Sep 16, 2005

About Naiknya Harga BBM In My Humble Opinion...

denger-denger (dan udah finale) bbm mo dinaikkan lagi harganya per oktober 2005. dddooooh, modar deh gw!

sebenarnya, jika pemerintah berniat menaikkan hargaBBM dengan dasar perbandingan harga pasar, menurut hemat saya agak kurang 'adil' dan kurang tepat. apalagi jika benchmark yang dipergunakan adalah harga2 dari beberapa negara yg notabene memiliki tingkat kesejahteraan penduduk yg tinggi, level living costyang tinggi atau PDB yang tinggi.

sangat tidak fair untuk membandingkan hargaBBM pada beberapa negara maju di dunia dengan penetapan harga ideal di Indonesia. karena perlu diingat, angka kemiskinan penduduk indonesia masih cukup tinggi. meski indonesia memiliki angka pendapatan per kapita yang cukup tinggi, tapi realitanya pendapatan penduduk miskin baik diperkotaan maupun di daerah sangat jauh dari kategori cukup apalagi mapan, jika dibandingkan dengan kondisi harga saat ini. kemampuan daya beli masyarakat indonesia saat ini boleh di bilang masihrendah (dari 220 juta penduduk, hanya 10-20% yang masukkategori makmur/kaya/tajir) .

jika pemerintah menetapkan harga BBM yang tinggi dengan dalih mengikuti harga pasar, maka siap-siap saja kita (masyarakat yang 80% tersebut) untuk menanggung dampak dari kenaikan harga BBM tersebut. akan terjadi multiplier efek yang sangat mengerikan, misalnya:

- Tarif Toll naik, pengaruh ke biaya transportasi sembako (naiklah harga sembako)
- Tarif listrik naik
- Tarif angkutan umum/transportasi (darat, laut dan udara) naik

pada akhirnya semua kenaikan harga2 ini akan bermuara pada peningkatan harga-harga kebutuhan barang pokok yang dibutuhkan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. jadi, apakah menjadikan harga BBM di pasar dunia dengan harga BBM disini cukup tepat? Cukup adilkah?


(Sept 2005)

Aug 25, 2005

Hidup Adalah Nyanyian Harapan (a poetry)

hidup adalah nyanyian harapan
tak berkesudahan tak berakhiran
selalu saja bernada, naik turun berirama
menghentak berbirama


(25 Agustus 2005)

Detik-detik Yang Panjang


satu-dua detik pergi berlalu
di kesunyian hatiku
dan jiwa melukis rona rupa
menggeliatkan rindu seketika

lalu waktu menikamku
menyelimuti segenap sadar sia-sia
kugapai sia-sia dan tenggelamku
dalam kehampaan menggelepar
detik kesunyian terangkai
semakin memanjang


(25 agustus 2005, 01.55 am)