Sep 15, 2017

Kenapa Kita Mengantuk

,Ummiku Sayang:
Dari: Dr Zakir Naik.
Tolong baca sampai habis..

Kita selalu meluangkan sedikit waktu utk Allah. Tapi DIA selalu menyayangi dan merahmati kita. Allah sentiasa bersama kita. Mari kita luangkan waktu 30 menit saja untuk mengingat ALLAH. Bukan berdoa, tetapi memuji-NYA.

Hari ini, mari kita sebarkan pesan ini ke seluruh dunia. Maukah anda melakukanya? Jgn simpan 'pesan ini.

Kenapa kita mengantuk apabila SHALAT malam? Tapi bisa terjaga sepanjang malam untuk berwhatsapp.

Kenapa kita bosan bila lihat & baca AL-QURAN? Tapi bisa berjam2 lamanya baca whatapps

Kenapa kita sering mengabaikan dan menghapus pesan2 yang berhubungan dengan agama? Tapi selalu menyimpan dan mengirimkan pesan2 yang bercanda.

Kenapa Masjid makin sepi? Tapi mall2 semakin ramai, sedangkan mall adalah tempat yang paling dibenci Allah.

Kenapa kita selalu me nyebut2 nama artis2? Tapi kita susah sekali untuk mengngat ALLAH.

Ingatlah; Allah (SWT) Berfirman: Jika kamu berpaling dari aku di depan kawan kamu, Aku akan berpaling dari kamu pada Hari Kiamat kelak.

Jika seseorang menutup satu pintu, Allah akan membukakan dua pintu; Jika Allah membuka pintu untuk kamu, kirimkanlah pesan ini termasuk kepada saya..

Dikatakan bahwa apabila Malaikat Maut mencabut nyawa dari jasad kita. Itu satu pengalaman yang sangat menyakitkan.
Dikatakan juga bila manusia dibangkitkan pada Hari Kiamat, rasa sakit saat roh dicabut dari jasad masih terasa.

Maka, ALLAH menyuruh kita utk membaca AYAT KURSI setiap habis Shalat fardhu.
Dikatakan barang siapa yang membaca ayat kursi setiap selesai Shalat fardhu, roh nya akan dicabut seperti mengambil sehelai rambut dalam tepung.. Bayangkan betapa ringannya rasa ITU,
Masya-Allah!  Semoga Allah menyelamatkan kita dari rasa sakit itu dan semoga DIA mencabut nyawa kita dgn iman di hati dan selamatkan kita dari Azab. Aamiin ya rabbal 'alamiin...

Ini yang biasa kita lakukan....
Banyak diantara kita yang masih berbicara disaat  Azan dikumandangkan...

Nabi Muhammad(SAW) bersabda,
Berhenti melakukan apapun juga disaat Azan dikumandangkan termasuk saat kita sedamg membaca Al-Quran,
Barang siapa yang berbicara di saat Azan dikumandangkan orang itu tak akan dapat mengucap Kalimah Shahadat sewaktu dia dalam kondisi sakratul maut.

BACA DOA INI.....

Allahumma- inni-ala- zhikrika-wa Shukrika-wa-husni-ibaadatika.

Doa yg  bagus sudah dikirim kan kepada anda. Apa yg akan anda lakukan dgn Doa ini. Bayangkan kalau 1000 org membaca doa ini karena anda.

Masya Allah!!

Bangunlah apabila anda mendengar AZAN, sama seperti anda bangun apabila mendengar lagu INDONESIA RAYA

Bacalah AL-QURAN dengan tartil seperti anda membaca koran.

Takutlah kepada ALLAH, seperti anda takut akan menghadapi kematian.

Ingatlah akan kematian seperti anda mengingat NAMA anda sendiri.

⚠ 80% orang tidak akan mengirimkan pesan ini.
Sekarang terserah anda....

AHAD

Share ulang :

Kronologis kata "AHAD" diganti "MINGGU"

Alkisah; Sebelum Tahun 1960, tak pernah dijumpai nama hari yg bertuliskan "MINGGU" selalu tertulis hari "AHAD".

Begitu juga penanggalan di kalender tempo dulu,

masyarakat Indonesia tidak mengenal sebutan "Minggu".
Kita semua sepakat bahwa kalender atau penanggalan di Indonesia telah terbiasa dan terbudaya utk menyebut hari "AHAD" di dalam setiap pekan (7 hari) dan telah berlaku sejak periode yg cukup lama.

- Bahkan telah menjadi ketetapan di dalam Bahasa Indonesia.

- Lalu mengapa kini sebutan hari Ahad berubah menjadi hari Minggu?

- Kelompok dan kekuatan siapakah yang mengubahnya?

- Apa dasarnya ?

- Resmikah dan ada kesepakatankah?

Kita ketahui bersama bahwa nama hari yang telah resmi dan kokoh tercantum ke dalam penanggalan Indonesia sejak sebelum zaman penjajahan Belanda dahulu adalah dgn sebutan :

1. "Ahad" (al-Ahad = hari kesatu),

2. "Senin" (al-Itsnayn=hari kedua),

3. "Selasa" (al-Tsalaatsa' = hari ketiga)

4. "Rabu" (al-Arba'aa = hari keempat),

5. "Kamis" (al-Khamsatun = hari kelima),

6. "Jum'at" (al-Jumu'ah = hari keenam = hari berkumpul/berjamaah),

7. "Sabtu" (as-Sabat=hari ketujuh).

Nama hari tersebut sudah menjadi kebiasaan dan terpola di dalam semua kerajaan di Indonesia.

- Semua ini adalah karena jasa positif interaksi budaya secara elegan dan damai serta besarnya pengaruh masuknya agama Islam ke Indonesia yang membawa penanggalan Arab.

Sedangkan kata "MINGGU" diambil dari bahasa Portugis, "Domingo" (dari bahasa Latin Dies Dominicus yang berarti "Dia Do Senhor", atau "HARI TUHAN KITA").

=> Dalam bahasa Melayu yang lebih awal, kata ini dieja sebagai "Dominggu" dan baru sekitar akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, kata ini dieja sebagai "Minggu".

Jadi, kita pasti paham siapa yang dimaksud "TUHAN KITA", bagi yg beribadah di hari minggu.

Bagaimana ini bisa terjadi?

- Ada yang mengatakan dengan dana yang cukup besar dari luar Indonesia, dibuat membiayai monopoli pencetakan kalendar selama bertahun-tahun di Indonesia.

- Percetakan dibayar agar menihilkan (0) kata "AHAD" diganti dengan "MINGGU".

- Setetah kalender jadi, lalu dibagikan secara gratis atau dijual obral (sangat murah).
Dampaknya adalah:

- Masyarakat Indonesia secara tak sadar, akhirnya kata *Ahad* telah terganti menjadi *Minggu* di dalam penanggalan Indonesia.

Pentingkah?
Jawabannya :

"SANGAT PENTING" untuk upaya mengembalikan kata "Ahad" .

Bagi umat Islam adalah penting, karena :

- Kata "Ahad" mengingatkan kepada nama "Allah عزوجل " yg Maha "Ahad" sama dengan "MahaTunggal"/ "Maha Satu" / "Maha Esa".

- "Allah" tidak beranak dan tidak diperanakkan

- Kata "Ahad" dalam Islam adalah sebagai bagian sifat "Allah عزوجل " yang penting dan mengandung makna utuh melambangkan "ke-Maha-Esa-an Allah عزوجل ".

Oleh karena itu :

- Mari kita ganti "MINGGU" menjadi "AHAD".

- Apabila dalam 7 (tujuh) hari biasa disebut "SEMINGGU", yang tepat adalah disebut dengan "SEPEKAN", dan bukan "minggu depan", tapi "pekan depan".

Semoga hari ini penuh berkah buat kita dan keluarga.

Amin Ya Robbal 'Alamin.

Share ke teman sebanyak-banyaknya,
Mari mulai sekarang kembalikanlah hari *AHAD*

Sep 14, 2017

Sejarah Rohingya - Kasus Burma

🌔 SEJARAH ROHINGYA 🌔

##Kasus Burma##

Dr. Umar Abdul Kaafiy
(Profesor Theologi Islam dan Pengasuh Lembaga Pendidikan Al Qur'an International di Dubai)

Tidak mengapa kita memberikan 90 Menit dari waktu kita untuk mengetahui apa sebenarnya kasus tragedi Burma dan ummat Islam yang ada didalamnya.

Ringkasan Kisah:

Sebuah Negara tersendiri namanya Arakan dengan penduduk muslim sebanyak tiga juta jiwa.

Dimulai dari Masa mereka tersebarnya Islam di negara bersebelahan, namanya negara Burma dengan memiliki mayoritas penduduknya adalah beragama Budha.

Pada tahun 1784 atau sebelum 230 tahun yang lalu Kaum Budha sangat membenci Kaum Muslimin di Arakan dan memerangi mereka serta mereka membunuh kaum Muslimin yang ada didalamnya dan mereka (budha) memperlakukan mereka (kaum muslimin) seperti Boneka Mainan dan mereka (Budha) merebut Arakan menggabungkannya dengan Burma dan merubah namanya menjadi Myanmar.

Dan jadilah Arakan bagian dari Burma, dan jadilah Kaum Muslimin yang sebelumnya adalah didalam negaranya sendiri (sebelum direbut oleh budha) akhirnya menjadi Minoritas (jumlah mereka 3 atau 4 juta jiwa) sedangkan Kaum Budha jumlah mereka 50 Juta jiwa.

Kaum Muslimin menggabungkan desa-desa mereka yang terpisah dan hidup didalamnya, mereka berniaga didalamnya, dan didalamnya ada organisasi-organisasi yang membiayai para da'i dan masjid-masjid mereka.

Kemudian terjadilah Mereka orang-orang Burma yang beragama Budha menyerang desa-desa Kaum Muslimin untuk mengusir mereka dari rumah-rumah mereka.

Dan belum lama ini terjadilah pembantaian yang sangat mengerikan. Sekelompok Kaum Budha   membajak sebuah Bus yang membawa 10 orang da'i dari para penghafal Al Quran yang mana mereka berkeliling ke desa-desa Muslim mengajarkan mereka menghafal Al Quran dan mendakwahkan meraka kepada Alloh Ta'alaa, menikahkan mereka, dan mengajarkan mereka urusan-urusan agama mereka (Islam).

Yang sangat menyedikan, kelompok ini (Budha) yang membajak Bus para Da'i. Mereka menangkap para Da'i dan mengeluarkan mereka dari Bus, mereka memukuli para Da'i dengan pukulan yang keras kemudian menjadikan mereka (para da'i) permainan dengan melukai tubuh-tubuh mereka (para da'i) dengan berbagai jenis senjata tajam.

Kemudian mereka (Budha) mengikat Lidah-lidah para da'i dengan satu ikatan dan memotong lidah mereka sampai terpisah dari leher mereka tanpa ampun dan tanpa belas kasihan. Semua itu hanya karena untuk menyiksa mereka karena mereka selalu menyeru kepada Robb nya dan mengajarkan manusia agama islam dan al quran.

Kemudian... mereka (Budha) memotong-motong tubuh para da'i dengan senjata tajam mereka, memotong tangan-tangan dan kaki-kaki para da'i sehingga akhirnya mereka gugur  satu persatu. 🔪

Jadilah kaum Muslimin melakukan pembelaan terhadap para da'i, Imam Masjid, dan para Khotib mereka.

Kaum Budha menyambut pembelaan mereka (mengkondisikan perang) dan mulailah mereka (Budha) melakukan pembakaran desa, membakar rumah (kaum muslimin) satu demi satu sampai rumah yang dibakar berjumlah 2600 rumah. Terjadi gugurlah dalam peristiwa itu (kaum muslimin) dan gugur dalam usaha melarikan diri serta mengungsi dari desa tersebut 90.000 pengungsi melalui jalan laut dan darat, dan  pembantaian serta pembunuhan terhadap kaum muslimin masih saja terus berlangsung tidak berhenti.

Anak-anak Perempuan dan Istri-istri mereka diperkosa sampai mati dihadapan orang tua dan didepan mata keluarga mereka, dan mereka dibawah ancaman hunusan senjata tajam!

*kemudian, kemana hilangnya rasa marah kita..?!*

*setiap kita hanya bisa bertanya kepada diri sendiri apa yang harus aku lakukan untuk mereka..?!*

Kewajiban mu atas penderitaan mereka sekarang ada dua perkara:

*Pertama, Berdoalah untuk Mereka..!*

*Kedua, sebarkanlah berita tentang tragedi mereka sehingga manusia mengetahuinya!*

*DAN INI ADALAH SELEMAH-LEMAHNYA IMAN!*

Jika anda selesai membaca tulisan ini... lakukan perbuatan nyata apa saja yang dapat anda lakukan dengan hati nurani anda.. ini pun apabila anda masih memiliki hati nurani yang hidup..!!

Hasbunalloh wa ni'mal wakiil..

Sebarkanlah agar orang-orang arab dan kaum muslimin lainnya dapat mengetahui tragedi ini..