Feb 4, 2011

Kejujuran

Kejujuran seharusnya menjadi bagian dari kehidupan kita. Setuju bukan?

Tapi, kadang.. eh, mungkin, seringkali kita harus menutupi kebenaran, kalau boleh dibilang nggak jujur. Ya, tidak semua hal bisa kita ceritakan. Dan kalau tidak diceritakan karena memang tidak harus diceritakan, atau kalau memang tidak ditanya, mestinya itu bukan suatu 'ketidakjujuran' toh!?

Sama lah halnya dengan ngebloging.. Kadang ada hal-hal yang ingin diceritakan, tapi ragu. Karena kita tahu jika diceritakan, mungkin suatu hari, suatu saat, akan mencederai or melukai hati orang lain. Merugikan diri kita sendiri dan mungkin juga orang lain. Karena ngebloging, saat ini, sudah hampir bisa kita bilang beda dengan kita menulis diary. 

Diary mungkin bisa menyimpan sesuatu yang hanya untuk kita sendiri. Tapi blog? Nggak ada yang bisa disimpan secara rahasia disini. Kecuali, kalau anda punya blog tapi nggak pernah dipublikasiin. Heheee,,, itu sama aja boong! Eh, tapi meski nggak dipublikasiin, nggak berarti nggak bakal dibaca orang lain, lho.. Coba aja iseng2 search di Google, pasti suatu saat blog kita bisa dibaca orang.

Jadi, yeahhh, ga jadilah saya ceritakan apa yg tadinya mau saya ceritakan disini. Tapi, kalau tidak saya ceritakan, bukan berarti saya tidak jujur, toh?

Padahal lagi bingung banget dan butuh share sama temen2,, hiks hiks hiks

B2W Hari Ke 2... Ciledug - Cilandak

Semalam saya tidur jam 12. Seharusnya saya tidur 2-3 jam sebelumnya krn pagi harinya saya harus ber-B2W lagi. Sesuai jadwal, saya memprogram B2W saya setiap Selasa n Jumat. So, tadi malam krn asyik nonton Born Supremacy (padahal udah berkali-lai saya tonton, tapi ga ada bosen2nya nonton trilogi film Jason Bourne ini.. two thumbs up for this movie!!!) di AXN, jadilah saya telat lagi.. Program mah rapi dibuat,, tidur jam 9. Tp, begitu ketemu jadwal nonton film yg sayang untuk dilewatkan, hahaha.. hasilnya yahhh jalanin jadwal harian ntar dulu deh.. Hehehe, movie freak kali, nehh!!! And so on and so forth,,, saya tertidur. Mimpi apa, sampe lupa..

Paginya wify membangunkan saya dengan lembut. Begitu liat jam, Ha??? Udah 4.30am... Padahal saya setel alarm pkl 4.15!!! HP masih di tangan pulak.. Kok ga kedengeran alarm?? Apa ga kedengeran karena kalah sama ngorok saya kali.. Wkwkwkwkwk..

Begitu kesadaran ngumpul, baru saya ingat pagi ini harus jalanin lagi rencana B2W. So, saya harus berangkat pagi-pagi.. Semalam semua sudah saya prepare. Sepeda... READY! Backpack dan segala jeroannya... READY!

Menggeliat sebentar untuk merenggangkan otot2, saya segera mandi dan sholat subuh.

Dan,,, 6.30am saya siap nangkring di atas sepeda.

Yupppp, READY TO GO!!! GOOOOWEEEZZZZ dimulai...

Sumpahhh, 5 menit pertama merupakan siksaan. Meski Selasa kemarin sudah sukses gowes-gowes ke kantor, tetep aja rasanya berat. Hmmm, Barangkali karena kurang istirahat dan makan malam yang ga ke kontrol semalam.

Nafas rasanya beratt banget. Kok, rasanya ga seperti Selasa kemarin, sih!??

Lanjuttt... gowes pelan2. Baru 5-10 menit nafas sdh megap-megap kaya ikan mas koki kekurangan air..
Ngossss,,,
ngossshhh...
aupp aupp...
hoaaaahhh...
Sambil mikir lanjut.. nggak.. lanjut.. nggak.. tapi gowes mah jalan terusss...

Akhirnya jauh juga jarak yg sudah saya tempuh. Berpikir mau balik, hilang pula dengan sendiri..

Lalu, 10 - 20 menit selanjutnya,,, penderitaan tetep berlanjut. Jiaaah, ini sepeda kok yaoo beraatt banget. Apa ada yang salah?? Hmm.. Settingan gear terlalu nafsu kali. Gear depan pake yg paling gede,, gear belakang paling kecil.. Artinya paha, dengkul n betis saya harus kerja ekstra keras.. Walahhhh, kayanya ga sanggup kalo gini terus.

Akhirnya saya berpikir 'ahh, untuk apa buru2.. toh masih pagi.. Kemarin aja berangkan jam 7 minus 10 menit sampenya 8.20am.. Sekarang berangkat 6.30am mestinya bisa sampe lebih pagi'. Yo wissss, akhirnya nyantai... Namanya juga mo Fun Bike.. bukan Modar Bike! Wkwkwkwk...

Begitu disetting gear ke posisi lebih santai, perjalanan malah jadi lebih ringan... dan ternyata juta cepat. Karena kaki malah jadi ga berenti-berenti gowess... Siiippp lah.. Saya merasakan all my body, mind and soul... sudah menyatu dengan sepeda dan kecepatan jalan... Haaallaaah, bahasa apaan!?? Wkwkwkwk.. Hehehe intinya akhirnya saya udah ga merasa berat n menderita lagi gitu lah.. Mantaabb..

Bintaro lewat,, sampailah di tanjakan veteran. Segera ngeset gear posisi kayuhan ringan. Yiaaattt, ambil ancang-ancang. Gowes sekenceng-kencengnya. Gowesss... gowesss... ngossshh.. gowess.. ngoossshh.. go... w..e..sss ... a yoo... t..e..rr..u..ss... nanjaaak... t..e..rr..u..s.s.s... ngosh ngosh.. nafas ampir abis. Dikiiittt lagiii.... Yaaakkk!!! Akhirnya ... suksek juga sampe diatas tanjakan... tanpa turun dari sepeda. Yeeeaaahhhh, ternyata masih kuat. Hehehe.. Tapi mulut megap2 terus, ampe dilirik orang di mobil... Yeee, jangan-jangan dia pikir saya mo tepar keabisan nafas. Hahaha..

Selanjutnya, boleh di bilang,,, medannya udah enceeerr.. Semua jalan datar, dgn sesekali turunan panjang dan tanjakan ringan. Pondok pinang lewat,,, Fedex lewat,, Lebak bulus lewat.. teruussss... kemacetan jd ga berarti buat saya. Setengah jam berikutnya boleh dibilang udah nyantai banget.. Akhirnya... sampe juga di kantor. Jam baru menunjuk pukul 8 teng!!!Yakkk, another 1,5 hour for approx 20 kilos. Siip lah, ga bertambah cepat. Tapi jg ga lebih lambat. Biar, deh.. sesuai Motto.. BIAR LAMBAT, ASAL SELAMAT, YANG PENTING SEHAT!!! Xoxoxoxo...

Alhamdulillah, hari ini sukses jalanin program B2W.. Mudah2an ga angin-anginan. Karena saya mau tau, seperti apa rasanya 3-4 bulan kemudian setelah jalanin program ini. Syukur-syukur, seperti teman B2W bilang ke saya... saya bisa nularin virus sehat ini.. Insya Allah.. Amin.


(4 Feb 2011)

Dec 17, 2010

Euforia Timnas Indonesia

Garuda di dadaku
Garuda kebanggaanku
Kuyakin, hari ini pasti menang









EUFORIA!

Itulah yang kita rasakan saat ini setiap kali Timnas Indonesia selesai bertanding menghadapi lawan-lawannya di ajang Suzuki AFF, ajang kejuaran sepakbola resmi piala ASEAN. Atmosfir kebahagiaan dan kebanggan selalu kita rasakan setiap kali timnas Garuda selesai bertanding. Rasanya tiap kali menyaksikan mereka berlaga di layar kaca, saya... dan mungkin kita semua... merinding!.

Merinding oleh desakan kebanggaan karena ternyata kita, sebagai bangsa Indonesia, mampu mengalahkan bangsa lain, melalui ajang olah raga yg paling populer ini.

Merinding menahan haru melihat mereka berjibaku menahan gempuran lawan agar tidak kebobolan, dan berjuang untuk mencetak goal yang pada akhirnya berujung kemenangan.

Merinding menyaksikan semangat para fans, supporter dan jutaan rakyat Indonesia yang menaruh harapan mereka di pundak ke 11 pemain utama timnas (beserta cadangannya tentu saja) dan pelatih Alfred Riedl.

Empat kali mereka bertanding, dan kesekian itu pula mereka menciptakan Euforia di hati jutaan penduduk negeri ini. Silahkan tanyakan kepada setiap orang dari Sabang sampai Merauke, jika ada dari mereka yang tidak merasakan bangga. Saya yakin semua merasakan hal yang saat ini kita tengah rasakan.

Ya, Euforia ini memang layak kita nikmati. Setelah bangsa ini berduka cita oleh runtutan musibah dan bencana, serta suntuk dan kesal oleh runtutan kejadian bertemakan korupsi, kini untuk sesaat kita diberikan kesegaran karena atmosfir kemenangan yang saat ini begitu terasa dimana-mana.

Tariklah nafas kita dalam-dalam setelah menyaksikan Timnas Garuda berlaga.. dan rasakan. Betapa leganya perasaan kita. Kemenangan mereka, sudah barang tentu, jelas kita rasakan juga. Semangat mereka, saya yakin, menular pula kepada kita.

Kini, kita bisa bilang, 'tak perlu lagi kita takut'!! 
Kita bisa, karena kita bangsa yang besar. Kita bisa kalau kita mau.

Tidak perlu kita pungkiri, saat ini, Bambang 'Super Sub' Pamungkas, Irfan 'baby face' Bachdim, Christian 'El Loco' Gonzales (saya dengar dia bakal dapat hadiah umroh. Alhamdulillah, dan selamat!!), Okto 'Next Mutiara Hitam' Maniani, Firman 'the Captain' Utina, Maman Abdurrachman, Markus Haris Maulana aka Markus Horison, dan kawan-kawan serta tentu saja Alfred 'The Iceman' Riedle plus Wolfgang Pical adalah sosok-sosok Hero,, para pahlawan bangsa Indonesia saat ini yang telah memberikan kebanggan kepada kita semua anak bangsa... Kebanggaan menjadi orang Indonesia. Kebanggaan sebuah bangsa yang setidaknya untuk bidang sepakbola ini, di kawasan Asia Tenggara ini, tidak bisa lagi dipandang sebelah mata, tidak lagi bisa diremehkan. Kebanggaan yg memang rasanya hampir hilang dari diri kita...

Disadari atau tidak, perasaan inferior yg biasanya kita rasakan ketika kita bicara soal TKI, bicara soal teknologi, bicara soal kemajuan ekonomi, kini setidaknya berubah menjadi perasaan superior karena kita telah mengalahkan negara-negara lain tetangga kita,, Malaysia (negara tetangga yang mungkin paling dibenci oleh sebagian kita karena kasus2 Geopolitik, TKI dan ekonomi) kita 'bantai' dengan telak (5-1). Laos 'dihajar' 5-0. Thailand yang biasanya membuat kita gentar, kini kita 'hantam' 2-1, plus kebanggan karena sebelumnya timnas sempat tertinggal 1 gol lebih dulu, sesuatu yang dulu mungkin kita tidak pernah berharap Indonesia akan bisa membalik keadaan. Dan semalam, di leg pertama kita 'menyikat' the Phillipinos dengan skor lumayan alias 1-0.. Kini, kita bisa bilang, 'tak perlu lagi kita takut'!! Kita bisa, karena kita bangsa yang besar. Kita bisa kalau kita mau.

Euforia ini pun telah menyihir SBY untuk ikut-ikutan 'feels excited' ketika berbicara soal timnas. Euforia yang mampu membuat sang Ibu Negara jingkrak-jingkrak ketika para penggawa timnas berhasil menciptakan gol. Euforia yang mampu membuat ajudan sang Presiden dan Ibu Negara (yang notabene seorang laki-laki dan seorang lagi wanita, berseragam lengkap angkatan darat dan laut) bersorak dan merayakan gol semata wayang tersebut (Indonesia vs Phillipina) sambil berangkulan dan saling menggenggam tangan (jika ada yang memperhatikan di TV semalam). Hahahaha...

Ayo.. ayoo...
Ayo Indonesia
Kuingin kita terus menang...

Euforia ini juga yang telah membuat trending topik soal Gonzales, BP, Irfan Bachdim, Okto Maniani, Arif Suyono dan Markus Horison di twitter begitu tinggi ketika ajang Suzuki AFF ini digelar. Jika anda search di Google atau ikuti timeline Twitter, pasti nama2 tersebut akan sering kita temui.

Dan satu lagi yang membuat kita berbesar hati adalah ramainya para selebrity 'merapat' dan lebur bersama kebahagiaan atas kemenangan timnas sepakbola kita ini. Hadirnya para seleb ini ke dalam 'dunia sepakbola timnas' ini jelas menjadi positive impact untuk meningkatkan gengsi olah raga ini, pun demikian para pelakonnya yakni bintang-bintang sepakbola nasional saat ini yang kini semakin populer.

Kita harapkan saja akan terus tercipta simbiosis mutualisma antara dunia sepakbola dengan dunia selebrity untuk meningkatkan popularitas dunia masing-masing yang pada akhirnya akan membawa pengaruh positif bagi bidang-bidang olah raga yang lain untuk ikut terlecut semangatnya agar lebih berprestasi ketika membawa nama bangsa di dunia Internasional.

Ahh... setidaknya Euforia ini juga yang membuat saya senyam senyum sendiri ketika tadi pagi melewati sepanjang jalan Ciledug Raya melihat di pinggir jalan beberapa pedagang menjejerkan kaos-kaos warna merah putih, replika kostum Timnas Indonesia, yang sebagian besar bernomor punggung... 17! Nomor punggung Irfan Bachdim, tentu saja!!!

Dan Euforia ini juga yang membuat saya begitu bersemangat untuk menulis coretan kecil ini, sekedar untuk mengekspresikan kebahagiaan, kebanggaan, rasa merinding saya ketika menyebutkan soal timnas sepakbola kita saat ini sambil menggumamkan lagu yang akhir-akhir ini begitu sering saya dendangkan diam-diam...

Garuda di dadaku,
Garuda kebanggaanku..
Kuyakin hari ini pasti menang

Ya, kita pasti menang. Kita pasti juara!!!

BRAVO GARUDA!!! 
BRAVO TIMNAS INDONESIA!!!


(17 Dec 2010, Ramli Firmanco)