Oct 2, 2012

Etos Kerja


Siang tadi kebetulan ada perlu ke bengkel untuk memperbaiki motor kesayangan. Sambil menunggu mekanik bekerja, saya asyik melihat-lihat jalan memperhatikan apa saja yang bisa saya saksikan. Tanpa sengaja mata saya melihat dua orang perawat sedang berjalan.

Sebenarnya tidak ada yang istimewa dengan kejadian tersebut. Namun, menyaksikan bagaimana ke dua orang perawat tersebut berjalan, saya tergelitik untuk memperhatikan mereka berdua. Siang itu agak berawan meski tetap terasa panas. Ke dua perawat tersebut berjalan pelan, kalo tidak bisa saya katakan santai. Pelan sekali. Tidak keliatan bergegas sama sekali. Menyaksikan mereka berjalan, saya jadi teringat film2 yang pernah saya saksikan tentang kehidupan perawat. Juga teringat tayangan di televisi yang memperlihatkan situasi di jalan bagaimana masyarakat di perkotaan2 seperti Jepang, New York, yang memperlihatkan bagaimana orang2 berjalan selalu bergegas, atau tergesa-gesa. Dalam ingatan saya, dalam film2 atau tayangan yang saya lihat tersebut, selalu terlihat orang2 itu selalu bergerak cepat, sigap, bergegas dan sejenisnya. Kehidupan disana sepertinya berjalan begitu cepat. Manusia dan waktu seperti berkejaran.

Mengingat tayangan tersebut, tiba-tiba saya jadi semakin tertarik memperhatikan semua di sekitar saya saat itu. Mekanik yang tengah asyik bekerja. Tanpa ada rasa diburu2 atau bergegas. Orang2 yang berjalan kaki.. tenang dan kalem. Kecuali supir2 angkot dan metromini yang berjalan saling susul. Dan saya seperti merasakan lingkungan yang saya nikmati ini, begitu berjalan perlahan. Santai. Tak ada ketergesaan. Tak ada keterburu-buruan. Rasanya begitu... damai. Enjoy slowly geboy.. Hahaha.




Barangkali ini memang budaya. Budaya yang membedakan kita dengan mereka, orang2 di kota2 besar seperti di Tokyo, Kyoto, di Jepang.. atau seperti di film2 China modern tentang kehidupan kota2 Beijing, Chengdu, Tianjin, Shenjen, Shanghai.. atau juga seperti di film2 tentang kota2 di Amrik sana semacam New York, Chichago, Los Angeles dll. Orang-orang di perkotaan2 itu selalu terlihat dan terkesan selalu berjalan dengan tergesa-gesa. Mereka seperti terlihat begitu sigap. Bergerak cepat. Tak kenal lamban. Ciri khas orang2 dengan budaya etos kerja yang tinggi.

Mungkin ini yang membedakan kita dengan mereka. Dan etos kerja ini pula yang membedakan hasil yang kita capai selama ini, dengan apa yang bisa mereka capai. Kemajuan yang mereka alami, orang2 di kota2 padat dan selalu bergerak cepat itu, jauh begitu maju dibanding kemajuan yang kita alami dan rasakan.

Coba aja, sesekali iseng2 perhatikan orang2 di keramaian di sekitar kita. Dan lihatlah bagaimana mereka. Sigap, bergegas, santai atau malah banyak yang suka terlihat berongkang-ongkang kaki sambil bertopang dagu? Hehehehe... Inilah kita :)


Salam,
erefem

Apr 17, 2012

LOVE is CINTA

Cinta kusimpan di sudut ruang
dengan satu-satunya pintu terkunci
lalu kau mengambilnya saat kau datang
dan tinggal di dalam hingga kini: abadi...


Cinta bersemayam di relung hati
sediakan satu-satunya ruang hampa
lalu kau datang untuk mengisinya
menjadikanku lengkap sebagai lelaki: sejati...


Maka kemana pun kumelangkah
aku akan selalu menyertakanmu
lekat dalam hati dan pikiranku
karena kau sebaik-baik anugerah:
dari sang pemilik mahabbah

Feb 20, 2012

Perjalanan Waktu

Kemarin, Minggu, 19 Februari 2012, aku dan istri menemani anak kami si bontot, Memey, untuk mengikuti ujian kenaikan Taekwondo Master Club di Graha Bintaro.

Menyaksikannya beraksi menyelesaikan bagian demi bagian pada ujian kenaikan tingkat tersebut, terus terang aku tak bisa menghindar dari perasaan haru dan bangga. Tiba-tiba saja putri kecilku yang rasanya baru saja kemarin melewati ulang tahunnya yang ke empat, hari ini telah berdiri dengan gagahnya di lapangan, berseragam lengkap dengan atribut bela diri tersebut. Putri kecilku yang saat ini duduk di sekolah dasar kelas 4.

Perjalanan waktu begitu cepat berlalu. Terkadang aku lupa, bahwa Memey sekarang bukan lagi putri kecilku yang dulu sering kugendong setiap kali aku tiba di pintu rumah dan mendapatinya menyongsongku. Dia yang sekarang adalah seorang anak menjelang gadis remaja, yang kini kadang sering kali begitu asyik dengan dunianya.

Kadang aku suka merasa kehilangan. Kehilangan waktu-waktu yang dulu kupikir masih begitu lama akan kulalui. Rasanya aku masih kurang bermain dengan si Memey balita.

Ah, begitu cepatnya semua berlalu.