Jun 6, 2005

Surat Kepada Samwan (1)

Untukmu yang bermain di benakku...


Dear Samwan,

Aku tidak tahu apakah mengabarkan ini kepadamu akan memperbaiki keadaan, atau malah tambah memperburuknya.. Seperti juga aku tidak tahu, apakah memendam apa yang kurasa saat ini, itu akan lebih baik ketimbang mengabarkannya padamu. Semua serasa sama bagiku.. Tak ada yang lebih baik satu sama lain.

Aku selalu memiliki keyakinan bahwa apa yang kutuliskan untukmu, suatu hari nanti pasti akan kau ketahui. Dan keyakinan itu sudah terbukti. Begitu lama kusimpan, kuperam dan kupendam segala yang kurasa tentangmu, dengan satu keyakinan bahwa suatu ketika nanti aku akan mengatakannya kepadamu.

Dan itu akhirnya terbukti ketika kita akhirnya bisa bertemu kembali, jalan bersama dan hati kita akhirnya menyatu!

Maka, aku akan selalu menuliskan apa yang kurasakan tentangmu saat ini, agar suatu hari nanti kamu tahu..

Dear Samwan, wherever you are,

Aku nggak tahu apa yang terjadi diantara kita.. Kita tak lagi bersama, dan tak akan pernah bisa bersama, itu kita sadari. Tapi, diantara kita tak pernah ada kata berpisah.. Kita tak pernah saling mengucapkan selamat tinggal, bukan?

Aku selalu ingat kata-kata kamu tentang apa yang teman kamu itu bilang tentang kita..
"Non, kayaknya elo ama ni cowok bakal dalem perasaan elo.. ati2, lho, Non. Gw liat dari garis tangan elo, hub elo ama ni orang bakal aneh.. jauh, tapi langgeng," begitu cerita kamu waktu itu..

Apakah cerita itu yang mempengaruhi aku, atau memang aku terlahir dengan kutukan ini.. Bahwa aku tak 'kan pernah bisa melupakan kamu, tapi juga tak 'kan pernah bisa bersamamu. Aku kerap dihadapkan pada pertanyaan yang selalu berputar dan terngiang-ngiang di benakku.. Siapakah gerangan seseorang yang menjadi my soul mate? kamukah? Atau seseorang yang saat ini bersamaku?

Jika memang bukan kamu, lalu mengapa waktu demi waktu, dalam keadaan sadar atau terlena, kuinginkan atau tidak, namamu selalu kudesiskan? Namamu selalu tertera di benakku.. lekat di pikiranku.. dan menjelma pada seluruh apa yang kulihat, kupegang dan kurasa?

Terkutuklah aku karena tak pernah bisa melupakanmu.. Celakalah aku karena tak pernah bisa menghapus sesaatpun kamu dari pikiranku..


Ciledug, 5 Juni 2005
*closing my eyes in a headache

No comments: