Aug 23, 2006

Kangennya...

Hari ini 23 Agustus 2006.. Terakhir aku nengokin blog yg sederhana ini 17 Juli 2006. Sebulan lebih aku nggak maen2 kesini. Kangennya… Bukan Cuma kangen sesuatu spt yang gw rasakan sekarang ini, right now, right here.. again gw duduk bengong di hadapan monitor, membaca apa yg gw tulis, menuliskan apa yang gw rasa. Sebulan lebih gw seperti jadi orang yang lain. Sebulan lebih gw seperti mengabaikan sisi gw asli. Sebulan lebih gw bukan hanya cuek pada sekeliling gw, tapi bahkan gw cuek pada diri gw sendiri. I dont know what was goin’ on..

 

Hampir tiap hari gw melakukan apa yg justru nggak ingin gw lakukan. Gw nggak ngerti kenapa, tapi sepertinya gw tengah menghukum diri gw sendiri dengan melakukan banyak hal yang bertentangan. Entah ini menghukum diri sendiri namanya, atau bosan menjadi diri sendiri, atau berontak pada sesuatu yang gw sendiri juga nggak ngerti apa, atau emang dasarnya gw yang lagi pengen berubah.

 

Ah, hari ini gw kangen banget. Kangen suasana ini. Kangen membaca apa yang tertulis di monitor spt apa yang saat ini gw baca, tulisan gw sendiri. Kangen dengan suara hati gw yang Cuma bisa gw denger dengan cara seperti ini. Kangen dengan all of you, fellows, whoever can read this blog. Arrgh, kangen Inul Vista.. Kangen mommy Dahlia. Kangen, gw…

 

Hm, ntar mampir, ah.. Mudah2an masih ngenalin gw, die... :D:D:D

 

 

Cilandak, 08:51pm.. Di kantor.

Jul 17, 2006

Hutang lama

Hutang Blogger dibayar Blogger.. Hihihi, apa maksudnya coba?

Ini gw dapet dari Bunda

4 jobs you've had in your life:

  1. Jadi tukang bersih2 di perusahaan offshore construction (kok, mirip tata???)
  2. Jadi tukang bantu2 sekretaris Direktur Keuangan alias clerk
  3. Tukang ngitung2 duit perusahaan, balance apa nggak? Padahal nggak pernah liat duitnya..
  4. Tukang ngatur seorang wanita cantik (siang dan malam) dan 3 bocah yang lucu2 meski bandelnya minta ampyuun …

4 place u've lived

  1. An oh-so-wonderful place we called.. Rahim Ibu
  2. An oh-so-lovely memorial house yang udah kejual krn Ibu menjanda
  3. Sebuah rumah petakan berdinding anyaman bilik.. tempatku menikmati masa balita
  4. Sebuah asrama tempatku ditempa jadi anak yang mandiri

4 movies you could watch over & over

  1. Saving Private Ryan
  2. Pearl Harbour
  3. Titanic
  4. The Godfather Trilogy

4 tv shows you love(d) to watch

  1. Liputan 6 SCTV
  2. Bioskop TransTV
  3. Moto GP, F1 and English Premier Leage
  4. Layar Emas RCTI (tapi kadang2 filmnya nggak OK tuh!)

4 favourite foods

  1. Mie Ayam + pangsit nggak pake bakso
  2. Roasted Duck
  3. Ayam Bakar Ganthari
  4. Bubur Barito

4 website you visit daily

  1. Kafe Gaul
  2. Yahoo.com
  3. Blogger.com.. blog gw n temen2 (blogwalking, deh!)
  4. 21Cinema (cari info pelem baru n bagus)

4 tagged

  1. Wahhh, gw udah telat banget neh.. Siapa aja deh yang baca postingan ini, ini hari...
  2. Kamu
  3. Kamu
  4. Kamu

Bunda, sorry lama banget balesnye... mutusin link, lagi.. abis ga tahu mo tag siapa lagee.. ini aja baru gw update (23/08/06)

Jul 14, 2006

Jujur - PART TWO

Kadang aku membayangkan betapa menyenangkan jika aku bisa pergi ke dimensi kehidupan lain, dimana tidak ada perbedaan waktu antara masa lalu, saat ini dan masa yang akan datang. Ditempat mana aku bisa menjadi diriku sendiri, terlepas dari segala atribut yang kadang terasa mengekangku, membatasiku, mengikat langkahku, bahkan kadang membekap pikiran-pikiran dan keinginanku untuk berkata-kata. Di dimensi mana aku bisa membiarkan pikiranku yang bebas melayang, mencari ruang dimanapun aku ingin tinggal dan menetap. Hinggap di seraut wajah yang padanya aku ingin membiarkan seluruh pikiran dan perasaanku.

Pada seraut wajah itu aku ingin melepaskan segala yang mengungkung keinginanku. Pada seraut wajah itu aku ingin mengingkari keberadaan waktu. Pada seraut wajah itu aku ingin merasakan dimensi yang hanya aku dan dia yang bisa menikmati. Tidak dalam bayangan atau khayalan, tapi tidak juga dalam kenyataan. Namun aku bisa lepas dari perasaan tertekan, kalau tidak boleh kukatakan rasa kepedihan.

Yang aku tahu hanya aku memiliki jiwanya, dan dia menerima kedatangan jiwaku, sementara dia suka cita melepaskan jiwanya larut dalam dekap kerinduanku. Aku memasuki kehidupannya, dan dia merasuk dalam kehidupanku. Menjadikan aku dan dia sebagai.. kami. Dan pada dimensi ini kami hidup, membuncah, menyemai, berbuih, menggelegak, jatuh bangun, tertawa dan menangis, saling berbagi, bergelora.. dan terus berjalan menapaki ujung yang sama, kebersamaan.

Tidak, tidak.. Aku tidak sedang menyesali keadaan. Aku bukan sedang tidak mensyukuri apa yang telah aku genggam. Apapun yang ada dalam genggamanku saat ini, baik itu buih yang lembut namun fana, atau duri yang menyakiti namun nyata, akan kugenggam dengan sepenuh kesadaran dan kujaga sebaik-baiknya. Aku nyata, senyata kaki yang berpijak teguh pada bumi yang diam menerimaku. Sadarku penuh seperti air yang kutuangkan ke dalam bejana dan tumpah ruah. Tak ada ruang kosong sedikitpun dalam pikiranku saat ini.

Aku hanya membiarkan sebaris keinginanku, secuil bagian dari diriku, melepaskan apa yang memang seharusnya kulepaskan. Mengembangkan pikiranku yang tak pernah berhenti mengepakkan sayap. Menuangkan sebagian dari rinduku yang meruah. Lebur pada sebuah wajah. Wajah yang hanya bisa kupeluk dalam dimensi kehidupanku yang entah apa namanya, dimana adanya.

Setidaknya inilah bentuk kejujuranku, meski dengan cara yang berbeda.