Sep 15, 2008

Tak Mau Berhenti Buka Usaha Baru

Seringkali kita berpikir bahwa untuk memulai suatu usaha sendiri atau wirausaha, diperlukan suatu 'modal' usaha yang besar melibatkan angka-angka 6 digit yang mencapai puluhan atau ratusan. Sehingga tiap kali ada keinginan untuk berwiraswasta, kita selalu terbentur hanya sebatas wacana atau angan-angan saja dan selalu berdalih, "Tidak punya modal."

Salah seorang praktisi wirausaha muda pemilik Waralaba Tela Krezz, Firmansyah Budi Prasetyo, membagikan resepnya tentang memulai usaha sendiri. Menurut enterpreneur muda ini (lahir 1981), di Indonesia memang tak banyak orang yang mau berwirausaha karena masih adanya stigma bila akan memulai suatu bisnis harus memiliki modal besar. Padahal, menurutnya, modal tidak selalu berarti uang. Tapi modal juga dapat berupa keahlian dan jaringan atau pertemanan.

Prinsip bisnisnya yang selalu dia tularkan kepada orang lain sebagai motivasi adalah "Do Action!". Dia menyayangkan bila orang hanya berwacana mengenai kemungkinan yang akan dihadapi usahanya kelak. "Kita tidak akan pernah tahu bila tidak mencobanya," tegasnya.

Ada sekelumit kisah mengenai Firmansyah Budi Prasetyo yang saya pikir sangat bagus bila saya share dengan orang lain. Barangkali bisa menjadi model yang bisa dicontoh bagi mereka yang ingin berwirausaha namun masih ragu-ragu. Sebagai contoh, Firman ini memulai usaha warala Tela Krezz dari nol. Dimulai pada November 2006, ia mencoba membuat usaha makanan kecil dari singkong dengan modal Rp 3 juta. Kemudian selang tiga bulan, Firman mulai berpikir untuk membuat franchise produknya ini karena keterbatasan modal. Untuk mempermudah, dia mendirikan CV Cipta Mandiri Kreasindo.

Sembari membenahi kinerja usahanya, dia terus mencari mitra usaha baik melalui pameran atau beriklan di surat kabar. Semua jerih payah Firmansyah memang akhirnya terbayar. Saat ini omzet penjualan usahanya sudah mencapai Rp 2 milyar per bulan!!! Sebuah angka yang tak dapat dikatakan kecil. Omzet tersebut dia peroleh dari jaringan waralabanya yang saat ini sudah mencapai 500 unit dan 84 agen di seluruh Indonesia. Semua itu dia bangun dengan modal kepercayaan dan komitmen untuk saling menjaga amanah.

Menurutnya, para mitra usahanya mampu memperoleh keuntungan kurang dari setahun dengan modal Rp 3,5 – 6 juta untuk membuka outlet dan Rp 12 – 15 juta untuk menjadi agen di daerah.

Kisah mengenai Firmansyah ini menurut saya sayang sekali jika saya simpan untuk saya sendiri. Barangkali ini bisa menjadi tambahan motivasi buat mereka yang ingin menekuni dunia kewirausahaan. Semoga menjadi tambahan referensi untuk memantapkan mereka yang berniat untuk terjun ke dunia usaha sendiri. So, ini saya kutip dari koran Seputar Indonesia, edisi Sabtu 30 Agustus 2008, dengan judul seperti yang saya kutip di atas. Ini kutipan selengkapnya:

"Tak Mau Berhenti Buka Usaha Baru"

Firmansyah Budi Prasetyo terbukti mampu mendirikan sebuah usaha waralaba Tela Krezz yang sudah merambah selurun Nusantara. Ini menjadi modal baginya untuk melirik usaha lain. "Saya masih ingin membuka lapangan kerja yang lebih banyak," katanya saat ditanya alasan mendirikan usaha lain.

Usahanya ini tidak sekadar aji mumpung. Alumnus Fakultas Hukum Universitas Gadja Mada (UGM) ini memikirkan usaha ini dengan matang. Karena dia melibatkan beberapa teman untuk mendanai usaha ini. "Usaha ini merupakan hasil kerja sama saya dengan beberapa teman. Tapi saya yang memegang pengelolaannya," ungkapnya.

Sebenarnya pada pertengahan tahun 2007, Firman sudah merintis usaha warung internet (warnet) yang bernama Homynet. Setelah itu, muncul Tela Krezz pada akhir tahun 2007. Usaha pengolahan ketela ini juga dirintisnya di dekat rumah orang tuanya. Tak lama, Firmansyah mulai melirik usaha warung steak tepatnya pada Maret 2007. Dia mengungkapkan bila masyarakat menyukai masakan olahan sapi. Selain itu, bahan bakunya mudah didapatkan dari sekitar Yogyakarta. Setelah melihat perkembangan usaha ini cukup bagus, Firman pun memindahkan warungnya ke daerah Nologaten, Sleman, Yogyakarta.

Tiga bulan berselang, dia merambah usaha laundry. Dia melihat respons pasar yang bagus pada usaha jasa ini. Selanjutnya, pada akhir 2007, dia juga menjajal peruntungannya di usaha makanan. Kali ini ia membuka warung Chicken Chick's.

Perjuangan Firman untuk mengembangkan usaha ini bukan tanpa halangan. Dia pun pernah merasakan jatuh bangun. Namun, dia tetap optimistis mampu bersaing di bidang ini. Dan inilah rumus andalannya. Karena setiap usahanya memiliki ciri khas tersendiri. Menurutnya, seperti usaha wartetnya yang menawarkan konsep senyaman rumah sendiri. (mg02).

BIODATA:

  • Nama:            Firmansyah Budi Prasetyo
  • Tempat tgl lahir:    Semarang, 15 Desember 1981
  • Agama:            Islam
  • Status:            Belum menikah
  • Kantor:            Jalan Bugisan No. 34, Patangpuluhan, Wirobrajan, Yogyakarta

PENDIDIKAN:

  • SD 2 Muntilan, Magelang
  • SMP 1 Magelang
  • SMU 6 Yogyakarta
  • Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

PENGHARGAAN:

2007, ISMBEA (Indonesia Small Mediun Business and Entrepreneur Award) dari Kementerian Koperasi & Kewirausahaan bekerjasama dengan Majalah Keuangan.

USAHA:

  • HOMYNET
  • TELA KREZZ
  • STEAK O
  • LAUNDRY 6 TO 9
  • CHICKEN CHICK'S

2 comments:

Anonymous said...

bagus sekali perjalanan usahanya...dan sekedar tambahan....Perlu di bentuknya sebuah mental apabila kita ingin terjun ke dunia wirausaha... Karna memulai wirausaha dng hanya keinginan dan modal tidaklah cukup. Tanks om..bagus banget tuh

Ramz said...

thanks,

ya siapa tahu kita bisa memotivasi diri sendiri utk segera memulai. saya sendiri baru tahap memikirkan, tapi blm bisa sampai ke tahap ...'memulai jejak kaki' ke suatu usaha..

hehehe, salam kenal