Feb 24, 2005

Keindahan...

keindahan
sisa-sisa catatan tentangmu:


keindahan adalah milik hati yang bernyanyi
yang bisa melihat warna nyata bermelodi
keindahan menjadi berarti bukan ketika mata melihat
sementara hati buta tersekat


sepertimu, jauh hidup dalam sekap impianku
tak lagi teraba, tak lagi terkecap
tak lagi ada dalam bayang retina penglihatanku
keindahanmu nyata ada kudekap erat

dan kau selalu membuatku bernyayi,
sepanjang hari...



23 feb 2005
mengingatmu...

Feb 23, 2005

Tanpa Judul, Tanpa Makna (a poetry)

Tanpa Judul, Tanpa Makna (3) – 2005




Pada langit yang menangis;
adakah ia mewakili kepedihan?

Pada alam yang kacau menggelegar parau:
adakah ia mengerti jiwa yang galau?

aku tak tahu di sisi mana aku berdiri
menjadi bagian dari harmoni yang syahdu
atau terkapar bersama sendiri yang abadi
karena suara semua semerta bisu
terang gelap terasa sama, tak berbeda

aku meracau tanpa makna!
memanggilmu entah dimana


(23 Feb 2005)
*ketika hujan



Berapa Malam (2005)

Berapa Malam (2005)



berapa malam kau meratapi kegelapan
yang menyinggahi jiwa-jiwa yang beku
setelah perpisahan itu
sepertinya tak ada lagi perbedaan
siang tak ubahnya malam
tanpa suara hening nada

*selain rindu yang bertalu tanpa irama

sejak saat kehilangan itu,
hingga pagi tadi dan malam ini
entah esok pagi jika masih ada matahari
berapa malam lagi menghitung waktu,
wahai perempuan dalam mimpiku..

*mungkin selamanya hingga nanti..


(21 Feb 2005)