
"Tujuh golongan yang mendapat naungan Allah pada suatu hari yang tidak ada naungan kecuali naungan Allah; …(dan disebutkan diantaranya) seseorang yang berzikir (ingat) kepada Allah dalam kesendiriannya kemudian air matanya mengalir" ( HR. al-Bukhari, Muslim dan lain-lainya ) 

Rasulullah bersabda, artinya, 
"Tidak akan masuk ke dalam api neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah hingga air susu ibu (yang sudah diminum oleh anaknya) kembali ke tempat asalnya" ( HR.at-Tirmidzi ) 

Sabda Rasulullah , artinya, "Barangsiapa yang mengingat Allah kemudian dia menangis sehingga air matanya mengalir jatuh ke bumi niscaya dia tidak akan diazab pada hari kiamat kelak" (HR. Al-Hakim dan dia berkata sanadnya shahih) 

Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya, 
"Semua mata pada hari Kiamat nanti akan menangis kecuali (ada beberapa mata yang tidak menangis) (pertama) mata yang dijaga dari hal-hal yang diharamkan Allah, (ke dua) mata yang digunakan untuk berjaga-jaga (pada malam hari) di jalan Allah, (ke tiga) mata yang darinya keluar sesuatu (menangis) walau (air mata yang keluar) hanya sekecil kepala seekor lalat karena takut pada Allah" ( HR.Ashbahâni ) 

Dari Ibnu Mas'ud Radhiallaahu anhu, Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya, 
"Setiap mukmin yang meneteskan air mata karena takut kepada Allah walau hanya sekecil kepala seekor lalat, lalu air matanya itu membasahi pipinya niscaya Allah haramkan neraka untuk menyentuhnya" (HR.Ibnu Majah, al-Baihaqi dan Ashbahâni ) 

Dari al-Abbâs Bin Abdul Muthallib Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya, 
"Dua jenis mata yang tidak tersentuh api neraka, (pertama) mata yang menangis (ditengah kesendirian) dimalam hari karena takut pada Allah Subhannahu wa Ta'ala , dan (kedua) mata yang digunakan untuk berjaga-jaga (pada malam hari) di jalan Allah." (HR. At-Thabrani) 

Dari Zaid Bin Arqom Radhiallaahu anhu , dia berkata, "Seseorang bertanya kepada Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , “Ya Rasulullah dengan apa aku membentengi diri dari api neraka? Rasulullah menjawab, “Dengan air matamu, karena mata yang menangis karena takut pada Allah niscaya neraka tidak akan menyentuhnya selama-lamanya" (HR. Ibnu Abi Dunya dan Ashbahâny) 

Kiat-kiat yang Mengantarkan Kita untuk Bisa Menangis. 

Memperbanyak membaca al-Qur'an dengan memahami maknanya, terutama ayat-ayat yang kita baca di dalam shalat, kemudian berusaha untuk merenungi dan meresapi maknanya ke dalam hati. Di samping itu pilih waktu, suasana dan tempat yang tepat, seperti tengah malam, ketika shalat tahajjud dan sebagainya. 

Jika hal ini bisa kita perhatikan, insya Allah akan membawa pengaruh yang berarti dalam kehidupan kita, sehingga kita akan mudah tersentuh dan menangis ketika membaca al-Qur'an, atau ketika sedang shalat. 

Diriwayatkan dari Abdullah bin Syukhair Radhiallaahu anhu dia berkata, "Aku mendatangi Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam yang sedang shalat, dan (aku mendengar) dari rongga dadanya ada gemuruh seperti gemuruh air mendidih dari periuk yang ada di atas tungku berapi, (disebabkan) karena tangisan beliau" (HR.Abu Daud dan at-Tirmidzi) 

Demikian juga Abu Bakar As-Shiddîq Radhiallaahu anhu, beliau sangat mudah tersentuh dengan bacaan Al-Qur'an dan selalu menangis tatkala melantunkan bacaan al-Qur'an. 
Juga Umar bin Khattab Radhiallaahu anhu apabila menjadi imam shalat Isya dan Subuh, beliau sering membaca surat Yusuf, dan setiap kali membaca surat ini maka beliau menangis dan suara tangisannya terdengar hingga shaf yang paling belakang, dan karena seringnya beliau menangis sehingga ada bekas menghitam di kedua pipinya. 

Mengenali Nama-Nama Allah yang Maha Tinggi dan Sifat-Sifat-Nya yang Agung sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah. Juga berusaha untuk merenungi kebesaran, keagungan, ketinggian dan kesempurnaan Allah melalui keindahan dan keunikan ciptaanNya, disertai dengan introspeksi atas kelemahan diri kita sebagai hambaNya. 

Menghadiri majlis-majlis ilmu, mendengarkan nasehat-nasehat para ulama yang bisa menyentuh batin kita, sehingga membuat kita menangis. Shalatlah berjamaah di belakang imam yang mudah menangis ketika melantunkan ayat-ayat suci al-Qur'an, simaklah kaset-kaset ceramah yang berisi nasehat-nasehat terutama mengenai tazkiyatun nafs, bacaan-bacaan murattal yang isinya penuh dengan kekhusyu'an dan tangisan. Suasana seperti itu bisa menyentuh dan mempengaruhi diri kita. 

Mengingat kematian kita. Bagaimana kita akan meregang nyawa mengadapi sakaratul maut dan kita ingatlah ajal kita yang semakin dekat ke ambang pintu kematian. Perhatikan bagaimana keadaan orang-orang yang sedang sakaratul maut, baik yang tampak padanya tanda-tanda khusnul khatimah ataupun sû`ul khatimah. Lalu renungkan kejadian-kejadian itu secara mendalam. Kemudian kita bayangkan jika kejadian-kejadian yang mengerikan itu menimpa diri kita sendiri, dengan tubuh yang semakin lemah, semakin dingin dan semakin tidak berdaya menghadapi kematian, dengan nafas yang tersengal-sengal meregang nyawa yang mau keluar. Tubuh kita menggigil menahan sakitnya sakaratul maut, lalu malaikat maut menarik nyawa dari tubuh kita yang sudah kaku tak bergerak. Hanya diri kita sendiri yang merasakan sakitnya sakaratul maut. Tak seorang pun bisa membantu untuk meringankan betapa sakitnya sakaratul maut, dan tak seorangpun bisa berbuat tatkala nyawa kita dipegang oleh Malaikat Maut. 

Setelah nyawa kita berpisah dengan jasad, berarti kita sudah meninggalkan dunia yang fana ini untuk selama-lamanya, maka orang-orang yang ada di sekeliling kita menangis sambil meneteskan air mata menyaksikan tubuh kita yang sudah tidak bernyawa. Lalu tubuh kita dimandikan, dikafani, lalu dishalatkan dan dikuburkan. Anak, istri, keluarga, kerabat dan teman kita mengantarkan jasad kita ke kuburan. Lalu setelah itu mereka meninggalkan kita sendirian di dalam kubur dengan pemandangan yang mengerikan, dan kita tidak tahu apakah kuburan kita itu menjadi taman surga atau justru lorong menuju ke neraka? Di tengah pekatnya kegelapan alam kubur yang menakutkan itu, tiada seorang pun yang menemani kita. Tiada seorang pun yang bisa menolong kita. Tiada seorang pun yang bisa memberi bantuan pada kita selain amalan yang merupakan bekal yang telah kita persiapkan semasa hidup. Kita hanya berharap agar semua amal ibadah yang sempat kita lakukan semasa hidup di dunia diterima Allah, karena sangat banyak amalan manusia yang tidak mendapat ridha Allah Subhannahu wa Ta'ala . Banyaknya amalan ibadah yang dilakukan oleh seseorang belum menjadi jaminan untuk terbebasnya dia dari azab kubur kecuali apabila Allah berkenan menerimannya. 

Mengingat dan membayang kan kedahsyatan hari Kiamat. Pada hari itu terdengar tiupan pertama terompet malikat Israfil yang sangat dahsyat, sehingga menggelegarkan alam jagat raya ini dan seluruh isinya. Semua makhluk dicekam ketakutan. Semua manusia dalam kebingungan, panik, dan sangat takut. Mereka semua seperti orang yang sedang mabuk. Semua lari tapi entah ke mana tujuannya. Pada hari itu seorang ibu yang sedang menyusui anaknya tidak peduli lagi dengan anak yang sedang dia susui. Seorang bapak tidak bisa berbuat apa pun untuk menolong anak dan istrinya. Semua hanya mengurusi diri sendiri tapi tidak ada yang bisa diperbuat. Semuanya dicekam ketakutan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Lalu terdengar lagi suara tiupan terompet malikat Israfil untuk yang ke dua kali. Semua makhluk semakin histeris lalu semuanya musnah. Bumi, gunung, bangunan dan apa saja yang ada semuanya hancur. Semuanya mati dan tiada satupun makluk yang selamat dan lolos dari kehancuran alam semesta ini. 

Mengingat Murka Allah kepada umat-umat terdahulu, seperti umat nabi Luth alaihissalam. Mereka dibinasakan dengan hujan batu, lalu bumi mereka dibalikkan oleh Allah Ta'alakarena mereka bergelimang dengan dosa liwath (gay/ homoseksual). Dan masih banyak lagi umat-umat terdahulu yang dihancurkan Allah Ta'ala karena kedurhakaan mereka kepada-Nya. 

Ingatlah Kondisi Ummat Islam di masa lalu yang penuh dengan kejayaan dan kemuliaan, lalu bandingkan dengan kondisi kita saat ini yang begitu lemah dan dihinakan. 

Memperbanyak Do'a agar Allah Ta'alamenganugerahkan karunia-Nya kepada kita agar bisa menangis karena takut padaNya. Hendaklah kita selalu bermunajat pada-Nya dan sungguh-sungguh dalam berdo'a agar kita dijauhkan dari hati yang tidak khusyu' dan mata yang tidak bisa menangis. 

Jangan Meremehkan Dosa, karena dosa sekecil apa pun akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Ibnu Mas'ud ra berkata, “Sesungguhnya seorang mukmin melihat dosa-dosanya seakan-akan dia berada di bawah sebuah gunung dan dia khawatir kalau gunung itu ditimpakan kepadanya. Sedangkan seorang fasik melihat dosa-dosanya seperti dia melihat seekor lalat yang bertengger di hidungnya.

Semoga Allah Ta'ala menjadikan kita termasuk hambaNya yang senantiasa menangis karena takut padaNya. 
(Abu Abdillah Dzahabi)

Dicopypaste dari sumber: http://ceramahkultum.blogspot.co.id

Fitnah dunia yang semakin hebat

https://m.detik.com/news/berita/3502268/polisi-kak-emma-akui-chat-audio-dengan-firza-di-baladacintarizieq

EKSLUSIF: DETIK ATAU POLISI YG BOHONG

Baru saja saya akan memejamkan mata, saat saya menerima tilpon dari seorang wanita  Ternyata beliau  Umi Emma ( Fatimah Husein Asegaf  MA), istri mantan ketua FPI , Habib Muhsin Ahmad al _Attas LC , yg sekarang duduk sebagai Dewan Syuro FPI.

Singkat cerita, Umi Emma ini namanya disebut -sebut pernah Chat dengan Firsa , dimana disebutkan seolah Firsa pernah curhat berkait dengan hubungannya dengan Habib Rizieq. 

Berkait dengan hal tersebut, maka Umi Umma  pun dipangil polisi sebagai saksi dan sudah empat kali ( termasuk hari ini), namun sungguh TERKEJUT luar bisa Umi Emma manakala di detik hari ini termuat berita, bahwa dia mengakui pernah chat sama Firza.

Bagaimana Ummi tidak terkejut, karena hari ini saat dipanggil polisi dia yg sudah datang ditemani kawannya, ternyata sampai kantor polisi malah tidak ditanyain apa-apa, bahkan Penyedik yg bernama Ferdi justru minta maaf, karena hari ini tidak ada pemeriksaan . "Bagaimana saya mengakui, saya ditanya saja tidak, malah polisi minta maaf dan menyuruh saya pulang, " tutur Umi Emma.

Bahkan dalam pemeriksaan sebelumnya sebanyak tiga kali, Ummi Emma  juga tidak pernah mengakui melakukan chat dengan Firza berkait dengan  kasus yg ramai saat ini dimana seolah Firza curhat soal Habib Rizieq pada Umi Emma yg dalam chat itu dipanggil  Kak Emma.

Diceritakan Umi Emma, dan juga telah disampaikan ke polisi , bahwa dia memang mengenal Firza, tapi sebatas masalah tak'lim. Karena Umi Emma ini di  organisasi Mujahidah Pejuang Islam atau MPI (sayap FPI)  dia membawahi bagian dakwah, jadi dia dihubungi Firza untuk ikut Tak'lim .  Bersama rombongan yg lain, Umi Emma mengajak Firza ikut Tak'lim tiga kali yaitu di Petamburan 1 kali dan di Mega Mendung 2 kali. Selebihnya dia tidak menggenal Firza secara dekat atau pribadi.

Umi Emma ini sejak remaja malah kawan akrab Umi Fadlun, istri Habib Rizieq, karena suami mereka bersama -sama kuliah di Arab Saudi.

Jadi bagaimana logikanya masak Firza yg disebut selingkuhannya Habib Rizieq, curhat pada Umi Emma soal Habib Rizieq pada Umi Emma yg sahabtnya Umi Fadlun, istri Habib Rizieq.

Saat menilpon saya  tadi Umi Emma berkali -kali membantah keras , bahwa dia pernah mengakui dia melakukan chat dengan Firza berkait dengan Habib Rizieq.
Oh ya ditambahkan tadi sama Umi Emma, saat dia tadi disuruh pulang oleh polisi karena tidak ada pemeriksaan, oleh Polisi dia disuruh melalui pintu belakang, karena kata polisi di depan banyak wartawan. Namun anehnya mobil yg ditumpangi suruh melewati gerumbulan wartawan.

Nah teman, sekarang Anda nilai sendiri , Detik yg membuat berita bohong atau Pak Politi yg memberikan keterangan tidak sesui apa yg disampikan Umi Emma?

May 16, 2017

De-Islamisasi Indonesia

*De-Islamisasi Indonesia*

Oleh: Felix Siauw

Yang namanya kebetulan itu terjadi satu dua kali masih wajar, tapi bila terjadi berkali-kali, maka itu bisa disebut modus. Dalam matematika modus biasanya punya pola

Tidak hanya pola, tapi modus biasanya juga berisi sebuah pesan dari perancangnya, baik ia sadari ataukah tidak, dari situ kita bisa melihat yang harusnya tak terlihat

Kejadian akhir-akhir ini menunjukkan kepada kita pola tersebut, sebab terlalu banyak kebetulan yang terjadi. Yang bisa kita lihat, ada upaya sistematis de-Islamisasi

Negeri ini mayoritasnya Muslim, pemerintahnya pun Muslim, tapi aksi de-Islamisasi ini sesungguhnya sudah berjalan sangat lama, dari negeri ini merdeka bahkan

Pelaku de-Islamisasi ini berusaha mereduksi peran Muslim dalam kemerdekaan Indonesia, juga mengaburkan fakta bahwa Islamlah yang menjadi inspirasi kemerdekaan

Lebih daripada itu, pelaku de-Islamisasi ini mencoba menutup fakta bahwa dulu penjajah itu datang membawa 3G yang mana itulah sumber kesengsaraan ummat di nusantara

Adalah gold (emas), gospel (injil), glory (jaya), yang mewakili kepentingan kapitalis, misionaris, dan imperialis. Mereka tak hanya inginkan harta, tapi juga tahta dan agama

Maka bangkitlah perlawanan kaum Muslim oleh para ulama, yang menyeru kaum Muslim menegakkan agama Islam, yang memang musuh alami dari keserahakan

Dari ujung barat hingga timur bergejolak, ulama memberi fatwa bahwa membela tanah dan harta bagian dari seruan agama, sebab memang begitulah penjagaan dalam Islam

Negeri ini berhasil dimerdekakan dari penjajah, agar tak lagi pecah dan terjajah, maka disatukanlah dengan semangat yang memerdekannya, yaitu karena Allah

Sejarah menghantarkan kita bagaimana modus ini bermula dari hilangnya 7 kata *"dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya",* lalu berlanjut

Islam yang menginspirasi perjuangan gagal diinstall dalam negeri tercinta, ulama-ulama yang memperjuangkannya lalu ditekan, bahkan dikriminalisasi

Belum usai sampai disitu, tokoh-tokoh Islam seperti Muhammad Natsir dan Buya Hamka pun kembali melanjutkan cita-cita ulama pendahulu seperti Ki Bagus Hadikusumo

Sejarah kembali mencatat, upaya de-Islamisasi itu kembali berhasil, syariat Islam kembali gagal menjadi dasar negara, yang memperjuangkannya lalu dipenjara

Tahun demi tahun berganti, namun upaya *menjauhkan Islam* dari kaum Muslim tak berhenti, sekulerisasi mulai merata di seantero negeri, *Muslim tapi tak paham Islam*.

*Islam direduksi hanya sekedar ibadah ritual*, sementara Allah seolah hanya ada di masjid dan bulan ramadhan, negara seolah steril dari pengawasan dan hukum Allah.

Sementara penjajahan gaya baru mulai mencengkram negeri ini, kekayaan Indonesia dikuasai segelintir, tapi para kapitalis tidak puas, mereka inginkan lebih lagi, seluruh negeri

Bila selama ini para kapitalis puas hanya membackup mereka yang berkuasa, kini mereka ingin lebih, mereka ingin jadi penguasa itu sendiri, lebih leluasa

*3G itu seolah berulang kembali, Gold-Gospel-Glory*, mereka mulai menggunakan pengaruhnya lewat politik pencitraan, tak mau lagi salah kedua kalinya.

Bila dulu mereka gagal lewat penjajahan fisik, maka mereka sudah belajar, *sekarang mereka coba masuk lewat perang pemikiran, penjajahan model baru.*

Hampir saja mereka berhasil, hanya saja *Allah berkehendak lain, terjadilah kasus Al-Maidah 51*, lidah si penista jadi blunder bagi rencana besar penjajah model baru ini.

Ummat Muslim seolah bangkit dari tidur panjangnya, momen ini seolah teguran Allah sekaligus penyatu segenap ummat. Dengan gagahnya ummat membela Al-Quran.

*Gerakan aqidah* yang awalnya diremehkan ini menjadi gelombang raksasa yang siap melumat apapun, namun *tetap santun dalam aksinya, berakhlak mulia.*

Ummat tak segan-segan mengorbankan hartanya, silaukhuwah dengan mudah terjalin antar gerakan Islam, kelompok Islam bersatu turun ke jalan membela agamanya

Airmata berderai saat menyaksikan kalimat takbir, tahmid, tahlil, berpadu dengan kibar bendera tauhid, senyum-senyum ikhlas yang takkan terlupakan sampai kapanpun

Disinilah *para penjajah menjadi gerah, rencana mereka bisa hancur* bila kaum Muslim bersatu dan sadar apa yang terjadi, semangat Islam naik secara drastis

*Mulailah polarisasi dilakukan* untuk meredam kaum Muslim, khas cara syaitan menakut-nakuti manusia. *Muncullah tuduhan-tuduhan pada mereka yang membela agamanya*

Mulai dari makar, menggoyang negara, kudeta, sampai anti-kebhinekaan, anti-pancasila, anti-NKRI, termasuk radikal, ekstrim dan benih terorisme

*Tapi ummat tak lekang keberaniannya*, aksi 411 diikuti 212 begitu herois, mereka tahu persis karena Allah saja mereka bergerak, maka mereka tak takut apapun

*Ancaman ditingkatkan,* ulama-ulama yang terkait aksi #BelaIslam dikriminalisasi, dicari-cari alasan untuk menjerat, mulai dari prasangka hingga murni fitnah

Dari cara legal sampai cara nakal, *kepercayaan terhadap ulama terus digerus,* para penjajah menggunakan seluruh kartu yang bisa mereka mainkan, at all cost

Sementara sang penista berusaha terus-menerus diselamatkan, mulai dari menuduh penyebar video sebagai penyebabnya, sampai aksi #BelaIslam adalah bayaran

Mereka menggelari sang penista dan komplotannya dengan simbol kebhinekaan, paling pancasila, paling NKRI, sunan, santri kehormatan, pokoknya dewa

*Ummat tak berhenti, karena Allah yang menggerakkan* mereka, bahkan saat jaksa mencoba memainkan tuntuntan, ummat tetap setia mengawal hukum agar ditegakkan

Alhamdulilah, sang penista mendapatkan hukumannya. *De-Islamisasi yang mereka rancang sedari dulu berantakan, ummat malah makin dekat dengan Islamnya*

Tapi para penjajah ini tak mau berhenti, the show must go on. Maka dimainkanlah modus lama, de-Islamisasi degan cara yang lebih keras, lebih kasar, tak terhormat

Bila Natsir dan kawan-kawan dulu dianggap pembangkang dan pemberontak, hari ini gelar ini juga diberikan pada mereka yang konsisten untuk memperjuangkan syariat Islam

Dan Hizbut Tahrir mendapatkan kehormatan pertama kali untuk masuk dalam ujian ini. Wacana pembubaran dilempar, lalu lihat bagaimana reaksi ummat Muslim semuanya

*Yang ingin saya sampaikan sedari tadi, masihkah kita tak sadar bahwa ini rangkaian de-Islamisasi yang sama sejak masa penjajahan? Hanya saja beda penjajahnya.*

Arus Islam yang sedemikian kuat dan dahsyat ini harus dibuat lemah. Bagaimana caranya? Bubarkan mereka, adu kelompok yang tersisa, buat saling tidak percaya

Kali ini fitnah semua sudah mengarah kesana, dan ujian kini bagi kita kelompok Islam adalah bagaimana tetap menyatu dan membahu menghadapi de-Islamisasi ini

Apalah Hizbut Tahrir dibandingkan kelompok lain di negeri ini, hanya saja kita perlu ketahui, ini bagian pelemahan kekuatan ummat, satu persatu akan mendapat giliran

Masyumi dulu pernah merasakan hal yang sama, tokoh-tokoh Islam yang sekarang kita kagumi pun pernah mendapatkan tuduhan yang sama, itu modus bukan kebetulan

Di sisi lain, gerakan-gerakan yang mendukung penista agama walau anarkis terkesan dibiarkan, tak seperti aksi #BelaIslam yang bahkan mujahid Camis harus berjalan kaki

Hari ini Hizbut Tahrir diwacanakan dibubarkan, wacana FPI untuk dibubarkan pun sudah diramaikan, yang berada di depan dalam amar ma'ruf nahi munkar, dihabisi dulu

*Kini ujian itu di depan mata kita, mampukah kita solid untuk senantiasa bersama dalam perjuangan ini, hingga Allah berkenan menyatukan hati-hati kita*

Yang jelas, cara-cara keras, kasar dan tak terhormat ini takkan dilakukan bila tidak ada kepanikan. Bahwasanya para penjajah itu tahu Islam di ambang kebangkitan

Para penjajah itu mungkin sudah merancang segalanya, tapi Allah pun sudah merancang yang lainnya, dan adalah Allah yang paling indah rancangannya

Upaya de-Islamisasi akan terus mereka lanjutkan, dan kita pun akan tetap melanjutkan dakwah apapun urusannya. Sebab dakwah takkan pernah terhenti.

Apr 21, 2017

Beruntung


Setiap kali aku melihat sosok wanita tua renta, aku selalu merasa bersyukur. Bersyukur mengingat aku dan istri masih memiliki Ibu dan Ibu mertuaku. Bersyukur karena kami masih bisa bersama mereka, menemani mereka, dimasa tuanya

Alhamdulillah, baik Ibu dan Ibu mertuaku masih bisa menemani kami hingga usia mereka saat ini, 80 dan 3 tahun.

Meski terkadang timbul perasaan yang tak bisa kujelaskan sebagai apa, tiap kali menatap mereka, aku selalu merasa rindu. Rindu terkadang datang bahkan ketika aku tengah bersama Ibu. Perasaan yang seperti melompat jauh ke masa-masa bertahun di depan, ketika... Ahh. 

Ibu, dan mertua, mereka kian renta. Dan usia renta kerap kali membuat mereka sakit-sakitan. Ketika sakit, kerap kali mereka bisa sampai seminggu atau 2 minggu terbaring di tempat tidur. Setiap kali melihat mereka seperti itu, selalu saja ada perasaan tidak enak menghinggapi kami, aku dan istriku.

Sebagai anak, aku dan istriku merasa bersyukur karena Allah swt masih memberi kami kesempatan menemani hari tua mereka, ibu-ibu kami, hingga usia renta mereka saat ini. Ya, tiap memperhatikan mereka, aku selalu menatap mereka dengan perasaan yang bercampur. Ada sedih, khawatir, bahagia; dan lain-lain. Setiap hari, adalah kebahagiaan dan perasaan tak menentu. Terkadang aku tak ingin hari berganti, berlalu, bertambah. Hari ke hari, ke minggu, bulan dan tahun.

 Namun waktu tak pernah berhenti berlalu. Dan kekhawatiran memikirkan hari esok malah membuatku lupa mensyukuri hari ini. Hari-hari yang seharusnya kujalani dengan perasaan beruntung. Ya, beruntung aku dan istriku masih memiliki kesempatan untuk mengabdi. Mencurahkan kasih sayang merawat mereka. Sambil berharap Allah swt rindho, semata. Dan memberi kami ganjaran terindah...

Syurga...


April 2017