Nov 1, 2005

Let's Talk About Soul Mate

Today, I just passing by Kemang, jakarta selatan. I saw a big screen standing by.. poster film barunya Dian Sastro (God, gue nggak pernah bosen liat this lovely girl.. She remind me of some one. ups!!!).. The tittle is -kalo gak salah- the Soulmate.

Hmm...

Bbrp hari ini kayaknya gue banyak banget baca2 soal issue ini.. yang pertama dari blognya Tiara Lestari , yang berikutnya di majalah bokin (yg iseng2 gue baca.. hehehehe, sekedar biar tahu keinginan wanita itu apa, sii?).. trus postingan di salah satu situs tempat gaul.. and bbrp lagi di kompas.

Hehehe, kayaknya soal soul mate ini emang dalem banget, ya.. Enak aja buat dibahas.

Btw, kemarin dulu gue sempet ragu-ragu siapa sebenarnya seseorang yang bisa gue bilang my soulmate. Is she the one that always in my mind since i was high school and still exist till now (padahal she'd already became some body's wife with 2 kids).. and this have been last for about 15 years!!! Could you imagine that? 15 tahun, jack! Yup, 15 tahun dan gue masih nggak bisa ngelupain my 'first love'.

Atau seseorang yang juga begitu kuat ada dalam pikiran gue dan selalu mengingatkan gue ke dia tiap gue secara gak sengaja melihat sesuatu that is related to her or lewat jalan2 yang dulu selalu aja bikin gue merasa dekat sama dia in spirit. Some one yang selalu aja ngingetin gue to be a good husband.. Sesuatu yang bikin gue jadi konflik batin.. lha, gimana nggak? If I have to be a good man, that mean I have to forget her for good. Sesuatu yang gue masih berusaha sampe skarang..

Atau, yeah, bukan siapa2 kecuali some one with whom I spend my entire life with. Jujur aja, kadang gue nggak bisa menghindar dari kenyataan ini bhw gue memiliki orang lain, at least in my mind, selain my beloved wife. Tapi semakin gue berusaha meyakini bahwa dia memang bukan my soul mate, gue semakin sadar bahwa she is uncomparable. Dan itu cukup menjawab ke-nggak yakinan gue selama ini, bahwa gue emang salah! Salah!!!

Bbrp malam lalu I tried to take a deep look at her face while she was laying-sleeping in my arm. She fall to sleep tide like a baby. I found so peacefull face, closing eyes with the lips that I've been kissing for thousand times and uncountable.

All sudden I cried at heart remembering all those evil things that I've done thru our entire marriage life. Infact there's nothing bothering us. Nothing wrong with her.. She is a girl with an angel heart. Today she still the one that I met at the very first sight in 1993. Never had changed with her, not even her feeling towards me. God, I knew I am right about this.. her feeling about me that is always grow. I am the first man for her, her first love.. Never had changed until today.

God, it is so sad to realize that I am her truly soul mate but I'm still wondering who is mine..

I love you so much and even more... I know for sure that you're always be my soul mate, Minarni.

Buntu lagi...

Kata orang gue nggak konsisten.. Tadinya gue pikir apanya yang bikin dia bilang gue nggak konsisten. Eeh, ternyata membaca bbrp postingan di blog gue ini gue sadar sendiri.. Ternyata gue emang nggak konsisten :D:D:D

Kadang-kadang, kalo gue lagi mood, maka gue lebih suka memakai gaya bahasa yang sedikit etis dan tidak ber'gue-gue' kayak sekarang ini. Gue cenderung pake aku.. (Hmm, pake saya pernah, gak ya???) Ah, nggak tahu, deh! Kayak sekarang ini, gue lagi nggak mood banget. Enak2 gue aja, deh! Hehehe...

Iya, nih! Udah bbrp hari ini gue nggak produktip banget.. nggak tahu mo nulis apa selain copy-paste bbrp puisi or coretan2 yg pernah gue buat. Nggak tahu, deh, kenapa gue gini banget. Padahal di dalam pikiran gue penuh berkecamuk hal-hal yang seharusnya bisa gue jadiin bahan buat ngisi blog gue ini..

Hm, dari pada blog ini cuma bengong dari hari ke hari, mending kesulitan yg gue alami ini aja gue sampein. Siapa tahu bisa memancing ide-ide supaya bisa masuk ke kepala gue dan mengalir lewat jari-jari gue memenuhi blog ini.

Apa ya... O, ya. Gue inget. Tadi pagi on the way to the office, gue mikir soal ibadah. Beberapa hari ini gue terseret ke dalam rasa malas yang amat sangat (duileee... bahasa, tuh!!!). Tapi tiba-tiba aja gue sadar cara berpikir gue selama ini (at least selama bbrp hari ini).. Kayaknya gue lebih sering menghitung-hitung berapa banyak kekurangan yang ada pada gue dan apa2 yang belum bisa gue dapetin, ketimbang menghitung kelebihan dan apa2 yang udah gue punya.. lalu mensyukurinya. Mensyukuri segala pemberian Tuhan, Allah ta'aala..

Barangkali perasaan nggak mood gue ini juga krn gue cenderung kepikiran soal hal2 yang nggak gue dapet, kesulitan2 yang gue hadapi, masalah2 yang menunggu untuk gue selesaiin.. sehingga gue lupa untuk bersyukur. Lupa mensyukuri nikmat dan karunia yang udah gue dapet.. Masih memiliki kerjaan yang lumayan, istri yang sangat mengasihi gue, anak2 yg cakep2 dan lucu, nyokap yang masih bisa gue ajak ngobrol (meskipun terus terang aja makin tua tapi makin cerewet dan sulit dimengerti.. hehehe, barangkali ini ujian buat gue, ngkali!), mertua perempuan yg juga super buaeeeekk, sodara2 dan ponakan yang sayang banget ma gue.. Lupa bersyukur selama ini kesehatan gue bagus.

Sudah seharusnya esensi ibadah gue itu dalam rangka gue bersyukur karena karunia itu semua. So gue nggak ada alasan untuk malas2an lagi beribadah. Dan barangkali gue harus sampai pada pemikiran bhw intisari dari hidup ini adalah mengisi hidup ini dengan hal-hal yang positif yang semuanya bermuara pada apa yang gue lebih suka menyebutnya.. ibadah kepada sang Pencipta.

Terima kasih ya Tuhan, gue nggak bete lagi :)))


___
Nov, 2005

Oct 28, 2005

Buntu...

udah bbrp hari ini gue kejangkitan penyakit males lagi. penyakit males nulis. gue nggak tehu kenapa, tapi bawaannya males aja kalo udah berhadapan dengan kompie. bahkan kadang nggak tahu mesti nulis apa begitu gue udah buka my blog. sepertinya apa yang berseliweran di benak gue mendadak ilang tiap kali gue mo mulai menulis.

gue seperti gak peduli gue sendiri. nggak peduli sama keadaan. padahal begitu banyak yang gue pikirin. entah gue mesti bilang perasaan gue gimana saat ini. mo marah atau kecewa pada keadaan, nggak jelas.

baca koran, nonton news, seringkali gue berakhir pada kondisi senewen alias kesel sendiri. duh, pada kemana nurani orang-orang di jaman sekarang ini. sementara orang2 susah mesti berjuang sampai mati hanya demi mendapatkan jatah seratus rebu sbg pengganti kenaikan bbm, eeh.. ini anggota legislatif yang terhormat nggak tahu malu minta kenaikan tunjangan operasional sampe 10 juta... gila, apa? apa emang begitu cara pemerintah sekarang?? menekan beban subsidi sebesar-besarnya supaya bisa naikin anggaran di bidang yang bikin org berdasi makin buncit perutnya karena kelebihan fasilitas???

gubernur korup..
bupati korup..
menteri bego dan rakus..
polisi tukang palak..
presiden sibuk jaga imej..
wapres gak mau kalah sibuk naikin imej,
seperti berlomba unjuk dada.. ini, lho, gue lebih pinter!
apa lagi??
dan bbm naik sudah seperti nasib yang harus diterima oleh rakyat negeri ini
dan menjauhkan mereka dari keadaan yang bahkan mimpi pun mereka tak lagi mampu
... tak ada lagi mimpi tentang hidup sejahtera.
bahkan tak juga sebagai fatamorgana...

hidup kini bagaikan untaian kepedihan terjalin dengan penderitaan
dan hanya bisa terurai jika simpulnya berujung pada kematian
kelaparan..
kekosonga..
tubuh2 yang makin kucel hitam dan dekil karena tak lagi mampu mereka mandi
dengan sabun colek sekalipun..

dan pikiranku semakin penuh dengan erangan dan rintihan
juga slide kesemrawutan negeri ini yang makin tak lagi menjanjikan mimpi

dan aku tak tahu, apa yang harus kutuliskan kali ini..
tak tahu. buntu


___
Oct, 2005