andai aku bisa dan memiliki kesempatan untuk dilahirkan kembali, dan bisa mencapai usia seperti apa yang kucapai saat ini, maka aku ingin agar aku bisa mencintai warna putih. tak seperti sekarang, entah mengapa aku terjebak pada kesukaan akan warna2 gelap, seperti hitam atau biru gelap.
barangkali seiring berjalannya waktu, aku selalu mengalami perubahan hingga aku menjadi seperti sekarang. hmm, ternyata manusia pun mengalami metamorfosis. manusia pun mengalami apa yang namanya transformasi. tanpa pernah aku sadari aku mengalami hal-hal tersebut.
dulu aku merasa aku adalah orang baik. dulu aku pernah beranggapan aku nggak mungkin melakukan hal-hal yang dulu kuanggap nista, jahat, dan hal-hal negatif lainnya. dulu aku merasa yakin seyakin-yakinnya bahwa aku adalah orang baik. bahwa aku akan tumbuh menjadi manusia seperti apa yang ada dalam bayanganku, menjadi manusia yang putih suci tanpa dosa, seperti sosok manusia yang selalu ada dalam benakku gerangan akan menjadi apa aku nanti. dulu aku belajar agama dan meyakini bahwa hakekat akhir perjalanan manusia adalah kembali pada sang Khaliq mesti dalam keadaan yang chusnul khotimah. kembali ke haribaan menghadap Ilahi Robbi dengan catatan amal shaleh. agar aku bisa menempati tempat yang selama ini kuyakini dengan hati perihal keberadaannya, suatu tempat dimana hanya ada kebaikan, rahmat, nikmat dan hal lain yang dijanjikan Tuhan kepada manusia yang patuh dan ichsan pada Sang Khaliq, yakni SYURGA.
tapi perjalanan waktu juga yang membuktikan bahwa angan-anganku tentang aku, cita-citaku tentang aku, impianku tentang kelak menjadi apa diriku nanti.. adalah salah. rentang waktu telah memberikan begitu banyak warna. dari putih menjadi merah. kadang hijau. kadang kembali putih. biru. bahkan warna hitam yang paling hitam sekali pun. semua menjadi warnaku. bahkan warna hitam demi warna hitam yang lain selalu saja melapisi kaca yang menutupi apa yang kusebut hati. hingga aku makin sulit mengenali nur Ilahi. aku makin sulit menemukan cahaya itu. hatiku makin sering tersabut jelaga hitam hingga nur atau cahaya Ilahi tak mampu menembus jiwa yang berada di dalamnya.
jika kenistaan bisa dianalogikan sebagai lembah atau jurang dimana memiliki tingkatan yang makin ke dalam adalah level kenistaan tertinggi, maka barangkali aku pernah terjerembab hampir sampai pada dasar lembah tersebut. aku hampir atau mungkin memang telah sampai pada dasar terdalam level kenistaanku. yang membuatku makin malu menyebut diriku makhluk ciptaan Sang Khalik. yang membuatku makin malu dan takut jika sewaktu-waktu aku dipanggil menghadapnya. sesuatu yang kutakutkan namun aku tahu pasti sesuatu yang pasti akan datang. sepasti 1+1 = 2!!!
entah kenapa aku makin merindukan warna putih, namun aku selalu saja terjebak pada hitam.. hitam.. dan hitam. nuraniku mungkin ada, dan menangis merindukan putih yang melapisi jiwaku. tapi realitaku jauh dari khayalan dan impian. realitaku makin menarikku pada kehitaman.
aku ingin keluar!!!
aku ingin lari dari kotak berwarna hitam ini. tapi setiap kali aku menjejak sekuatku agar aku dapat terlompat, selalu saja ada dinding-dinding yang bergerak naik menghalangi. kadang aku harus merangkak susah payah meninggalkan lembah hitam ini, namun selalu saja ada tangan-tangan tak terlihat menarik kakiku hingga aku jatuh dan jatuh lagi.
aku tak tahu kapan waktuku akan berakhir. dan aku tak tahu berapa lama waktu kuperlukan untuk membawaku kembali bermetamorfosa kembali ke warna putih. bertransformasi dari nista menjadi mulia. melakukan banyak amal kebajikan untuk menghapus dosa dan kemaksiatan.
Tuhan, aku ingin kembali menghadapMu dalam kemuliaan, dengan hati penuh dengan kelegaan dalam rahmat dan cahayaMu seluruh.
aku ingin kembali putih, sepertih Nur yang kau hembuskan pertama kali ketika aku menangis kali pertama di hari pertamaku lahir ke dunia ini, ketika suara azan yang dilafalkan ayahku menyelinap ke relung hati melalui gendang telingaku.
terimalah dan kabulkanlah doaku, ya Ilahi.
juni 2008
Jun 13, 2008
May 27, 2008
First Love
do u believe in first love?
do u believe that first love is never die?
i once ever felt in love with some one...
long time ago, when i was at senior high...
her name was... well, let's say si Munaroh
she is georgous...
i loved her since my senior high age...
she was the one who make my world upside down...
since i met her, my teen-age soul suddenly knows what love is
i could never forget abt her for any single moment...
i became a lonesome.. became a poemwriter... i lover her silently...
spending lonely night staring at dark blue empty sky with her shadow playing in my mind.
writing so many poems about my desires... longing for her...
having oh-so wonderful dream and wake up in vain...
i never let her know about my feeling only bcos...
she'd already have some one else at that time...
i once sketched her face with my conte
and i gave it to her as present...
she was so glad about it, off course,
after we graduated, i keep in touch with one of my class mate (until now)
i told my friend about what i feel for Si Munaroh
i tell u this bcos lately i suddenly remember about her again...
this happened since she call me on that day...
she got my number from my class mate
i was having lunch when my cell phone ringing on that day
an unrecognize number on the display...
then i got shock when i hear the oh-so-lovely-shaky-voice over the phone...
it was her!
its been over 14 years, but i still even could recognise her voice
suddenly her face flashing in my all mind very clear again...
i still can remember her hair color last time i saw
i can remember her eyes last time we staring each other...
i can remember all things she has bcos i can see it in my mind!
her voice did sound shaky... just like when we get nervous or something like that...
God, i didnt know what to say at that time, i lost all my words... totally!
do you believe in first love, guys?
i couldnt keep this feeling inside, bcos i keep thinking of her... all the way
i tried so hard not to pick up the phone and call her back until now
but inside my heart keep telling me to do that...
"come on... call her back! what ru affraid of???"
jeeze, i did hope someday i can see her again in my life
but i never tought that it did happen again
huhhhh.....
first love... is it true never die???
i'd say i doubt it..
i'd say i doubt it..
May 21, 2008
Kebangkitan Nasional
kadang gw berpikir seperti apa sih kebangkitan nasional itu?
apa yang ada dalam benak mereka orang-orang yang mengaku bangsa Indonesia, orang-orang yang duduk di level atas pemerintahan negeri ini... orang-orang yang duduk di kursi nyaman yang empuk, ruang ac yang dingin, dibalik jas mereka yang berbahan lembut tebal dan menghangatkan mereka dari terpaan dingin ac (katanya biar ga terlalu kedinginan. padahal mending ga usah dipake aja tuh jas or ga usah pake ac aja tuh ruangan)..
kebangkitan nasional seperti apa yang mereka bicarakan ketika mereka asik neken kontrak2 yang makin menggelembungkan pundi2 kantong pribadi mereka, neken keputusan-keputusan yang makin menguntungkan kelompok mereka, neken entah itu undang-udang.. keppres2.. kepmen2.. perda2 dan entah apa lagi namanya yang jelas2 membawa dampak nyata yang umumnya makin memerosotkan nasib orang2 ga beruntung (baca: miskin, sangat miskin dan miskin papa dan entah level terendah hingga pada titik nadir) hingga makin terjerumus ke level nasib yang jauh lebih parahhhh, lebih rendah dan jauuuh lebih nadir.. mereka yang ga mikir lagi neken persetujuan tambahan anggaran (baca: kenaikan gaji, tunjangan dan entah apalagi namanya.. untuk para anggota DPR, gaji menteri, gaji profesional eksekutif).. padahal nyata-nyata anggaran itu diambil dari uang negara (yang notabene seharusnya uang milik rakyat) yang sumbernya dari pajak, pungutan2, dan lain-lain. neken penyelenggaraan acara ini itu yang jelas2 memberatkan anggaran keuangan negara.. seperti neken persetujuan untuk acara seremonial bertajuk malam kebangkitan nasional seperti baru2 ini di senayan.
duuhhhh... ngeliat cahaya warna warni yang berasal dari ribuan watt listrik yang mesti dibayar pake uang.. ngeliat baju kemilau warna warni yang dikenakan para penari cantik.. artis2 top berhonor ga kecil (kaya Agnes Monica dll yang gw ga tau dia dibayar atau emang sukarela ikutan nyumbang ngisi acara), ngebayangin mereka yang mengisi malam hura2 itu mesti menginap di hotel mewah yang pasti dibayar pake duit..bukan daon!... dan acara hura2 lain yang cuma untuk 'membangkitkan rasa KEBANGKITAN NASIONAL' mereka2 yang hadir yang barangkali emang udah terpuruk karena seringkali bersikap 'sebodo amat sama kemelaratan bangsa ini'...
duuuuhhh... dimana kebangkitan nasional ini masih ada kalo harga BBM 'terpaksa' (kata pemerintah) dinaikkan yang bikin orang melarat (lagi-lagi) harus berjubel desak-desakan.. impit-impitan.. saling sikut.. saling injak.. saling gasak.. saling 'mampus deh lo!'.. cuma buat ngambil BLT yang nilainya 'paling2 cuman bisa dipake buat 1 hari (itu aja juga masih ga cukup), karena alasan pemerintah supaya subsidi tepat sasaran..
dimana rasa kebangkitan SBY - JK (yang sialnya gw juga ikut milih dulu itu... siaaaaal dangkalan kalo kenyataannya bakal kayak gini nyesel tujuh turunan gw ikut nyoblos nama mereka!) menaikkan harga BBM kalo kenyataannya harga BBM ini bikin kantong gw tambah kempes karena harus mensubsidi anggaran rumah tangga gw buat beli bensin yang jelas2 naek... harga beras yang kemaren udah lompat-lompatan padahal baru issue bbm naek.. harga minyak tanah yang udah nggak perlu dikomen lagi karena udah ga realistis.. disamping harganya bujug buneng dan barangnya juga langka.. harga gas elpiji yang mulai ganjen ikut2an naek.. harga listrik yang kemaren udah bikin gw mumet.. Gimana gw mesti nyelamatin anggaran rumah tangga gw??? apa kudu jalanin apa yang disebut2 orang ekonomi kreatipppp???
dimana? dimana rasa kebangkitan nasional mereka para pemimpin setan di pemerintahan itu melihat para guru demo.. petani demo.. mahasiswa demo.. buruh demo.. karena semua menyuarakan KEGUNDAHAN DAN KETIDAK BERDAYAAN MEREKA Karena kemiskinan udah seperti pasir hisap yang hidup yang setiap hari merayap menarik mereka2 yang ga mampu bertahan hidup dalam kondisi yang serba susah ini?
dimana? apanya? kebangkitan nasional yang kek gimanaaaaa?
pls tell me...
betapa gw ingin negeri ini menyanyikan soal kebangkitan nasional dengan senyum terhias di bibir setiap anak negeri
betapa gw ingin bangsa ini menyuarakan soal kebangkitan nasional dengan wajah sumringah karena merasakan kepuasan dan kebahagiaan, kedamaian, ketentraman, perasaan gemah ripah lo jinawi di jiwa mereka yang membinarkan mata mereka dengan sinar semangat hidup yang seperti matahari...
gw ga tahu apa pantes gw nangis sekarang ini menuliskan ini semua.. gw ga tahu apa gw nulis ini karena rasa kebangkitan nasional gw yang terusik atau karena perasaan ketidak berdayaan sebagai anak bangsa yang cuma bisa duduk diam mendengarkan dan melihat apa yang terjadi di depan mata gw dan mengangguk iya dengan keadaan yang gw alami, menerima apapun yang mesti gw dapat.. menelan apapun yang dijejelin ke mulut gw.. menerima pasrah apapun yang masuk ke otak gw.. dan cuma bisa memberontak dengan pandangan nalar.. jiwa yang berteriak.. jari2 yang mengepal erat ingin meninju apapun yang bisa gw tinju..
apa masih ada kata-kata 'kebangkitan nasional' di benak mereka yang terpaksa ringkih karena kurang makan? di jiwa mereka yang sering terpinggirkan oleh keadaan dan terpojok seperti tikus yang terperangkap dan tinggal menunggu linggis atau golok dihantamkan pada mereka hingga mati... apa mereka masih paham arti kebangkitan nasional? apa mereka masih memiliki kebanggaan menyematkan kata-kata 'Negara Kesatuan Republik Indonesia'.. mengaku sebagai anak bangsa Indonesia.. ketika perut mereka lapar dan busung, sedangkan tak ada satu pun yang peduli.. apa ada perasaan 'kebangkitan nasional' di dada anak2 pedagang asongan yang mesti kurus hitam dan dekil yang bergelantungan dari satu metro mini ke metro mini yang lain yang merayap di jalan yang makin padat dan sesak,,, sementara mata cekung mereka menatap iri dan tak berdaya pada mobil2 mulus, mentereng, mewah (yang mereka pikir pasti nyaman sejuk dan dingin banget duduk didalemnya, seperti yang sering dinikmati oleh jokey-jokey three-in-one yang terpaksa 'bisa naik mobil2 mewah' untuk menyelatmatkan sang tuan dari keharusan pake mobil umum supaya jakarta ga makin macet.. ups, sudirman, ding...)
apa masih ada rasa kebangkitan nasional di benak para pemimpin bangsa ini memikirkan anak2 bangsa yang boro-boro memikirkan kebangkitan nasional.. karena sibuk mencari nasi... uduk or nasi aking sekedar buat pengganjal perut supaya ga lapar tiap pagi????
kebangkitan nasional seperti apa yang sedang dan tiap tahun kita omongin, sih???
apa? mana?
ahhh, ngomong aja loe!
apa yang ada dalam benak mereka orang-orang yang mengaku bangsa Indonesia, orang-orang yang duduk di level atas pemerintahan negeri ini... orang-orang yang duduk di kursi nyaman yang empuk, ruang ac yang dingin, dibalik jas mereka yang berbahan lembut tebal dan menghangatkan mereka dari terpaan dingin ac (katanya biar ga terlalu kedinginan. padahal mending ga usah dipake aja tuh jas or ga usah pake ac aja tuh ruangan)..
kebangkitan nasional seperti apa yang mereka bicarakan ketika mereka asik neken kontrak2 yang makin menggelembungkan pundi2 kantong pribadi mereka, neken keputusan-keputusan yang makin menguntungkan kelompok mereka, neken entah itu undang-udang.. keppres2.. kepmen2.. perda2 dan entah apa lagi namanya yang jelas2 membawa dampak nyata yang umumnya makin memerosotkan nasib orang2 ga beruntung (baca: miskin, sangat miskin dan miskin papa dan entah level terendah hingga pada titik nadir) hingga makin terjerumus ke level nasib yang jauh lebih parahhhh, lebih rendah dan jauuuh lebih nadir.. mereka yang ga mikir lagi neken persetujuan tambahan anggaran (baca: kenaikan gaji, tunjangan dan entah apalagi namanya.. untuk para anggota DPR, gaji menteri, gaji profesional eksekutif).. padahal nyata-nyata anggaran itu diambil dari uang negara (yang notabene seharusnya uang milik rakyat) yang sumbernya dari pajak, pungutan2, dan lain-lain. neken penyelenggaraan acara ini itu yang jelas2 memberatkan anggaran keuangan negara.. seperti neken persetujuan untuk acara seremonial bertajuk malam kebangkitan nasional seperti baru2 ini di senayan.
duuhhhh... ngeliat cahaya warna warni yang berasal dari ribuan watt listrik yang mesti dibayar pake uang.. ngeliat baju kemilau warna warni yang dikenakan para penari cantik.. artis2 top berhonor ga kecil (kaya Agnes Monica dll yang gw ga tau dia dibayar atau emang sukarela ikutan nyumbang ngisi acara), ngebayangin mereka yang mengisi malam hura2 itu mesti menginap di hotel mewah yang pasti dibayar pake duit..bukan daon!... dan acara hura2 lain yang cuma untuk 'membangkitkan rasa KEBANGKITAN NASIONAL' mereka2 yang hadir yang barangkali emang udah terpuruk karena seringkali bersikap 'sebodo amat sama kemelaratan bangsa ini'...
duuuuhhh... dimana kebangkitan nasional ini masih ada kalo harga BBM 'terpaksa' (kata pemerintah) dinaikkan yang bikin orang melarat (lagi-lagi) harus berjubel desak-desakan.. impit-impitan.. saling sikut.. saling injak.. saling gasak.. saling 'mampus deh lo!'.. cuma buat ngambil BLT yang nilainya 'paling2 cuman bisa dipake buat 1 hari (itu aja juga masih ga cukup), karena alasan pemerintah supaya subsidi tepat sasaran..
dimana rasa kebangkitan SBY - JK (yang sialnya gw juga ikut milih dulu itu... siaaaaal dangkalan kalo kenyataannya bakal kayak gini nyesel tujuh turunan gw ikut nyoblos nama mereka!) menaikkan harga BBM kalo kenyataannya harga BBM ini bikin kantong gw tambah kempes karena harus mensubsidi anggaran rumah tangga gw buat beli bensin yang jelas2 naek... harga beras yang kemaren udah lompat-lompatan padahal baru issue bbm naek.. harga minyak tanah yang udah nggak perlu dikomen lagi karena udah ga realistis.. disamping harganya bujug buneng dan barangnya juga langka.. harga gas elpiji yang mulai ganjen ikut2an naek.. harga listrik yang kemaren udah bikin gw mumet.. Gimana gw mesti nyelamatin anggaran rumah tangga gw??? apa kudu jalanin apa yang disebut2 orang ekonomi kreatipppp???
dimana? dimana rasa kebangkitan nasional mereka para pemimpin setan di pemerintahan itu melihat para guru demo.. petani demo.. mahasiswa demo.. buruh demo.. karena semua menyuarakan KEGUNDAHAN DAN KETIDAK BERDAYAAN MEREKA Karena kemiskinan udah seperti pasir hisap yang hidup yang setiap hari merayap menarik mereka2 yang ga mampu bertahan hidup dalam kondisi yang serba susah ini?
dimana? apanya? kebangkitan nasional yang kek gimanaaaaa?
pls tell me...
betapa gw ingin negeri ini menyanyikan soal kebangkitan nasional dengan senyum terhias di bibir setiap anak negeri
betapa gw ingin bangsa ini menyuarakan soal kebangkitan nasional dengan wajah sumringah karena merasakan kepuasan dan kebahagiaan, kedamaian, ketentraman, perasaan gemah ripah lo jinawi di jiwa mereka yang membinarkan mata mereka dengan sinar semangat hidup yang seperti matahari...
gw ga tahu apa pantes gw nangis sekarang ini menuliskan ini semua.. gw ga tahu apa gw nulis ini karena rasa kebangkitan nasional gw yang terusik atau karena perasaan ketidak berdayaan sebagai anak bangsa yang cuma bisa duduk diam mendengarkan dan melihat apa yang terjadi di depan mata gw dan mengangguk iya dengan keadaan yang gw alami, menerima apapun yang mesti gw dapat.. menelan apapun yang dijejelin ke mulut gw.. menerima pasrah apapun yang masuk ke otak gw.. dan cuma bisa memberontak dengan pandangan nalar.. jiwa yang berteriak.. jari2 yang mengepal erat ingin meninju apapun yang bisa gw tinju..
apa masih ada kata-kata 'kebangkitan nasional' di benak mereka yang terpaksa ringkih karena kurang makan? di jiwa mereka yang sering terpinggirkan oleh keadaan dan terpojok seperti tikus yang terperangkap dan tinggal menunggu linggis atau golok dihantamkan pada mereka hingga mati... apa mereka masih paham arti kebangkitan nasional? apa mereka masih memiliki kebanggaan menyematkan kata-kata 'Negara Kesatuan Republik Indonesia'.. mengaku sebagai anak bangsa Indonesia.. ketika perut mereka lapar dan busung, sedangkan tak ada satu pun yang peduli.. apa ada perasaan 'kebangkitan nasional' di dada anak2 pedagang asongan yang mesti kurus hitam dan dekil yang bergelantungan dari satu metro mini ke metro mini yang lain yang merayap di jalan yang makin padat dan sesak,,, sementara mata cekung mereka menatap iri dan tak berdaya pada mobil2 mulus, mentereng, mewah (yang mereka pikir pasti nyaman sejuk dan dingin banget duduk didalemnya, seperti yang sering dinikmati oleh jokey-jokey three-in-one yang terpaksa 'bisa naik mobil2 mewah' untuk menyelatmatkan sang tuan dari keharusan pake mobil umum supaya jakarta ga makin macet.. ups, sudirman, ding...)
apa masih ada rasa kebangkitan nasional di benak para pemimpin bangsa ini memikirkan anak2 bangsa yang boro-boro memikirkan kebangkitan nasional.. karena sibuk mencari nasi... uduk or nasi aking sekedar buat pengganjal perut supaya ga lapar tiap pagi????
kebangkitan nasional seperti apa yang sedang dan tiap tahun kita omongin, sih???
apa? mana?
ahhh, ngomong aja loe!
Subscribe to:
Posts (Atom)
