Oct 14, 2017

Staf Presiden: Rusuh di Kemendagri karena Budaya

Staf Presiden Sebut Rusuh di Kemendagri karena Budaya

VIVA.co.id - Staf Khusus Presiden untuk Papua, Lennis Kogoya, menilai rusuh yang terjadi di Kementerian Dalam Negeri pada Rabu, 11 Oktober 2017, lebih pada persoalan budaya.

Budaya yang dimaksud Lennis bahwa orang Papua kalau ingin bertemu dengan pemerintah seperti Mendagri Tjahko Kumolo, maka harus dituruti. Sementara saat massa dari Tolikara ingin bertemu namun hanya diwakili dirjen.

"Kalau terima orang Papua sangat beda. Harus betul-betul masuk ke budaya. Di sini saja mau ketemu saya, saya arahkan ke staf saya, nggak mau," kata Lennis, di kantornya, Jalan Veteran III, Jakarta, Jumat, 13 Oktober 2017.

http://dlvr.it/PvH0xt

BEBERAPA TANGGAPAN NETIZEN:

Ade Irawan

Coba kl yang melakukan fpi atau ormas islam yang lain...pasti langsung ditangkepin & dikeroyok rame2 ama media2 pendukung si nganu....

Dody Nya' Oemar

Jadi harus kita budayakan kerusuhan agar pejabat mau mendengarkan keluhan kita..?

Sy Memori

Budaya yg hebat pak #Lennis_Kogoya, perlu dilestarikan tuh pak.
Ngak kayak #FPI ya pak, masa demonstrasi harus jln tertib, ngak bikin rusuh, ngak gaduh, jaga kebersihan...ah kuno kan pak...😝😝😝😝

Rosid Effendy

Kalo FPI pelakunya...40 hari 40 malam pasti deh digiring dan digoreng sama tukang gorengan...kalo ini kan pelakunya pake baju kotak2 tukang gorengan ngak bernafsu menggorengnya...!!

Budi ZAt

Kl pelaku pakai sorban...wuiiih sampai 7 tahun di goreng goreng sreng sreng sreng sampai kering.
Media langsung koar" ...bubarkan, tangkap dan adili.
Perusak bangsa.
Ini org" yg anti pancasila bla bla bla.

Tapi....... berhubung yg membuat kerusuhan pake baju hotak hotak....goreng nya dikit aja ya.

Hasan Hermansyah

Kebayang waktu aksi bela islam dgn 7 juta peserta aksi, walaupun tdk d temui presidennya yg katanya meninjau proyek d priok waktu itu, walaupun banyak dari latar budaya diantaranya dr latar papua, alhamdulillah nggk ngamuk... Kebayang klo ngamuk... 7 juta org ngamuk pengen ketemu presidennya sendiri tapi d cuekin... Ckckckck, rata tuhhh istana presiden... Tapi Alhamdulillah qta ummat muslim tdk sprti itu... ☺

Ivan Utama

Kalo gitu rusuh di LBH juga budaya doong, karena budaya indonesia, gak ada yang namanya belain PKI..

Rozi Firdaus

Salut sama yang demo jutaan orang itu.
Saat minta ketemu presiden eh presidennya ngacir lihat proyek. Tapi mereka tidak mengobrak abrik istana.

Bambang Rusantono

Kagak ente aje,  orang Papua,  semua juga begitu.. Pengennye ketemu BOSNYA langsung.. Kagak diwakili... Cuman kagak pake budaye NGRUSAK ye..

Radikalisme

RADIKALISME
Oleh : Agi Betha

Bentrok Warga Papua Tolikara Vs. Pegawai Kemendagri

Wahai Kawan...

Radikal dan intoleran itu bukan milik Islam, Khilafah, atau kelompok tertentu. Radikal itu tidak tergantung pada jumlah pelaku. Pun Radikal bisa dilakukan oleh manusia dengan berbagai baju.

Contohnya. Aksi 212 yg diikuti oleh 7 juta manusia dari seluruh Indonesia. Apakah ada yg tewas disana? Adakah kaca dipecah dan kendaraan yg dirusak? Atau terdapatkah teriakan2 hewani yg bersahut-sahutan sambil melempar benda-benda secara anarkis?

Coba bandingkan dengan apa yg terjadi pada penyerbuan gedung Kemendagri hari ini. Hanya sekelompok orang yg beraksi. Tapi sejumlah orang luka, kaca gedung pecah, tanaman dirusak, plus sekian kendaraan jadi korban.

Beragamakah mereka? Tentu saja mereka beragama. Agama yg penuh kasih malah. Tapi akankah kita salahkan agamanya? Tentu saja tidak. Agama mengajarkan cara2 kesantunan. Tidak cara merusak. Bukan teknik melempar batu bata. Jadi yg Radikal adalah orangnya.

Esok, jika bertemu saudara2 dari Papua, beragama Kristen, apakah lalu mereka harus dicurigai? Wajib ditandai? Berpotensi melakukan Radikalisme yg sama? Jika jawabannya Ya, berarti otakmu sudah Rusak.

Contohnya lagi...

Tiga orang anggota Brimob penjaga komplek pengeboran minyak di Blora, semalam tewas mengenaskan. Serpihan tubuh muncrat akibat tembakan laras panjang dari jarak dekat. Satu orang membantai 2 temannya. Radikal sekali. Luar biasa tragis.

Tujuh juta orang berkumpul di Jakarta, tidak ada yg tersakiti. Nihil kerusakan. Itu di Blora hanya 3 manusia berseragam kumpul di tempat sama, mati semua. Akibat kemarahan yg ekstrem. Radikal.

Jelas kan perbandingannya? Lalu bisakah digeneralisir bahwa Brimob adalah kesatuan yg berbahaya? Anggotanya berciri sebagai pemilik bibit2 Radikalisme dan bersikap Intoleran? Maka kemudian Brimob perlu dibuatkan 'Perpu khusus' untuk membubarkannya? Jika ada yg menjawab Ya, berarti somplak nalarnya.
Karena Radikalisme, di bumi Indonesia, tidak identik dengan baju, seragam, kesatuan, agama, suku, aliansi politik, dan kedudukannya di masyarakat. Penguasa maupun rakyat sama2 punya potensi menjadi Radikal.

Jadi sebagai sesama anak bangsa, mulailah belajar berlogika sebagaimana layaknya takdir manusia.

AKAL dipinjamkan bukan untuk mengakali rakyat. Tapi dipakai untuk memanusiakan manusia lainnya. Bukan menteroris-teroriskan orang2 yang tidak sependapat.

AKAL diberi bukan untuk menciptakan skenario penjegalan. Menghabisi mereka2 yg beroposisi dan bersaing di jalur kekuasaan.

JIKA AKAL DISALAHGUNAKAN, DIMANFAATKAN UNTUK MENYEMATKAN STEREOTYPE RADIKAL KEPADA YG TAK SEHALUAN, JANGAN HERAN JIKA ALLAH MENGAMBIL AKAL YG HANYA PINJAMAN.

JANGAN KAGET KALAU ALLAH MENAMPAR LEBIH KERAS KEPADA MEREKA YANG MENAMPAR ORANG LAIN. DAN MEMPERMALUKAN LEBIH DASHYAT DARI MEREKA YANG MEMFITNAH KELOMPOK LAIN.

#HukumAllahItuPasti
#HukumAlamItuDashyat

#BDTRPage

Oct 9, 2017

Dijual Garmin GPS map 76csx

Coba lihat iklan ini : https://olx.co.id/iklan/garmin-gps-map-76csx-IDqPknI.html